Pekanbaru Perketat Area Kedatangan Dari Singapura, Antisipasi Masuknya Virus Zika


Dibaca: 715 kali 
Kamis,01 September 2016 - 06:52:01 WIB
Pekanbaru Perketat Area Kedatangan Dari Singapura, Antisipasi Masuknya Virus Zika Nyamuk penyebar virus Zika

GagasanRiau.Com Pekanbaru - Pemko Pekanbaru memperketat pengawasan kedatangan orang dari Singapura melalui Pelabuhan Sungai Duku dan Bandara Sultan Syarif Kasim II, guna mengantisipasi masuknya virus Zika.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Helda S Munir, upaya pendeteksian dini bagi pendatang yang baru dari negara Singapura dilakukan saat mereka mendarat di pelabuhan dan bandara, karena Pekanbaru bertetangga dengan Singapura.

Pengawasan ini dilakukan untuk mendeteksi apakah virus Zika yang kini berjangkit di singapura terbawa dalam tubuh pendatang. Jika memang ditemukan,a Diskes sudah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) SSK II dan Sungai Duku.

KKP selanjutnya akan meneruskan proses karantina bagi pasien ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat. Setelah uji kesehatan menyatakan positif, penderita akan dirujuk ke rumah sakit.

"Kita berharap tidak ada warga yang tertular virus Zika dari luar negeri, karena sejauh ini memang belum ada laporan temuan," ujar Helda.

Menurut Helda, meski pun sejauh ini di Pekanbaru belum ditemukan riwayat penderita Deman Berdarah Dengue (DBD) tertular Zika, namun masyarakat harus tetap waspada terhadap gigitan nyamuk, karena memang fektor penyebar virus Zika adalah serangga yang sama dengan penyebab DBD.

Sebelumnya diberitakan kemunculan virus Zika di Singapura dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan (Ministry of Health, MOH) Setempat pada 28 Agustus lalu. Dalam situs resminya, pihak MOH menyatakan telah mengonfirmasi adanya 41 kasus infeksi virus Zika di Singapura. 36 kasus di antaranya diketahui lewat pengujian secara aktif terhadap orang yang dinilai berpotensi.

Zika sendiri sudah ditetapkan WHO sebagai masalah dunia. Sebenarnya, Zika dapat dikatakan sama dengan Demam Berdarah Dengue. fektor penularnya pun sama, nyamuk Aides Aegypti. Bedanya, yang dikhawatirkan dari DBD adalah syok yang menyebabkan kematian.**

Editor: Arif Wahyudi

 


Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: redaksi@gagasanriau.com
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker