Wah Ternyata PT Triomas FDI Sengaja Bakar Lahan Berdasarkan Keterangan Saksi Ahli


Dibaca: 642 kali 
Kamis,30 Agustus 2018 - 14:40:27 WIB
Wah Ternyata PT Triomas FDI Sengaja Bakar Lahan Berdasarkan Keterangan Saksi Ahli sumber photo Senarai
GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Perusahaan perkebunan sawit, PT Triomas Forestry Development Indoensia (TFDI) dinilai sengaja membakar lahannya dengan tujuan agar berbiaya murah. Akibat kerusakan lahan gambut tersebut, dalam tempo 10 tahun belum tentu pulih.
 
Sebagaimana dilansir oleh senarai, laman yang fokus mengawasi persoalan lingkungan di Riau ini, pernyataan tersebut disampaikan oleh Yudi Wahyudin Ketua Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut IPB, sebagai ahli sumberdaya alam dan lingkungan. Yudi akademisi Sosial Ekonomi Perikanan. 
 
Dimana saat itu, Yudi Wahyudin bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Siak pada Senin 28 Mei 2018 untuk terdakwa PT Triomas FDI ini.
 
Saat itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan Yudi Wahyudin Ketua Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Laut IPB, sebagai ahli sumberdaya alam dan lingkungan.
 
Yudi diminta menghitung kerugian akibat kebakaran hutan terutama di lahan gambut berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.
 
Dituliskan Senarai, dalam kesaksian Yudi, bahwa bila gambut terbakar akan menghilangkan jasa ekosistem yang terdiri dari jasa pengaturan, jasa produksi, jasa habitat dan jasa budaya. Menghitung kerugiannyanya, Yudi merujuk pada Jurnal Costanza.
 
Satu hektar lahan gambut terbakar, ruginya Rp 75 juta pertahun. Rumusnya, kerugian pertahun dikali 10 tahun masa pemulihan dikali luas lahan yang terbakar.
 
“10 tahun itu standar minimal pemulihan. Itu pun belum tentu pulih seperti semula,” kata Yudi Wahyudin. (Baca Juga Terdakwa Karhutla di Riau, JPU Tuntut PT Triomas FDI Rp.1 M, Dan Perbaikan Kerusakan Lahan)
 
 
Bila merujuk pada lahan PT TFDI yang terbakar, hitungannya, 75.000.000x10x357 ha. Jumlahnya, Rp. 267.750.000.000.
 
Adalagi biaya restorasi. Menghitungnya tinggal dikali 4 dari total biaya jasa ekosistem tadi. Hasilnya, Rp. 1.071.000.000.000.
 
Kata Yudi, restorasi harus dilakukan berulang-ulang. “4 kali itu masih dasar minimal dan juga belum tentut pulih seperti sediakala.
 
Dituliskan Senarai lagi, ketika itu, selain Yudi, JPU mestinya menghadirkan Sumardi ahli kerusakan lingkungan dari Universitas Gadjah Mada. Pemanggilan terhadapnya sudah dilakukan berkali-kali. Usianya sudah renta dan sering sakit-sakitan. JPU menunjukkan bukti surat pemanggilan dan surat keterangan dari dokter.
 
JPU meminta izin untuk bacakan BAP Sumardi. Penasihat hukum PT FDI keberatan karena hanya saksi fakta yang boleh dibacakan keterangannya bila merujuk pada KUHAP. Majelis hakim tetap mempersilakan JPU. Keberatan PH dicatat panitera.
 
Sumardi pernah ke lokasi PT TFDI yang terbakar bersama penyidik LHK. Yang terbakar sebagian areal tanaman sawit, areal land clearing dan sebagian masih hutan. Kebakaran terjadi dua kali dan diblok yang berbeda.
 
Api berasal dari dalam lahan PT TFDI. Penyebab kebakaran bukan karena faktor alam tapi karena aktivitas pembersihan lahan. Ada bekas tumpukan kayu di lokasi terbakar. Pohon-pohon bekas terbakar ditebang.
 
Kebakaran dilakukan dengan sengaja dan dibiarkan untuk mempercepat pembersihan lahan. Tidak ada sekat bakar, menara pemantau api dan papan peringatan.
 
Dalam sidang tersebut, tulis Senarai, dipimpin oleh Majelis hakim Lia Yuwannita, Risca Fajarwati dan Dewi Hesti Indria.
Sementara terdakwa PT Triomas Forestry Development Indoensia (TFDI), diwakili Supendi sebagai direktur.
 
Editor Arif Wahyudi
Sumber senarai.or.id

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa,19 Februari 2019 - 21:28:57 WIB

    Pasca di PHK, 11 Mantan Karyawan Gugat RTv 1,1 Miliar Digugat Balik

    Pasca di PHK, 11 Mantan Karyawan Gugat RTv 1,1 Miliar Digugat Balik GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Sudahlah di PHK tanpa pesangon, 11 orang mantan karyawan PT Riau Media Televisi (RTv) saat ini harus menghadapi gugatan balik dari tergugat sebesar  hampir Dua Miliar, dalam perkara Perselisihan Hubungan Indu
  • Minggu,10 Februari 2019 - 12:38:29 WIB

    Curi ECU Mobil, Deni Palembang Digelendang ke Kandang Situmbin

    Curi ECU Mobil, Deni Palembang Digelendang ke Kandang Situmbin GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Tidak lama menikmati hasil curiannya pada sebuah halaman rumah orang berupa sebuah komputer mobil atau ECU, Deni Palembang harus merasakan dinginnya kandang situmbin di Polsek Lima Puluh, Pekanbar
  • Kamis,31 Januari 2019 - 18:50:10 WIB

    Alamak, Tersangka Curanmor Masih Berstatus Pelajar

    Alamak, Tersangka Curanmor Masih Berstatus Pelajar GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Kapolsek Kempas, Inhil, dan jajarannya berhasil mengungkap pelaku pencurian kendaraan bermotor dan langsung menggiring mereka ke balik jeruji Mapolsek, Ironisnya, salah seorang pelaku masih berst
  • Sabtu,26 Januari 2019 - 11:55:30 WIB

    Sebarkan Hoaks Soal PDI Perjuangan, PNS di Kampar Dipolisikan

    Sebarkan Hoaks Soal PDI Perjuangan, PNS di Kampar Dipolisikan GAGASANRIAU.COM, KAMPAR - Beberapa akun Media Sosial (Medsos) Facebook dilaporkan ke polisi karena menyebarkan foto dan video hoaks alias bohong tentang PDI Perjuangan. Salah satu yang dilaporkan berprofesi sebagai Aparatur S
  • Jumat,25 Januari 2019 - 16:19:55 WIB

    Penyebar Hoaks Puan Maharani Resmi Dilaporkan ke Polda Riau

    Penyebar Hoaks Puan Maharani Resmi Dilaporkan ke Polda Riau GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -  Pengguna medsos Whatsapp bernama Nurzen dilaporkan oleh Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) ke Polda Riau. Pasalnya Nurzen penyebarkan gambar/foto hoaks Puan Maharani.
KABAR TERKINI
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker