JMGR Sebut APR Ancaman Baru Kawasan Gambut di Riau


Dibaca: 1060 kali 
Rabu,17 Oktober 2018 - 17:36:15 WIB
JMGR Sebut APR Ancaman Baru Kawasan Gambut di Riau Penebangan Hutan dan Penggalian kanal di gambut lindung Pulau Padang tahun 2016 Dokumentasi: JMGR

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) sebut PT Asia Pacifik Rayon (APR) pabrik pengolahan Viscose Staple Fiber (VSF) memproduksi serat rayon di Kerinci Kabupaten Pelalawan ancaman baru untuk kawasan gambut di Riau.

 

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Jaringan Masyarakat Gambut Riau, Isnadi Esman, perusahaan APR ini akan menggunakan kayu akasia untuk memenuhi kapasitas produksinya, sudah pasti kayu yang digunakan berasal dari PT. Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) yang selama ini merusak gambut dengan melakukan penebangan hutan alam dan membuat kanal-kanal besar dengan mengeringkan air gambut untuk menanam akasia.

 

"APR menjadi ancaman baru kawasan gambut di Riau," sebut Isnadi melalu rilis diterima GAGASANRIAU, Rabu (17/11/2018)

 

APR merupakan sebuah perusahaan baru dari Royal Golden Eagle (RGE) induk dari grup besar Asia Pacific Resources International Holdings Ltd (APRIL), lebih kurang satu tahun terakhir APR membangun pabrik pengolahan Viscose Staple Fiber (VSF) di Kerinci Kabupaten Pelalawan, yang akan menghasilkan semacam serat rayon pengganti kapas yang dapat digunakan dalam memproduksi barang harian seperti pakaian dan kebutuhan industri manufaktur lainnya. VSF yang dihasilkan nantinya berbahan baku bubur kertas yang berasal dari kayu akasia yang ditanam di lahan gambut di Riau oleh RAPP yang juga perusahaan yang terafiliasi dengan RGE.

 

APR menargetkan akan memproduksi 240.000 ton/tahun, dengan target ini maka akan semakin banyak kayu akasia yang akan di roduksi menjadi bubur oleh RAPP dan ini pastinya memberikan ancaman yang semakin besar terhadap gambut-gambut yang menjadi areal konsesi mereka. Terutama untuk gambut dalam dengan fungsi lindung yang selama ini dialih fungsikan menjadi areal budidaya akasia RAPP.

 

Hal ini berbanding terbalik dengan pernyataan RAPP beberapa waktu yang lalu ketika Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta RAPP untuk merevisi Rencana Kerja mereka untuk mematuhi peraturan pemerintah tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut, saat itu mereka sempat akan untuk mem-PHK ribuan pekerja, dan sempat melakukan gugatan hukum terhadap KLHK dan bahkan sempat terjadi aksi massa oleh pekerja, namun saat ini ketika mereka kalah di pengadilan dan harus merevisi RKU mereka sekarang malah membuat pabrik baru dan meningkatkan kapasitas produksi yang pastinya juga menambah tenaga kerja.

 

Seharusnya, lanjutnya, saat ini RGE dan grupnya fokus untuk melakukan upaya restorasi gambut termasuk melakukan upaya penyelesaian konflik dengan masyarakat, kemudian terbuka terhadap revisi RKU RAPP yang sudah di sahkan oleh menteri. Revisi RKU tersebut sangat tertutup bahkan pemerintah pun tidak pernah membuka berapa luas yang di revisi dan dimana lokasinya, ada isu katanya di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang tapi hingga kini tidak jelas.

 

“Kita minta kepada pemerintah yang dalam hal ini KLHK harus memberikan perhatian khusus terhadap RGE dan afiliasinya, memberikan pengawasan yang ekstra terhadap pelaksanaan restorasi gambutnya melalui perubahan RKU yang sudah ada. Dan seharusnya pemerintah tidak lagi meberikan izin pendirian industri-industri yang akan semakin memberikan daya rusak tinggi terhadap gambut. Khususnya di Riau," Pungkas Isnadi.

 

Editor: Arif Wahyudi


Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,19 Juli 2019 - 17:24:23 WIB

    Kapolri Didesak Evaluasi dan Pecat Kapolda Riau Serta Kapolres Kampar

    Kapolri Didesak Evaluasi dan Pecat Kapolda Riau Serta Kapolres Kampar GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Konflik antara masyarakat Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar Provinsi Riau dengan PT Bumi Sekar Alam Lestari (SBAL) mengakibatkan kekerasan antara aparat Brimob dan warga di de
  • Senin,15 Juli 2019 - 17:45:23 WIB

    Warga : PT SBAL Gunakan Brimob Halau Masyarakat Tuntut Haknya

    Warga : PT SBAL Gunakan Brimob Halau Masyarakat Tuntut Haknya GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Anton, perwakilan masyarakat di Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar Provinsi Riau menyatakan bahwa saat ini PT Bumi Sekar Alam Lestari (SBAL) menggunakan aparat Brimob untuk men
  • Kamis,04 Juli 2019 - 15:59:38 WIB

    Walikota Didesak Minta Maaf kepada Keluarga Korban Banjir

    Walikota Didesak Minta Maaf kepada Keluarga Korban Banjir GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Gabungan organisasi pecinta lingkungan hidup yang tergabung dalam Koalisi Sedia Payung (KSP) mendesak Walikota Pekanbaru Firdaus, MT untuk menyatakan permintaan maaf secara terbuka terhadap kelua
  • Selasa,02 Juli 2019 - 18:09:04 WIB
    Dugaan Perambahan PT Torganda:

    Aktivis Amperra Desak Polda Usut Oknum Dinas Kehutanan

    Aktivis Amperra Desak Polda Usut Oknum Dinas Kehutanan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Puluhan aktivis Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Rakyat (Amperra) Riau, Selasa siang (2/7/2019), mendatangi dan melakukan aksi unjurkasa damai di gerbang kantor Direktorat Reserse Kriminal Khu
  • Kamis,27 Juni 2019 - 15:34:07 WIB

    Walhi : Walikota Lebih Pentingkan Bangun Gedung Ketimbang Tanggulangi Banjir

    Walhi : Walikota Lebih Pentingkan Bangun Gedung Ketimbang Tanggulangi Banjir GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Wilayah Riau menilai Walikota Pekanbaru Firdaus lebih mementingkan membangun gedung perkantoran daripada menanggulangi masalah banjir yang melanda setiap
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker