Mengaku Tertipu Neneng Dan Lora Laporkan Calon Jaksa Kejati Riau ke Polda Riau


Dibaca: 427 kali 
Selasa,05 September 2017 - 21:13:52 WIB
Mengaku Tertipu Neneng Dan Lora Laporkan Calon Jaksa Kejati Riau ke Polda Riau Ilustrasi

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Berdasarkan Surat Tanda Penerimaan Laporan (SPTL) Nomor SPTL/15/I/2016/SPKT/RIAU, Neneng Rosita bersama saudaranya Lora Viona Putri melaporkan pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau berinisial RRF, SH beserta SH seorang perempuan dengan dalam kasus tindak pidana penipuan dalam pasal 378 atau 372 KUHPidana.

Hal itu dipaparkan Dedi Harianto Lubis SH, Kuasa Hukum pelapor yakni Neneng Rosita dan Lora Viona Putri kepada GAGASANRIAU.COM Selasa siang (5/9/2017).

"Awalnya kita upayakan dengan cara mediasi, namun terlapor sampai sejauh ini enggan diajak menyelesaikan masalah tersebut, hingga klien kami menempuh upaya hukum" ungkap Dedi.

Dijelaskan Dedi, bahwa terlapor ini RRF adalah calon jaksa di Kejati Riau. Asal muasal laporan tersebut diterangkan Dedi lagi karena RRF bersama perempuan berinisial SH yang juga istrinya diduga melakukan penipuan terhadap kliennya. Dimana, disebutkan Dedi, kliennya dibujuk rayu oleh RRF bersama istrinya untuk meminjamkan sejumlah uang dengan modus untuk membiayai paket proyek di pemerintahan daerah.

Pinjaman tersebut bermula pada tahun 2013 sejumlah Rp 250 juta dan pada tahun 2014 Januari RRF kembali meminjam lagi Rp.380 juta.

"Total pinjaman dari Desember 2013 April 2016  sebesar Rp 1.393.850.000. Baru dia angsur bayar dari Januari 2014 hingga Mei 2016 Rp. 696.200.000, jadi masih ada sisa belum dia bayar ke klien kami Rp. 697.650.000" papar Dedi.   

Namun terang Dedi, dengan sisa uang yang dipinjam tersebut RRF berjanji akan membayar jika proyeknya berupa pengerjaan jembatan sudah termin (pembayaran. Red) dengan nilai Rp. 1,8M.

Sementara itu ditempat terpisah, Lora Viona Putri saat dihubungi menjelaskan bahwa, RRF ini membujuknya untuk membiayai proyek dengan iming-iming bagi hasil.

"Mereka (RRF dan SH) minta kami modalkan kerjaan mereka dengan iming-iming bagi hasil. Karena saya dan suami yakin dia orang hukum saya nggak curiga. Karena waktu itu Reza bekerja di Kejari Bangkinang" terang Lora.

"Uang kami masih ada sisa belum dia bayar ke saya Rp.697.650.000" ujarnya lagi.

"Katanya kemarin uangnya ada yang dilarikan sama pemilik perusahaan yang di pakainya untuk mengerjakan proyek tersebut, saya konfirmasi kata pemilik perusahaan sudah dibayarkan semua dan dia ada rekening koran sebagai buktinya" terang Lora lagi.

RRF bersama istrinya SH ini terang Lora sudah jelas-jelas melakukan penipuan terhadap mereka. Pasalnya saat ditagih RRF dan SH selalu berdalih, sementara pengerjaan proyek terus berjalan.

Di lain pihak RRF saat dihubungi melalui telepon genggamnya di hari yang sama terkait laporan tersebut dirinya menyarakan untuk menghubungi kuasa hukumnya yakni Budi. "Ya bang terima kasih, konfirmasi saja dan penjelasan ke PH istri saya bang" tulis RRF singkat.

Sementara Budi Kuasa Hukum RRF, yakni Budi, saat dihubungi membenarkan bahwa kliennya dilaporkan ke Polda Riau, namun ia membantah bahwa tudingan adanya penipuan terkait uang yang dipinjam RRF.

Sampai sejauh ini belum ada keterangan lebih mendetil terkait laporan tersebut dari kuasa Hukum RRF ini.

Editor Arif Wahyudi


Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: redaksi@gagasanriau.com
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker