Politik

Majunya 4 Jenderal Aktif di Pilkada, Aktifis PI Pertanyakan Komitmen Reformasi TNI

Khairuddin Juraid, aktifis Pergerakan Indoensia
GAGASANRIAU.COM, JAKARTA - Setidaknya ada 4 jenderal aktif yang ingin maju jadi calon Gubernur yakni Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) di Sumatera Utara, Kapolda Sumut maju sebagai Bakal Calon Gubernur (Bacagub) di Provinsi  Papua, Kapolda Kaltim maju sebagai Bacagub Provinsi Kaltim dan Korps Brigade Mobil (KaKor Brimob) untuk Bacagub Provinsi Maluku. Majunya para jenderal aktif ini dipertanyakan komitmen institusi TNI-Polri tersebut untuk mereformasi diri.
 
Hal ini diungkapkan oleh Khairuddin Juraid, aktifis Pergerakan Indoensia (PI) menyikapi suasana politik jelang pesta demokrasi di beberapa daerah yang akan dihelat 2018 mendatang Sabtu malam (16/12/2017) melalui pesan aplikasi Whatappsnya.
 
Dari ke empat jenderal tersebut dipaparkan Khairuddin Juraid diantaranya adalah Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw, Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Safaruddin, dan Irjen Murad Ismail.
 
"Untuk Maluku sudah mendapat rekomendasi dari 2 partai yakni PKB dan Nasdem. Saya kecewa dengan Jokowi (Presiden Joko Widodo. Red) yang mengizinkan mereka-mereka ini untuk maju. Sebab ini "mengkhianati" semangat reformasi TNI, mereka masih Jenderal Aktif" tegas Khairuddin.
 
Dan kata Khairuddin lagi, dirinya menegaskan yang lebih mengecewakan adalah langkah Parpol yang mengusung adalah lembaga politik mempunyai gagasan untuk meresformasi tubuh TNI Polri itu sendiri.
 
"Pengusung para jenderal tersebut, adalah merupakan partai anak kandung reformasi yang pernah memperjuangkan reformasi TNI untuk mengembalikan TNI ke barak. Andai saja para Jenderal ini sudah resmi pensiun, maka wajar karena mereka sudah menjadi sipil" ujar Khairuddin
 
"Ini tidak bisa dibiarkan, karena menjadi preseden buruk buat demokrasi yang menjunjung supremasi sipil. Ingat kata Napoleon, tidak ada yang tidak bisa dilakukan oleh Tentara (TNI/Polisi), kecuali duduk diatas bayonetnya sendiri" tegasnya.
 
Aroma politik pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di tahun 2018 nanti sudah memanas. Dan dari beberapa pemberitaan beberapa figur-figur sudah menyiratkan untuk ambil bagian dalam gelaran pesta Demokrasi di daerah tersebut.
 
Editor Arif Wahyudi


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar