Parah Oknum Lurah Pekanbaru Gunakan Hasil Pungli untuk Kebutuhan Pribadi


Dibaca: 434 kali 
Selasa,04 Desember 2018 - 16:48:41 WIB
Parah Oknum Lurah Pekanbaru Gunakan Hasil Pungli untuk Kebutuhan Pribadi Lurah Lurah Sidomulyo Barat saat menjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Riau Rabu Rabu 28 November 2018

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -Oknum Lurah Sidomulyo Barat berinisial RM (37) pelaku pungli pembuatan surat tanah mengaku hasil pungli tersebut untuk keperluan pribadi.

 

Pengakuan pelaku tersebut saat diinterogasi Ditreskrimsus Polda Riau. Pelaku ditahan untuk 20 hari pertama di Rutan Polda Riau atas kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Ditreskrimsus Polda Riau, Rabu (28/11/2018) lalu.

 

''Uang pungli yang diminta oknum lurah tersebut dari masyarakat yang mengurus surat akan digunakan sendiri oleh pelaku," kata Kombes Pol Sunarto

 

Sunarto memaparkan saat ini kepolisian sedang mendalami kasus tersebut serta melengkapi berkas perkara untuk dilimpahkan ke JPU.

 

Diketahui, oknum lurah tersebut tertangkap tangan di Warkop Jakarta Jalan Soekarno-Hatta, Rabu (28/11/2018) sekitar pukul 14.30 WIB. RM tertangkap tangan tim saber pungli saat meminta uang untuk pengurusan surat tanah dari pembeli tanah sebesar Rp10 juta.

 

Sebelum tertangkap tangan tim saber pungli Direskrimsus, pembeli tanah menghubungi Kasubdit 1 Ditreskrimsus, untuk menginformasikan ada oknum lurah yang meminta uang sebesar Rp10 juta, agar SKGR yang diurus dapat ditandatangani.

 

Dari laporan tersebut Direskrimsus melakukan pengintaian terhadap pelaku ini. Saat tertangkap tangan, oknum lurah ini menyimpan uang yang dimintanya kepada masyarakat dalam jok sepeda motor dinas (plat merah, red) sebanyak Rp10 juta.

 

Saat diinterogasi oknum lurah tersebut mengakui sebelumnya sudah meminta uang sebesar Rp25 juta pada penjual tanah untuk kepengurusan surat tanah SKT dan SKGR. Saat itu penjual tanah hanya memberikan uang Rp23 juta kepada oknum lurah tersebut dan diterimanya.

 

Oknum lurah ini telah melanggar Pasal 12 Huruf e Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Terancam hukuman pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun. Pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

 

Editor: Arif Wahyudi


Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,19 Juli 2019 - 23:01:28 WIB
    KPK Harus Memiskinkan dan Cabut Hak Politik Kepala Daerah di Riau Terlibat Korupsi

    Ditetapkan Tersangka Oleh KPK , Amril Mukminin Dan Zulkifli AS Coreng Muka Riau di Mata Nasional

    Ditetapkan Tersangka Oleh KPK , Amril Mukminin Dan Zulkifli AS Coreng Muka Riau di Mata Nasional GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Didik Arianto, Koordinator Aliansi Mahasiswa, Masyarakat Anti Korupsi (AMMAN ) Riau menyatakan dua kepala daerah yakni Amril Mukminin selaku Bupati Kabupaten Bengkalis dan Zulkifli Adnan Singkah (
  • Jumat,12 Juli 2019 - 15:21:01 WIB

    KPK Harus Usut Tuntas Kasus Bowo Sidik Libatkan Pemkab Meranti

    KPK Harus Usut Tuntas Kasus Bowo Sidik Libatkan Pemkab Meranti GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Riau mendukung penuh KPK untuk mengusut tuntas dalam kasus anggota DPR RI Bowo Sidik yang diduga melibatkan pejabat di Kabupaten Kepulauan Meran
  • Selasa,09 Juli 2019 - 20:29:52 WIB

    Kapolda Riau Didesak Tindak Tegas Judi Gelper

    Kapolda Riau Didesak Tindak Tegas Judi Gelper GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU -- Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo didesak untuk bertindak tegas terhadap praktek perjudian berkedok gelanggang permainan (gelper) yang tumbuh subur di Kota Pekanbaru dan beberapa kota
  • Selasa,09 Juli 2019 - 17:08:10 WIB

    GRB Layangkan Surat ke KPK Pertanyakan Bupati Bengkalis Tak Kunjung Ditahan

    GRB Layangkan Surat ke KPK Pertanyakan Bupati Bengkalis Tak Kunjung Ditahan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Gerakan Riau Bersih (GRB) melayangkan surat untuk mempertanyakan kepada KPK RI terkait belum ditahannya dua kepala daerah yang sudah ditetapkan Tersangka oleh lembaga kebal hukum tersebut.
  • Selasa,09 Juli 2019 - 15:42:47 WIB
    Demo di Kejati Riau;

    ''KPK'' Desak KPK Tangkap Walikota Dumai Zulkifli AS

    ''KPK'' Desak KPK Tangkap Walikota Dumai Zulkifli AS GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU  - Gabungan masyarakat yang mengatasnamakan Koalisi Pengawasan Korupsi (''KPK'') mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera menangkap Walikota Dumai Zulkifli AS.
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker