Tak Bisa Daftar BPJS Kerna Jaringan, Warga Inhil Meninggal Dunia


Dibaca: 587 kali 
Senin,04 Juni 2018 - 20:36:24 WIB
Tak Bisa Daftar BPJS Kerna Jaringan, Warga Inhil Meninggal Dunia Ilustrasi orang sakit
GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN -Warga Inhil bernama Almarhum Doyat semasa hidupnya tidak bisa menikmati indahnya menjadi peserta BPJS Kesehatan karena terkendala adanya ganda data kependudukan pada anaknya (M. Yusuf) di dua kabupaten, Indragiri Hilir dan Rokan Hulu. 
 
Doyat masuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan pada 13 Mei 2018. Sewaktu itu, anaknya M Yusuf mencoba mengurus administrasi untuk mendapatkan BPJS khusus masyarakat miskin dengan mengurus surat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) ke RT dan Kantor Desa Pasir Emas Kecamatan Batang Tuaka. 
 
Segala administrasi di desa selesai diurus M Yusuf dan langsung menunju ke Dinas Sosial untuk mendapatkan Surat Rekomendasim untuk syarat ke BPJS untuk mendapatkan KIS.  
 
Setiba di BPJS, ditemukanlah NIK M Yusuf ganda, ia terdaftar di Kependudukan Kabupaten Inhil dan terdaftar juga di Kabupaten Rohul. Pihak BPJS meminta Yusuf untuk memilih NIK yang akan digunakan pada waktu itu. 
 
Karena data di Kabupaten Rohul sudah terdaftar dan direkam e-KTP, Yusuf meminta surat rekomendasi dari desa untuk menghapus data kependudukan di Inhil. 
 
Pihak Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Inhil sudah menghapus data kependudukan M Yusuf tersebut dengan dasar surat rekomendasi desa Pasir Emas dan juga bukti e-KTP M Yusuf yang dimilikinya dari Rokan Hulu. 
 
Setelah proses penghapusan selesai, Yusuf mendapatkan draf dari Disdukcapil untuk dibawa ke BPJS untuk menjadikan administrasi bahwa dirinya sudah tidak masuk lagi di dalam Kartu Keluarga (KK) Doyat. 
 
Namun apalah daya, ternyata draf tersebut tidak bisa digunakan karena menurut petugas BPJS data online nama M Yusuf masih terdaftar, dan data yang diinput oleh pihak Disdukcapil (Draf, red) belum upgrade. 
 
Setelah beberapa jam berkomunikasi dengan pihak BPJS pihaknya tetap tidak bisa mendaftarkan karena terkendala nama M Yusuf masih ada di data online,  sementara batas terakhir pendaftaran khusus BPJS miskin hanya 3 kali 24 jam dan hari itu (Rabu,red) merupakan batas terakhir waktu untuk mendaftar. 
 
Sekira pukul 16.00 WIB, Rabu (16/5/2018) dipastikan tidak bisa mendaftarkan di BPJS karena kantor sudah tutup dan segala bentuk administrasi yang diurus dari hari Senin, Selasa, dan Rabu sirna tak ada arti. Tidak lama kemudian Pak Doyat menghembuskan juga nafas terakhirnya. 
 
Doyat dipulangkan ke Desa Pasir Emas untuk dikebumikan, sementara pembayaran di RSUD PH waktu itu menurut M Yusuf saat dikonfirmasi menyebutkan berkisar 3.000.000 Rupiah. 
 
"Kami betul-betul terpukul dengan ini, harapan kami sistem online lebih mempermudah masyarakat tapi malah begini," ujarnya sambil murung. 
 
Menindaklanjuti permasalahan ini, awak media mencoba mengkonfirmasi Sekertaris Komisi IV DPRD Inhil, Herwanisitas, Senin (4/6/2018). Dalam wawancaranya Politisi muda ini sangat menyayangkan pihak BPJS Kesehatan tidak memberikan solusi dan juga tidak mempelajari permasalahan ini jauh-jauh hari. 
 
"Kalau begini tidak ada rasa manusiawi lagi, sebaiknya permasalahan ini ditindaklanjuti apalagi terdengar sudah sering ditemukan di lapangan," ucap Sitas dengan tegas. 
 
Dewan dari Fraksi PKB ini juga mengatakan BPJS terlalu kaku dalam menjalankan tugas dan menyarankan untuk harus lebih bijak lagi kedepannya.
 
"Hanya karena terkendala anaknya bapaknya tak bisa tertolong, itupun bukan sepenuhnya kendala anaknya, tapi sistem. Kalau urusan meninggal itu memang takdir Allah, tapi kita disini ingin bagaimana masyarakat bisa tertolong dan tidak merepotkan mereka," tambahnya pula.
 
Reporter: Daud M Nur

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Minggu,17 Juni 2018 - 22:22:12 WIB

    Rudiyanto Taja Open House di Pekanbaru

    Rudiyanto Taja Open House di Pekanbaru GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -Setelah selama dua hari melaksanakan Open House di Kediaman Dinas Bupati Indragiri Hilir (Inhil) yang beralamat di Jalan Kesehatan Nomor 1Tembilahan, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Inhil H Rudyanto SH MSi dan kelu
  • Minggu,17 Juni 2018 - 22:11:24 WIB

    Hari Ketiga Idul Fitri, 7000 Wisatawan Padati Pantai Solop

    Hari Ketiga Idul Fitri, 7000 Wisatawan Padati Pantai Solop GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Keindahan Pantai Solop yang berada di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri hilir (Inhil), Provinsi Riau menjadi daya tarik
  • Sabtu,16 Juni 2018 - 22:01:31 WIB

    Sambut Idul Fitri, Rudiyanto Gelar Open House

    Sambut Idul Fitri, Rudiyanto Gelar Open House GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN -Usai melaksanakan solat Idul Fitri di Lapangan Gajah Mada Tembilahan, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Rudyanto SH MSi gelar Open House Hari Raya Idul Fitri 1
  • Jumat,15 Juni 2018 - 21:16:30 WIB

    Open House, Dani Menjamu Ratusan Tamu Di Kediaman Dinasnya

    Open House, Dani Menjamu Ratusan Tamu Di Kediaman Dinasnya GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN -Ketua DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), H Dani M Nursalam menjamu ratusan tamu saat menggelar open house di Kediaman Dinasnya, Jalan Swarna Bumi, Tembilahan, Jum'at (15/6/201
  • Jumat,15 Juni 2018 - 21:10:43 WIB

    Pawai Takbir Idul Fitri, Rudiyanto: Partisipasi Cerminkan Karakter Religius Masyarakat

    Pawai Takbir Idul Fitri, Rudiyanto: Partisipasi Cerminkan Karakter Religius Masyarakat GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN -Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Rudyanto menyebut tingginya partisipasi dalam pawai takbir Idul Fitri 1439 Hijriyah mencerminkan karakter religius mas
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker