PT Nothern Yamano Technology Oil Resources Mengaku Sudah Mendapat Izin, Ditanya Soal Penolakan Warga Membisu


Dibaca: 1051 kali 
Kamis,12 April 2018 - 04:08:35 WIB
PT Nothern Yamano Technology Oil Resources Mengaku Sudah Mendapat Izin, Ditanya Soal Penolakan Warga Membisu PLT Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi saat meresmikan operasional pengeboran minyak di di Blok East Pamai ?di Kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru
GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Joni, Humas PT Nothern Yamano Technology Oil Resources mengaku pengeboran eksplorasi di Blok East Pamai ‎di Kelurahan Rumbai Bukit Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru sudah mendapat izin dari Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Selain mendapat izin kerja dari SKK Migas, pihak perusahaan juga mengaku sudah mendapat izin dari pemerintah setempat dalam hal ini Pemko Pekanbaru.
 
"Kami KKKS ( Kontraktor Kontrak Kerja Sama) SKK Migas dan PT Northern Yamano Technollogy adalah pelaksana pekerjaan eksplorasi Migas yang diawasi oleh pemerintah-SKKMigas, dalam pelaksanaan pekerjaan kami diatur oleh Peraturan Tata Kerja (PTK)" terang Joni menanggapi beredarnya video yang diunggah ke akun media sosial Youtube dengan judul Air Bercampur Minyak di Pekan Baru kepada GAGASAN Rabu (11/4/2018).
 
Selain itu Joni menjelaskan bahwa operasional akan dihentikan jika tidak mengikuti PTK.
 
"SKK Migas sekiranya tidak mengikuti PTK, pekerjaan kami selalu diawasi setiap hari baik dari SKK Migas, kepolisian, TNI dan pemerintah setempat, setiap pekerjaan kami sampai saat ini selalu mengikuti PTK" terangnya.
 
Kemudian Joni menyatakan bahwa adanya laporan soal pencemaran akibat dari pengeboran ia memastikan tidak ada efeknya dengan air warga.
 
"Adapun gejala minyak yang ada di YouTube, kami pastikan bukan dari limbah lubang pemboran karena kami belum menemukan minyak serta Lumpur kita tidak menggunakan bahan minyak" terangnya.
 
Namun ketika ditanyakan soal penolakan warga dengan operasional perusahaan tersebut, Joni membisu. Meskipun pesan yang dikirim melalui Whatsapp dibacanya.
 
Sebelumnya diberitakan pihak Satuan Kerja Khusus Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melalui Humas nya M Rochaddy Humas Perwakilan SKK Migas Sumbagut ini kepada GAGASAN Rabu (11/4/2018) menyatakan akan menunggu hasil uji laboratorium PT Northern Yamano.
 
 
Operasional PT Northern Yamano Technollogy ini sebelumnya sempat ditolak oleh warga Jalan Singosari di lingkungan RT 03/RW 01, perusahaan tersebut diduga mencemari air milik penduduk setempat.
 
Informasi yang berhasil dirangkum, warga yang terdampak dari operasi pengeboran minyak bumi, sebelumnya sudah menyampaikan keberatan dan melakukan penolakan. Namun pihak SKK Migas Sumbagut tetap mengeluarkan izin.
 
Selain diduga terjadinya pencemaran, PT  Northern Yamano Technollogy juga enggan melakukan ganti rugi sesuai tuntutan warga setempat yang terkena dampak operasional pengeboran.
 
Dimana dituliskan dari beritariaucom, sudah 8 bulan sejak Sosialisasi Rencana Pengeboran pada 18 Agustus 2017, hingga hari ini beroperasi di kedalaman puluhan meter, sebagian warga sekitar yang berdampak langsung atas pengeboran itu, belum ada ganti rugi atau persetujuan.
 
Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI) Provinsi Riau, DS Sagala kepada Beritariau.com, Minggu (11/03/18).
 
Sagala mengaku pihaknya ditunjuk sebagai kuasa untuk memperjuangkan ganti rugi tersebut, oleh 8 orang warga sekitar khususnya yang berdomisili di pintu masuk area eksplorasi
 
Editor Arif Wahyudi

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,11 Oktober 2018 - 13:40:17 WIB

    BBKSD Riau Turun Lacak Keberadaan Beruang Serang Warga

    BBKSD Riau Turun Lacak Keberadaan Beruang Serang Warga GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSD) Riau menurunkan tim untuk melacak keberadaan seekor beruang yang menyerang petani karet di Desa Teratak Baru, Kecamatan Kuantan Hilir sa
  • Rabu,26 September 2018 - 19:28:35 WIB
    Hutan Habis Dibabat Untuk Perkebunan

    Harimau Sumatera Tewas Dijerat di Kabupaten Kuansing Riau

    Harimau Sumatera Tewas Dijerat di Kabupaten Kuansing Riau GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Riau kembali mendapat laporan dari warga soal adanya hewan dilindungi yang terancam nyawanya. Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatr
  • Jumat,21 September 2018 - 17:59:59 WIB

    Ini Daftar Konsesi Terbakar , Ada HTI dan Perkebunan Sawit

    Ini Daftar Konsesi Terbakar , Ada HTI dan Perkebunan Sawit GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mencatat ada puluhan konsesi yang beroperasi di Provinsi Riau yang terbakar. Konsesi tersebut berupa Hutan Tanaman Industri (HTI) maupun perkebuna
  • Jumat,21 September 2018 - 17:24:34 WIB

    Kinerja BRG Mandul, Presiden Perlu Turun Tangan Atasi Soal Restorasi Gambut di Riau

    Kinerja BRG Mandul, Presiden Perlu Turun Tangan Atasi Soal Restorasi Gambut di Riau GAGASANRIAU.COM , PEKANBARU — Organisasi Jaringan Kerja Penyelamata Hutan (Jikalahari) menilai kinerja Badan Restorasi Gambut (BRG) termasuk Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Provinsi Riau merestorasi gambut tidak menu
  • Kamis,20 September 2018 - 12:32:41 WIB

    Disangka Macan Dahan, Warga Pekanbaru Ini Selamatkan Kucing Hutan

    Disangka Macan Dahan, Warga Pekanbaru Ini Selamatkan Kucing Hutan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Seorang warga Kulim Kota Pekanbaru bernama Dudung (36) pada Senin, 17 September 2018 menyampaikan keinginannya untuk menyerahkan Kucing hutan _(Felis bengalensis)_ ke Balai Besar KSDA Riau untuk d
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker