Ternyata Ada Anggota Jikalahari Akses Dana Diduga Dari Perusahaan HTI di Riau


Dibaca: 841 kali 
Rabu,04 April 2018 - 15:25:19 WIB
Ternyata Ada Anggota Jikalahari Akses Dana Diduga Dari Perusahaan HTI di Riau Ilustrasi lambang Jikalahari (sumber photo Fanpage Facebook Jikalahari)
GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU – Organisasi Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) yang belakangan ini getol menyoroti soal lingkungan dan perusahaan yang bergerak dalam penggunaan lahan skala massif. Tidak sepenuhnya dikatakan "bersih" pasalnya ada beberapa anggota yang tergabung dalam Jikalahari mengakses dana dari perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang beroperasional di Provinsi Riau.
 
Dana tersebut disalurkan melalui sebuah organisasi berbentuk yayasan, yakni Yayasan Belantara (Yayasan Bersama Lestarikan Nusantara). Dikutip dari potret24 Rabu 24 April 2018, terungkap beberapa fakta yang mengejutkan dari internal organisasi Jikalahari sendiri.
 
Sebagaimana diungkapkan oleh Ali Mahmuda, perwakilan Walhi yang juga anggota salah seorang DKP Jikalahari. Dituliskan oleh potret24, bahwa pewartanya menjumpai Ali Mahmuda kemarin di sela-sela diskusi tentang Sengketa Informasi terkait RTRW Riau.
 
Ali mengakui setidaknya ada 3 (tiga) komponen atau lembaga anggota Jikalahari yang mengakses dana dari Yayasan Belantara. “Setahu saya ada KAR, LPAD, KBH dan satu organisasi lagi yang ketuanya adalah Mayandri bersama mas yang saya lupa namanya. Beliau wartawan senior juga,” ucapnya.
 
Informasi yang berhasil dirangkum bahwa Aiden Yusti selaku Koordinator Yayasan Belantara di Riau bahwa organisasi tersebut bersumber dari Sinar Mas group (Asia Pulp & Paper), ia tidak menampiknya.
 
Meskipun rapat Dewan Pertimbangan dan Kode Etik (DKP) Jikalahari tertanggal 19 Januari 2018 telah melarang komponen atau lembaga anggota Jikalahari mengakses dana yang bersumber langsung maupun tidak langsung Yayasan Belantara.
 
Persoalannya kata Ali, Statuta atau kalau di organisasi lain dikenal dengan AD/ART itu masih bersifat multitafsir. Di Statuta Jikalahari hanya disebutkan lembaga anggota dilarang menerima atau mengakses dana dari organisasi dan perusahaan yang jelas jelas merusak lingkungan.
 
“Masalahnya sekarang saya kurang tahu mengapa Yayasan Belantara ini dikategorikan sebagai organisasi perusak lingkungan,” kata Ali lagi.
 
Yang ia ketahui, Yayasan Belantara hanya bersifat yayasan. Namun teman-teman lain komponen Jikalahari menyebut sumber dana Yayasan Belantara itu berasal dari Sinar Mas atau Asia Pulp & Paper (APP).
 
“Saya tak punya data apakah duit itu memangnya bersumber dari Sinar Mas atau dari gaji petinggi petinggi perusahaan bersangkutan,” tukasnya.
 
Terlepas soal itu, kucuran dana atau pengajuan dana untuk kegiatan Jikalahari ini menjadi polemik. Betapa tidak, Jikalahari yang dikenal “garang” dengan raksasa perusahaan yang dikampanyenya sebagai perusak hutan, diam-diam ada kompenen atau lembaga anggotanya yang bermitra dengan Yayasan Belantara, yang kelahirannya memang ”dibidani” APP.
 
Artikel ini sebelumnya sudah pernah terbit di sebuah media online lokal potret24.com dengan judul Komponen Jikalahari Terima Kucuran Dana Yayasan Belantara.
 
Editor Arif Wahyudi

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu,17 Oktober 2018 - 17:36:15 WIB

    JMGR Sebut APR Ancaman Baru Kawasan Gambut di Riau

    JMGR Sebut APR Ancaman Baru Kawasan Gambut di Riau GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) sebut PT Asia Pacifik Rayon (APR) pabrik pengolahan Viscose Staple Fiber (VSF) memproduksi serat rayon di Kerinci Kabupaten Pelalawan
  • Rabu,17 Oktober 2018 - 10:28:35 WIB

    APRIL Bangun APR, Ancaman Karhutla di Riau Kedepannya Semakin Mengerikan

    APRIL Bangun APR, Ancaman Karhutla di Riau Kedepannya Semakin Mengerikan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sekretaris Jenderal Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Isnadi Esman menyatakan bahwa ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Bumi Lancang Kuning akan semakin mengerikan dari sebelumnya
  • Kamis,11 Oktober 2018 - 13:40:17 WIB

    BBKSD Riau Turun Lacak Keberadaan Beruang Serang Warga

    BBKSD Riau Turun Lacak Keberadaan Beruang Serang Warga GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSD) Riau menurunkan tim untuk melacak keberadaan seekor beruang yang menyerang petani karet di Desa Teratak Baru, Kecamatan Kuantan Hilir sa
  • Rabu,26 September 2018 - 19:28:35 WIB
    Hutan Habis Dibabat Untuk Perkebunan

    Harimau Sumatera Tewas Dijerat di Kabupaten Kuansing Riau

    Harimau Sumatera Tewas Dijerat di Kabupaten Kuansing Riau GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Riau kembali mendapat laporan dari warga soal adanya hewan dilindungi yang terancam nyawanya. Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatr
  • Jumat,21 September 2018 - 17:59:59 WIB

    Ini Daftar Konsesi Terbakar , Ada HTI dan Perkebunan Sawit

    Ini Daftar Konsesi Terbakar , Ada HTI dan Perkebunan Sawit GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mencatat ada puluhan konsesi yang beroperasi di Provinsi Riau yang terbakar. Konsesi tersebut berupa Hutan Tanaman Industri (HTI) maupun perkebuna
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker