Desak Hentikan Operasionaal PT SAL, Warga Inhil Datangi BPN Provinsi Riau


Dibaca: 1025 kali 
Senin,02 April 2018 - 21:09:37 WIB
Desak Hentikan Operasionaal PT SAL, Warga Inhil Datangi BPN Provinsi Riau Warga Desa Pungkat saat melakukan aksi demonstrasi beberapa waktu lalu
GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Warga Desa Pungkat Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau mendatangi Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Riau Senin (2/4/2018). Mereka mendesak agar operasional PT Setia Agrindo Lestari (PT SAL) dihentikan operasionalnya. 
 
Dimana sebelumnya surat penghentian sementara kegiatan PT Setia Agrindo Lestari (PT SAL) yang dilayangkan oleh Pemerintah Daerah Indragiri Hilir tahun 2014 tidak mempan bagi perusahaan tersebut.
 
"Abainya perusahaan yang berafiliasi dengan First Resources dan lemahnya Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam mengatasi konflik agraria dan kerusakan lingkungan yang terjadi, membawa masyarakat Desa Pungkat menghadap dan meminta keberpihakan negara melalui Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau" kata Hamdalis perwakilan Desa Pungkat kepada GAGASAN melalui pesan elektroniknya.
 
Hasil analisis Sistem Informasi Geospasial WALHI Riau mencatat bahwa lokasi perizinan yang diberikan kepada PT SAL pada tanggal 13 November 2013 lalu dengan Nomor: 503/BP2MPD-IUP/2013/I tentang Izin Usaha Perkebunan atas nama PT. Setia Agrindo Lestari tumpang tindih dengan Peta Indikatif Penundaan Pemberian Izin Baru.
 
"Serta berada di kawasan gambut dengan kriteria lindung di Desa Pungkat Kecamatan Gaung. Hasil kajian ini mematahkan argumentasi PT SAL yang menyatakan bahwa areal konsesinya berada di atas tanah aluvial" kata Devi Indriani perwakilan daro organisasi lingkungan WALHI.
 
"Selain itu, kami juga mendapati bahwa areal konsesi PT SAL di Desa Pungkat sebagian besar merupakan hutan yang menjadi sumber penghidupan warga Desa" ujar Devi.
 
Ditambahkan Hamdalis, bahwa sebelum PT SAL beraktivitas, masyarakat menggunakan air dari Sungai Rawa yang mengaliri desanya. Namun sekarang, air sungai tersebut sudah tidak layak konsumsi, bahkan menurut masyarakat setempat setelah dimasak-pun rasanya tidak enak. Tidak hanya sampai disana, pencemaran juga berakibat pada penurunan perekonomian warga.
 
“Kami sudah muak dengan berbagai kelakuan nakal PT SAL, desa kami mayoritas bekerja sebagai pengerajin kapal. Sejak perusahaan ini masuk dan melakukan penebangan hutan kami kesulitan mencari bahan baku pembuatan kapal. Kalau penurunan perekonomian ini terus berlangsung mau diberi makan apa keluarga kami. Maka dari itu, saya mewakili masyarakat Desa Pungkat meminta BPN sesuai dengan kewenangannya menghentikan dan tidak menindaklanjuti apapun urusan administrasi yang berkaitan dengan PT SAL di areal desa kami” ungkapnya.
 
Staf WALHI Riau, Devi Indriani menambahkan bahwa hingga hari ini perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut terus beroperasi meski diduga belum mengantongi Hak Guna Usaha.
 
Bahkan menjelang akhir 2017 lalu, masyarakat Desa Pungkat masih melihat aktivitas perusahaan dengan komoditas sawit tersebut dan berhasil mendokumentasikan dalam bentuk video penebangan hutan yang dilakukan oleh PT SAL.
 
“Hari ini PT SAL diduga sedang dan akan mengajukan Hak Guna Usahanya (HGU), namun kami memiliki fakta temuan bahwa jauh sebelum pengajuan HGU ini, PT SAL sudah beroperasi, yang artinya hal tersebut merupakan aktivitas ilegal. Jika pengajuan HGU ini di tindaklanjuti, maka rakyat bisa menilai betapa buruk dan acuhnya pemerintah terhadap kepentingan warga negaranya sendiri” tutup Devi.
 
Editor Arif Wahyudi

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,02 Mei 2019 - 10:47:51 WIB

    Lions Club Lakukan Penghijauan di Perkantoran Walikota

    Lions Club Lakukan Penghijauan di Perkantoran Walikota GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Organsasi global yang hanya bergerak di bidang sosial, Perkumpulan Lions atau Lions Club melakukan gerakan penghijauan dengan menanam bibit pohon di komplek perkantoran baru Walikota Pekanbaru, Kami
  • Selasa,30 April 2019 - 18:00:05 WIB

    KPK Menetapkan Korporasi Perkebunan Sawit Sebagai Tersangka di Riau, Gakkum KLHK Kapan?

    KPK Menetapkan Korporasi Perkebunan Sawit  Sebagai Tersangka di Riau, Gakkum KLHK Kapan? GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) layak diapresiasi atas keberaniannya melawan kejahatan korporasi. Keberanian ini juga wujud gerakan yang diinisiasi KPK bernama Gerakan Nasional Penye
  • Kamis,25 April 2019 - 19:56:46 WIB
    KPK Terkesan Pembiaran:

    Perda RTRWP Riau Bertentangan dengan GNPSDA

    Perda RTRWP Riau Bertentangan dengan GNPSDA GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Peraturan Daerah (Perda) Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRW) Riau diduga bertentangan dengan Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA).  
  • Selasa,02 April 2019 - 17:56:59 WIB

    Aktivitas Galian C Kian Marak di Dayun

    Aktivitas Galian C Kian Marak di Dayun GAGASANRIAU,COM.SIAK - Aktivitas galian tanah timbun atau dikenal dengan istilah Galian C di Jalan Baru, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak kian marak. Mirisnya, kegiatan yang jika tak terkontrol menyebabkan kerusakan lingkungan
  • Jumat,29 Maret 2019 - 12:34:12 WIB

    Kondisi Harimau Sumatera Terjerat di Pelalawan Mengenaskan

    Kondisi Harimau Sumatera Terjerat di Pelalawan Mengenaskan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU  - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono menyatakan bahwa kondisi Harimau Sumatera yang terjerat di Kabu
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker