Di SMAN 14 Pekanbaru, Siswa Bayar Ragam Pungutan Rp.3,5 Juta, Setahun Hasilkan Rp.2,5 M Lebih


Dibaca: 4154 kali 
Selasa,12 September 2017 - 20:35:40 WIB
Di SMAN 14 Pekanbaru, Siswa Bayar Ragam Pungutan Rp.3,5 Juta, Setahun Hasilkan Rp.2,5 M Lebih

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 14 Pekanbaru memungut dana dari siswa Rp.3,5 juta pertahun. Pungutan itu dikeluarkan per siswa di sekolah negeri yang selalu dikucurkan uang Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) setiap tahun.

Dengan jumlah siswa sebanyak 716 orang jika ditotal sekolah ini dapat menghimpun uang wali murid sebanyak Rp.2.506.000.000 setiap tahun. Sementara dana Bosda terus mengalir ke sekolah milik negara ini.

Hal ini terungkap setelah Komisi V DPRD Riau melakukan Inspeksi Mendadak ke sekolah tersebut. Dan untuk itu pihak legislatif mempertanyakan pungutan uang sekolah yang masih dibebankan kepada siswa tingkat SMA sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu.

Aherson Ketua Komisi V DPRD Riau, mengatakan, sudah didistribusikan pun anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) tetap saja pungutan uang sekolah yang dinamakan dengan uang komite.

"Setelah kita lakukan sidak ke salah satu sekolah, yakni SMAN 14 Pekanbaru, ada beberapa persoalan yang kita catat, salah satunya soal pungutan uang sekolah, walau sudah ada dana Bosda, tapi tetap ada pungutan uang komite," kata Aherson, Selasa (12/9).

Politisi Demokrat ini juga mengatakan, di sekolah tersebut terdapat sebanyak 716 siswa, dan dari kelas satu hingga kelas III membayar uang sekolah tersebut membayar uang komite, dengan jumlah yang bervariasi, tergantung kelas 1, 2 atau kelas 3.

Dikatakannya, jika dihitung totalnya maka per siswa menurut Aherson masing-masing siswa membayar Rp 3,5 juta per tahun.

"Ini yang mau kita tanya, uang Rp 3,5 juta itu untuk apa," imbuhnya.

Saat Komisi V mempertanyakan kepada pihak sekolah tentang anggaran Rp 3,5 juta tersebut, menurut Aherson mereka belum bisa menjawab karena kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.

"Tapi yang pastinya menurut mereka sejauh ini uang honor guru dibayarkan dari uang komite tersebut. Sementara dana Bosda yang dicairkan, mereka peruntukkan untuk operasional sekolah, itu kan keliru pemikirannya seperti itu," ulasnya.

Seharusnya menurut Aherson anggaran Bosda tersebut digunakan untuk membayarkan honor guru, sehingga seharusnya tak perlu lagi ada pungutan terhadap siswa.

"Honor guru di sana hanya Rp 900 ribu per bulan, kan kasihan. Makanya ini mau kita pertanyakan. SMAN 14 ini hanya sample, ini juga terjadi di sekolah lain, makanya kita jadwalkan pemanggilan nantinya, termasuk pihak Dinas Pendidikan Provinsi Riau," tuturnya.

Editor Arif Wahyudi


Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,11 Januari 2019 - 19:54:51 WIB

    Bahas Strategi 2019, MGMP Penjaskes Gelar Diskusi

    Bahas Strategi 2019, MGMP Penjaskes Gelar Diskusi GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 60 guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) tingkat SMP se kota Pekanbaru, menggelar diskusi di SMPN 4 Pekanbaru. Kegiatan rutin yang digelar setiap hari Jumat ini bertujuan untu
  • Kamis,10 Januari 2019 - 15:51:02 WIB

    Repdem Riau Advokasi Murid Korban Pungli Sekolah

    Repdem Riau Advokasi Murid Korban Pungli Sekolah GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Masih maraknya Pungutan Liar (Pungli) di sekolah-sekolah berbagai tingkatan di Kota Pekanbaru, Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Provinsi Riau melakukan pendampingan kepa
  • Jumat,04 Januari 2019 - 19:21:58 WIB

    Ketua Yasarini Lanud Rsn Buka Evaluasi Pelaksanaan Dan Renprog Unggulan Sekolah

    Ketua Yasarini Lanud Rsn Buka Evaluasi Pelaksanaan Dan Renprog Unggulan Sekolah GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Ketua Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) Lanud Roesmnin Nurjadin, Irenne Ronny I Moningka membuka kegiatan rapat kerja evaluasi pelaksanaan dan rencana program unggulan sekolah tahun pelajaran 2018/
  • Kamis,27 Desember 2018 - 20:00:43 WIB

    Rudi-Taufiq, Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Unisi Terpilih Periode 2018-2019

    Rudi-Taufiq, Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Unisi Terpilih Periode 2018-2019 GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa dengan nomor urut satu, Rudi - Taufiq, akhirnya terpilih pada pemilu raya (Pemira) mahasiswa Universitas Islam Indragiri (Unisi) periode 20
  • Senin,10 Desember 2018 - 13:46:50 WIB

    IMM : Rektor UMRI Cacat Moral

    IMM : Rektor UMRI Cacat Moral GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Riau menyegel ruang Rektor Universitas Muhammadiyah Riau dan aula kampus. Penggembokan ini dilakukan pada pukul 06:00 Wib di Kampus UMRI Jalan Tuanku T
KABAR TERKINI
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker