Komersialisasi Pendidikan Bencana Sosial


Dibaca: 1573 kali 
Minggu,29 Januari 2012 - 16:10:18 WIB
Komersialisasi Pendidikan Bencana Sosial
gagasanriau.com-Minggu siang 29 Januari 2012 pukul 14;30 WIB, sudut kota Pekanbaru Pelabuhan Sei Duku Kecamatan Limapuluh cuaca panas menyengat siang itu. Disebuah bangunan berukuran 3x6 meter berkumpul anak-anak usia sekolah mulai dari 7 tahun sampai dengan 13 tahun, Mereka sedang berkumpul dengan tertib menghadap ke sebuah papan tulis, kesan yang terlihat santai dan ceria dari wajah-wajah lugu mereka. “sudah setahun kita buka kelas disini’’ ungkap Fadli begitu dia akrab di panggil mahasiswa semester enam universitas Riau ini, dia adalah koordinator Departemen Kajian dan Kampanye Akademi Rakyat (AKAR) organisasi yang aktif bekerja dan mengadvokasi korban-korban oleh lembaga dunia pendidikan di Provinsi Riau.
Pekerjaan pendidikan ini, AKAR lakukan dipinggiran Kota Pekanbaru terutama di Pelabuhan Sei Duku yang rata-rata warganya adalah pekerja lepas sebagai buruh harian angkut di terminal penumpang kapal, terminal barang yang datang melalui jalur sungai dan sebagian lagi warganya bekerja sebagai buruh pabrik plywood di seberangnya sei duku yakni Kecamatan Rumbai Pesisir.
Di Sei Duku dan Rumbai Pesisir banyak anak-anak usia sekolah yang putus sekolah akibat dari tidak terdistribusinya pendidikan yang murah dan berkualitas dipinggiran kota pekanbaru. Untuk mengisi hari-harinya mereka hanya bermain layaknya anak seusia mereka namun ada juga yang langsung memasuki dunia kerja sebagai kuli angkut seperti orang tua mereka juga yang lebih menyedihkan mereka sudah masuk dalam dunia kerja sebagai buruh pabrik plywood di rumbai pesisir.
Di mana dunia kerja buruh pabrik plywood ini sangat beresiko dengan keselamatan mereka. “kawan-kawan sebagian tidak bisa hadir, untung ada kawan-kawan mahasiswa UR yang sedang kuliah kerja nyata (KKN) jadi bisa terbantu aktifitas mengajarnya” lanjut Fadli melanjutkan ceritanya. Dunia Pendidikan di kota Pekanbaru ini sudah tidak menentu lagi. Bangku untuk bisa bersekolah sudah full karena keterbatasan sekolah yang di sediakan oleh Pemerintah Kota Pekanbaru bahkan ada isu nya bangku tersebut di perjual belikan !’’ Fadli mendengus kesal dengan ucapan terakhirnya,’’semua ini bermuara pada kebijakan pemerintah yang membuka kesempatan kepada pemilik modal untuk berbisnis pendidikan hingga terjadilah komersialisasi pendidikan secara massif mulai dari sekolah dasar sampai ke perguruan tinggi”lanjutnya.
UUD 45 pasal 31 jelas tertuang bahwa Pendidikan Nasional merupakan tanggung jawab Negara dalam memenuhi kebutuhan bagi Rakyat banyak untuk mendapatkan pendidikan dasar sampai perguruan tinggi secara massif. Artinya peran pemerintah lebih dominan dalam memajukan kualitas hidup manusia sesuai dengan cita-cita proklamator bangsa ini Soekarno-Hatta untuk menjadikan Bangsa Indonesia menjadi bangsa mandiri yang mampu mengelola dan memanfaatkan segala sumber daya alam di bumi pertiwi ini untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan amanat UUD 45 pasal 33.’’
Kami dari Akademi Rakyat (AKAR) akan tetap konsisten dengan perjuangan ini dan juga kami akan terus mendesak penguasa agar melaksanakan amanat pasal 31 UUD 45 serta mendorong terbangunnya sekolah-sekolah Rakyat lainnya di setiap pelosok bumi pertiwi ini, kami menilai pemerintahan sekarang ini telah gagal menjalankan amanat UUD 45 serta pancasila. Komersialisasi Pendidikan adalah bencana social bagi bangsa ini jelas-jelas ini merupakan kejahatan kemanusian karena terbatasnya pendidikan bagi orang tak mampu yang merupakan mayoritas dari Rakyat Indonesia masih standar hidup miskin, pemerintahan neoliberalisme ini telah mengangkangi dasar-dasar berkehidupan bangsa yakni UUD 45 dan Pancasila’’lanjut Fadli menutup pembicaraan.(adit)

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,18 Juni 2019 - 16:12:04 WIB

    Said Syarifuddin: Gaji 13 PNS akan Cair 1 Juli

    Said Syarifuddin: Gaji 13 PNS akan Cair 1 Juli GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Kabar gembira bagi PNS, yang mana Pemerintah akan melakukan pencairan gaji ke 13 PNS pada 1 Juli 2019. Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin mengungkapkan, pembayaran gaji ke 13 akan dilakukan sec
  • Selasa,18 Juni 2019 - 13:13:24 WIB
    Soal Pesangon Karyawan:

    Dikonfirmasi Wartawan, Humas PT Lekonindo Meradang

    Dikonfirmasi Wartawan, Humas PT Lekonindo Meradang GAGASANRIAU.COM, SIAK - Jurubicara atau humas PT Lekonindo, Sinurat meradang saat dikonfirmasi wartawan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan pesangon yang tak sesuai tuntutan 4 (empat) mantan karyawannya.
  • Selasa,18 Juni 2019 - 12:33:47 WIB
    Jelang Festival Bakar Tongkang:

    Payung Warna Warni Hiasi Kota Bagansiapiapi

    Payung Warna Warni Hiasi Kota Bagansiapiapi GAGASANRIAU.COM, BAGANSIAPIAPI - Sambut ritual Festival Bakar Tongkang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) terus berupaya memperindah Kota Bagansiapiapi. Salah satunya memasang payung warna warni di tengah Kota
  • Senin,17 Juni 2019 - 18:08:52 WIB

    Milad Inhil ke-54 Dimeriahkan Lomba Gasing dan Menyolak Kelapa

    Milad Inhil ke-54 Dimeriahkan Lomba Gasing dan Menyolak Kelapa GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Dalam peringatan Milad ke 54 Kabupaten Indragiri Hilir, masyarakat disuguhi dengan kemeriahan melalui beragam perlombaan permainan rakyat. Begitu pula, Dinas Perumahan Rakyat dan Perm
  • Minggu,16 Juni 2019 - 20:58:42 WIB

    Mayat Mengapung Tersangkut di Pohon Sungai Batang Tuaka

    Mayat Mengapung Tersangkut di Pohon Sungai Batang Tuaka GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Sesosok mayat laki-laki ditemukan mengapung dalam keadaan membengkak tersangkut di pohon Sungai Batang Tuaka Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir. 
KABAR TERKINI
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker