Pendidikan

Mahasiswa Harus Turun Ke Masyarakat Jangan Berkutat Dikampus Saja

Ombak dan Nita Aktifis Repdem

GagasanRiau.Com Pekanbaru - Mundurnya gerakan mahasiswa pasca reformasi 1998, menjadikan rakyat merasa terasing, dan terus mengalami ketertindasannya oleh sistem yang menindas. Kemiskinan dan pembodohan terjadi tanpa ada pendampingan dan perjuangan kaum terpelajar. Kaum Mahasiswa sibuk justru sibuk berkutat didalam kampus untuk mengejar gelar dengan harapan mendapat kerja nyaman dan bergaji besar.

"Itulah kenyataan yang terjadi, dan hal ini merupakan kemunduran dalam perspektif gerakan mahasiswa, lembaga kampus sudah menjadi pabrik-pabrik untuk menghasilkan produk memenuhi kebutuhan kapitalis pada tenaga kerja murah. Bukan lagi menjadi pusat pendidikan bagi lahirnya kaum terpelajar yang lahir dari gerakan bersama-sama rakyat, untuk meningkatkan kualitas manusia dan kesejahteraan umat manusia. Sehingga rakyat dalam menghadapi persoalaan yang terjadi saat ini tidak merasa terasing dan terabaikan"kata Neldi Syahputra aktifis Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Provinsi Riau Senin malam (21/3/2016) kepada GagasanRiau.Com disela-sela diskusi bersama mencari pemimpin baru.

Diskusi yang dilakukan ini sehubungan dengan agenda Pemilihan Presiden Mahasiswa Universitas Islam Riau (Presma UIR) disebuah pusat jajan Sapulidi Center Jalah Pahlawan Kerja.

"Untuk itu, kedepannya agenda bersama mahasiswa harus peka dan terlibat dalam persoalaan yang dihadapi rakyat, turun ke basis-basis massa rakyat, ke kantung-kantung kemiskinan, ke petani-petani maupun ke tengah-tengah buruh di pabrik-pabrik, intinya harus belajar memahami persoalaan rakyat, dan melakukan advokasi (pembelaan) dan jika perlu harus dilawan sistem yang menindas"papar Neldi Syahputra yang akrab dipanggil Ombak ini juga mahasiswa UIR Fakultas Hukum.

Dikatakan Ombak lagi, dirinya berharap agar pasangan calon yang akan maju untuk memimpin mahasiswa di kampus UIR kelak menjadikan agenda utamanya bahwa kaum terpelajar harus terjun dan hidup dan berjuang bersama-sama rakyat.

"Dan pasangan Ari Juprika dan Siswanto salah satu Pasangan Calon yang maju menjadi untuk Presma UIR akan menjadi tumpuan bagi kawan-kawan lainnya untuk membawa arah gerakan mahasiswa ke tengah-tengah rakyat, berpolitik bersama rakyat, ini penting bagi penyelamatan gerakan mahasiswa kedepannnya, agar gerakan mahasiswa bisa menjadi manfaat, bahkan kemunduran gerakan mahasiswa ini menjadi catatan penting pasca 98 eranya senior kita  dahulu"tukasnya.

Senada yang disampaikan oleh Yusnita mahasiswa UIR dan juga aktifis Repdem ini, berharap agar pasangan calon Ari Juprika dan Siswanto ini dapat membawa kembali kejayaan gerakan mahasiswa di era 1998 dahulu yang meruntuhkan rezim diktator Orde Baru Soeharto.

"Rakyat sudah merindukan kehadiran mahasiswa ditengah-tengah mereka, berjuang bersama mereka, dan melibatkan diri dalam persoalaan-persoalaan yang dihadapi rakyat"tukas Yusnita akrab dipanggil Nita ini.

Untuk itu kata Nita lagi, Ari Juprika dan Siswanto harus bisa menjadi pelopor gerakan mahasiswa di UIR maupun di kampus-kampus lainnya di Provinsi Riau kedepannya. Agar terlibat dalam persoalaan rakyat dan turun ke masyarakat.

Reporter Ginta Gudia


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar