Parlemen

Anggota DPRD Bengkalis Ini Geram Penebang Pohon Pelindung Belum Ditindak

H. Azmi Rozali, S.IP, M,Si anggota DPRD Kabupaten Bengkalis

GagasanRiau.Com Bengkalis - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis geram dengan penegak hukum, pasalnya oknum penebang pohon lindung di sepanjang jalan Desa Lubuk Muda, Sungai Siput dan Desa Sepotong Kecamatan Siak Kecil sampai minggu ke-enam belum ada dilakukan tindakan hukum. Padahal ketika kayu di hutan ditebang, pihak kepolisian Siak Kecil maupun Bukit Batu segera menyikapi dan menindak tegas.

Hal ini disampaikan warga Desa Sungai Siput kepada H. Azmi Rozali, S.IP, M,Si anggota DPRD Kabupaten Bengkalis saat meninjau lokasi kejadian.

"Mengapa masalah ini dibiarkan saja, padahal sebelumnya aparat dari Polsek Siak Kecil dan Bukit Batu sangat agresif melakukan tindakan apabila ada kayu hutan yang ditebang sedangkan pohon pelindung yang ada sengaja ditanam oleh Pemkab Bengkalis tapi seolah-olah tidak penting bagi kehidupan kita, ”ungkap warga dituturkan oleh Azmi Rozali.

Azmi yang meninjau dan melihat kondisi pohon-pohon yang kini sudah mati karena ditebang secara tidak wajar tidak dapat menyembunyikan kekesalannya, pohon pelindung jenis trambesi dan lainnya dahulu tumbuh di sepanjang jalan musnah ditebang oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

"Kami akan mengupayakan pemanggilan pihak-pihak yang selama ini disebut-sebut bertanggungjawab melakukan perintah penebangan dan akan kami kaji, apakah memenuhi unsur pidana atau tidak, kalau tidak ada maka kami akan lakukan  pemanggilan kepada pihak tadi untuk mempertanggungjawabkannya, "ungkap Azmi.

"Komisi di DPRD Kabupaten Bengkalis yang membidangi masalah lingkungan hidup akan segera melakukannya sebagai upaya tindak lanjut dari keresahan masyarakat tadi”ujar Azmi. Kerisauan lelaki yang menjabat anggota DPRD Kabupaten Bengkalis selama tiga periode ini dinilai cukup beralasan.

“Kalau penebangan kali ini tidak ditindak, maka mereka akan seenaknya menebang pohon-pohon kayu yang lain dan jika itu terjadi maka daerah kita ini akan menjadi daerah yang gersang, dan tidak mustahil akan menjadi sorotan dunia internasional, jadi saya mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Bengkalis jangan diam saja menyaksikan pohon pelindung itu ditebang"tegasnya.

Dan katanya lagi, Kepala SKPD jangan hanya tahu membuat program penanaman pohon secara seremonial, melibatkan Pj. Bupati, Sekda dan menghabiskan banyak dana sedangkan pohon yang sudah ditanam bertahun-tahun lalu ditebang orang.

"Kok diam saja, untuk apa ada program penanaman pohon yang dihadiri oleh pejabat kalau hanya sekedar untuk menghabiskan dana APBD Kabupaten Bengkalis, "pungkas Azmi dengan kesal.

Reporter Mirzal Apriliando


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar