Kasus Kerusuhan Meranti, Berkas Tersangka Sudah Dilimpahkan Ke Kejati Riau


Dibaca: 1243 kali 
Jumat,16 Desember 2016 - 15:54:54 WIB
Kasus Kerusuhan Meranti, Berkas Tersangka Sudah Dilimpahkan Ke Kejati Riau

GagasanRiau.Com Pekanbaru - Enam oknum polisi yang ditetapkan sebagai tersangka berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah setempat.

Sebagimana disampaikan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Muspidauan kepada wartawan di Pekanbaru.

Ia mengatakan, keenam oknum polisi yang ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia itu diserahkan ke Kejaksaan pada Kamis (15/12/2016).

Meski dilimpahkan ke Kejati Riau, untuk selanjutnya keenam tersangka tersebut akan diserahkan ke Kejari Bengkalis. Menurut dia, sidang akan digelar di Bengkalis dengan alasan Kabupaten Kepulauan Meranti belum memiliki Pengadilan Negeri.

"Tahap II di Kejari Bengkalis. Kenapa di sana, karena Meranti belum punya Pengadilan," ujarnya.

Selanjutnya, Muspidauan mengatakan, atas faktor keamanan menjadi alasan kenapa pelimpahan dan sidang dilakukan di Bengkalis yang merupakan Kabupaten tetangga Kepulauan Meranti.

"Faktor keamanan, kalau dilimpahkan ke Kejari Meranti dikhawatirkan menyulut emosi," katanya.

Keenam tersangka tersebut diantaranya adalah, Bripda AS yang merupakan Reserse Kriminal Polres Meranti, Brigadir DY Polsek Tebing Tinggi dan Bripda EM anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Meranti dan Brikpa D.

Selanjutnya dua tersangka terakhir adalah Brigadir R, Brigadir LN yang merupakan Polisi Wanita di Meranti.

Keenam oknum polisi itu ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan dan penganiayaan hingga menyebabkan Apri Adi Pratama (24), tersangka pembunuh polisi Brigadir Adil S Tambunan meninggal dunia Kamis (25/8).

Menurut Muspidauan, setelah dilakukan tahap II, keenam tersangka tersebut langsung di tahan oleh Kejaksaan Negeri Bengkalis.

Kepala Subdirektorat III Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Fibri Karpiananto menambahkan, keenam tersangka dikenakan pasal berlapis.

Keenamnya dijerat Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penganiayaan berat, dan pasal 170 tentang penganiayaan secara beramai-ramai. Proses hukum pidana umum ini dikenakan kepada keenam tersangka sebelum menyusul proses hukum internal profesi kepolisian.

Apri Andi Pratama merupakan tersangka penikaman seorang anggota Polres Meranti, Brigadir Adil Tambunan. Adil pada Kamis  (25/8) dinihari tewas dengan sejumlah luka senjata tajam pada sekujur tubuh. Pasca kejadian, Kapolres Meranti saat itu AKBP Asep Iskandar memerintahkan anggotanya untuk mengejar pelaku.

Pelaku Adi berhasil dibekuk sekitar pukul 03.30 WIB atau dua jam pascapembunuhan itu. Pelaku pembunuhan dibekuk anggota di Desa Mekarsari, Kecamatan Merbau.

Pada saat penangkapan, pelaku dikabarkan melawan petugas menggunakan badik sehingga polisi yang sudah melakukan upaya persuasif dan memberikan tembakan peringatan terpaksa melumpuhkannya dengan dua kali pada bagian kaki.

Tidak lama berselang, pelaku meninggal. Sejumlah desas-desus menyebutkan pelaku tewas akibat dianiaya polisi setelah tertangkap, hingga akhirnya 6 oknum polisi tersebut yang ditetapkan sebagai tersangka yang menyebabkan Adil tewas.

Tewasnya Adi berbuntut panjang hingga membuat masyarakat Selatpanjang marah dan menggelar aksi unjuk rasa. Jumlah warga semakin banyak hingga mencapai ribuan. Warga menilai polisi secara sengaja menghabisi Andi pada saat penangkapan.

Kasus tersebut sempat menarik perhatian Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dalam kunjungannya ke Riau beberapa waktu lalu Tito menegaskan, polisi terus mendalami perkara tersebut.

Ia mengatakan bahwa peristiwa Meranti harus dijadikan pelajaran yang tidak boleh terulang di institusi Polri dimanapun.(ANT)

Editor Arif Wahyudi


Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Minggu,21 Oktober 2018 - 20:03:37 WIB

    Mengenai Mayat Tergantung, Massa Kepung Kantor Polsek Gas

    Mengenai Mayat Tergantung, Massa Kepung Kantor Polsek Gas GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Mencekam puluhan massa sejak tadi sore sekira pukul 16.00 Wib mengepung Kantor Polsek Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir mengenai kasus seorang pemuda tewas tergantung d
  • Sabtu,20 Oktober 2018 - 18:46:30 WIB

    Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa

    Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Seorang pemuda di parit 6 Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan tewas gantung diri di pohon kelapa, Sabtu (15/10/18) se
  • Jumat,19 Oktober 2018 - 19:53:37 WIB

    MTQ Ke - 48 Tahun 2018 Resmi Ditutup

    MTQ Ke - 48 Tahun 2018 Resmi Ditutup GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Rosman Malomo secara resmi menutup penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke - 48 Tingkat Kabupaten Inhil Tahun 2018 yang dipusatkan di T
  • Kamis,18 Oktober 2018 - 19:06:15 WIB

    Sering Traknsaksi Narkoba, Dua Pria Diamankan di Jalan M Boya

    Sering Traknsaksi Narkoba, Dua Pria Diamankan di Jalan M Boya GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN -Satres Narkoba Polres Indragiri Hilir berhasil amanan 2 (dua) orang pria di duga pelaku tindak pidana Narkotika jenis sabu di Jalan Letda M. Boya Gg. Palapa Kel. Tembilahan Kota Kec. T
  • Kamis,18 Oktober 2018 - 18:18:59 WIB

    Nelayan di Mandah Terima Bantuan 15 Perahu Motor dan Alat Tangkap Ikan

    Nelayan di Mandah Terima Bantuan 15 Perahu Motor dan Alat Tangkap Ikan GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin menyalurkan bantuan 15 unit perahu motor beserta alat tangkap perikanan kepada masyarakat nelayan Dusun Perisai, Desa Batang Tumu
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker