Marak di Inhil, Yudhi: Penukar Uang dengan Permen Terancam Pidana


Dibaca: 1192 kali 
Sabtu,07 Oktober 2017 - 23:05:00 WIB
Marak di Inhil, Yudhi: Penukar Uang dengan Permen Terancam Pidana Yudhia Perdana Sikumbang, Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) RAM Indonesia perwakilan Inhil
GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Akhir-akhir ini banyak di temukan keluhan masyarakat khususnya yang berbelanja di minimarket/swalayan yang berada di Kota Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau. Dimana terdapat pihak penjual apabila mengembalikan uang dengan pecahan yang kecil di tukar menjadi permen, dan si penjual tanpa ada basa basi menggantikan uang kembalian dengan permen tersebut. 
 
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, GAGASANRIAU.COM mencoba meminta tanggapan pihak yang berkompenten, untuk memberikan pandangan hukum tentang praktek yang memberatkan konsumen tersebut. 
 
Ialah Yudhi Perdana sikumbang, merupakan Advokat muda asal Kabupaten Inhil. Ketika di wawancarai tentang hal ini di kantornya, ia mengatakan, pada dasarnya, apabila terjadi kesepakatan perihal penggunaan permen sebagai pengganti uang kembalian tidak akan menjadi masalah. Akan tetapi bahwa jika konsumen diberikan kembalian permen sebagai pengganti uang kembalian pecahan kecil dan konsumen tidak mau diberikan kembalian permen, dalam hal ini konsumen berhak menolak. 
 
"Karena apabila konsumen merasa dirugikan tentu bisa mengadukan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terkait atau pihak kepolisian. Mengadukan pelaku usaha/penjual jika tetap ngotot menggantikan uang kembalian pecahan kecil dangan permen," kata Yudhi Ketua LBH RAM Indonesia Perwakilan Inhil, menjelaskan kepada GAGASANRIAU.COM, Sabtu malam (7/10/2017)
 
Dijelaskannya, pertama, jika dilihat dalam pasal 15 UU Perlindungan Konsumen yang mengatakan bahwa pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa dilarang melakukan dengan cara pemaksaan atau cara lain yang dapat menimbulkan gangguan baik fisik maupun psikis terhadap konsumen.
 
Kedua, permen bukanlah mata uang, Karena berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana terakhir diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (“UU BI”), menurut Pasal 2 ayat (3) UU BI, setiap perbuatan yang menggunakan uang atau mempunyai tujuan pembayaran atau kewajiban yang harus dipenuhi dengan uang jika dilakukan di wilayah negara RI wajib menggunakan uang rupiah, kecuali apabila ditetapkan lain dengan Peraturan Bank Indonesia. 
 
"Jadi ada dua UU yang mengancam disini, pertama UU perlindungan konsumen dan UU BI. Adapun sanksi bagi pelaku usaha yang melanggar ketentuan dalam Pasal 15 UU Perlindungan Konsumen ini berdasarkan Pasal 62 ayat (1) UU Perlindungan Konsumen, dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)," tegasnya 
 
Dan sanksi-sanksi bagi yang dengan sengaja melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) berdasarkan Pasal 65 UU BI adalah diancam dengan pidana kurungan sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan dan paling lama 3 (tiga) bulan, serta denda sekurang-kurangnya Rp. 2.000.000,00 (dua juta rupiah) dan paling banyak Rp. 6.000.000,00 (enam juta rupiah). 
 
"Karena apapun yang menjadi ancaman diatas bukan serta merta kemudian dianggap adalah Berlebihan, 'hal sepele gini kok dipidana' ini hanya suatu bentuk himbauan bahwa perihal tersebut, ada juga loh aturannya. Artinya apa, negara masih menjamin hak-hak kita sebagai konsumen. Jangan kemudian disepelekan. Ya saya berharap masyarakat mengetahui haknya sebagai konsumen bahwa ada UU yang menjamin mengenai ini," pungkasnya 
 
Reporter: Daud M Nur 

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu,20 Oktober 2018 - 18:46:30 WIB

    Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa

    Seorang Pemuda Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Kelapa GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Seorang pemuda di parit 6 Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ditemukan tewas gantung diri di pohon kelapa, Sabtu (15/10/18) se
  • Jumat,19 Oktober 2018 - 19:53:37 WIB

    MTQ Ke - 48 Tahun 2018 Resmi Ditutup

    MTQ Ke - 48 Tahun 2018 Resmi Ditutup GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Wakil Bupati Kabupaten Inhil, H Rosman Malomo secara resmi menutup penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke - 48 Tingkat Kabupaten Inhil Tahun 2018 yang dipusatkan di T
  • Kamis,18 Oktober 2018 - 19:06:15 WIB

    Sering Traknsaksi Narkoba, Dua Pria Diamankan di Jalan M Boya

    Sering Traknsaksi Narkoba, Dua Pria Diamankan di Jalan M Boya GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN -Satres Narkoba Polres Indragiri Hilir berhasil amanan 2 (dua) orang pria di duga pelaku tindak pidana Narkotika jenis sabu di Jalan Letda M. Boya Gg. Palapa Kel. Tembilahan Kota Kec. T
  • Kamis,18 Oktober 2018 - 18:18:59 WIB

    Nelayan di Mandah Terima Bantuan 15 Perahu Motor dan Alat Tangkap Ikan

    Nelayan di Mandah Terima Bantuan 15 Perahu Motor dan Alat Tangkap Ikan GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, H Said Syarifuddin menyalurkan bantuan 15 unit perahu motor beserta alat tangkap perikanan kepada masyarakat nelayan Dusun Perisai, Desa Batang Tumu
  • Rabu,17 Oktober 2018 - 16:37:37 WIB

    Wardan Miliki Tekad Kuat Wujudkan Generasi Muda Menjadi Generasi Qurani

    Wardan Miliki Tekad Kuat Wujudkan Generasi Muda Menjadi Generasi Qurani GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN -  Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan tampak memiliki tekad yang kuat untuk mewujudkan generasi muda Kabupaten Inhil menjadi generasi qurani. Hal tersebut disampaikannya hampir dala
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker