JMGR: Ribuan Ikan Mati Diduga Keracunan, DLH Pelalawan Harus Tanggap


Dibaca: 456 kali 
Selasa,25 Desember 2018 - 14:39:07 WIB
JMGR: Ribuan Ikan Mati Diduga Keracunan, DLH Pelalawan Harus Tanggap Ribuan ikan mati di sungai Kampar diduga keracunan pencemaran limbah
GAGASANRIAU.COM, PELALAWAN - Kejadian mengapungnya ribuan ikan di Sungai Kampar yang sedang ramai dibicarakan ini akhirnya ditanggapi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan sebagai mana yang di muat di beberapa media online di Riau.
 
DLH sendiri belum melakukan peninjauan ke lapangan terkait ribuan ikan mati di Sungai Kampar, Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti.
 
Kepala DLH Kabupaten Pelalawan, Samsul Anwar mengatakan, tidak ada kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik perusahaan yang melimpah. “Tak ada kolam IPAL yang melimpah. Kan bisa jadi karena ada faktor lain,” ujar dia. 
“Itu yang lebih faham orang dinas perikanan. Coba telepon kesana kalau penyebab ikan mati,” tandasnya, Senin 24/12/2018.
 
Namun, tanggapan Kepala DLH Kabupaten Pelalawan tersebut dinilai tidak profesional dan belum menjawab keresahan warga untuk mengetahui apa penyebab matinya ikan-ikan di sungai Kampar tersebut. 
 
“Seharusnya DLH dan instansi yang terkait menindak lanjuti dengan investigasi dan pengujian mendalam. Hasilnya nanti dapat menjawab keresahan warga yang tinggal di sekitaran sungai, terlebih lagi masyarakat setempat sangat bergantung dengan air sungai terutama untuk mandi dan mencuci, sebagian besar masyarakat tersebut juga berprofesi sebagai nelayan di Sungai Kampar”. Ungkap Jamal Ketua Wilayah Jaringan Masyarakat Gambut Riau (JMGR) Kab. Pelalawan.
 
“Selain itu hasil investigasi juga bisa dijadikan acuan dasar untuk menentukan langkah antisipasi apa yang harus dilakukan untuk keberlangsungan hidup masyarakat selanjutnya. Tambah Jamal.
 
“Untuk memastikan apakah kejadian mengapungnya ribuan ikan di Sungai Kampar terutama di Sekitaran Kecamatan Teluk Meranti pastinya tidak bisa hanya dengan melihat secara empiris. Perlu di lakukan uji labor terhadap semua elemen yang ada di sekitarnya baik itu air sungai, ikan dan biota sungai terdampak, tanah dan unsur lainnya. Semua itu hanya bisa di identifikasi secara ilmiah. Dan itu menjadi kewenangan dinas terkait, terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH),” jelas Sudirman. Dewan Majelis Pusat Gambut Riau (MPGR)kepada media melalui rilis resmi JMGR.
 
“Lebih luas lagi, kejadian ini bukan hanya sekedar terkait matinya ikan-ikan di sungai Kampar, tapi ada unsur-unsur lain yang saling berkaitan. Daerah Aliran Sungai (DAS) dimana ditemukan ikan-ikan mati tersebut merupakan satu kesatuan ekosistem DAS yang menyatu dalam satu lingkungan. Bukan hanya soal ikan yang mati. Mungkin benar masalah ini menjadi fokus Dinas Perikanan jika substansi masalahnya hanya soal ikan mati. Tapi ini kan lebih luas yang perlu di sikapi dengan bijaksana dan kopherensif oleh Pemerintah Daerah Pelalawan,” tambah Sudirman.
 
“Harapannya Pemerintah Kabupaten Pelalawan lebih serius lagi dalam menyikapi permasalahan ini. Agar dampak yang dialami oleh masyarakat ini tidak menjadi bencana yang berkepanjangan, jangan nanti setelah makan korban baru di perhatikan”. Tutup Sudirman.
 
Editor: Arif Wahyudi

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,02 Mei 2019 - 10:47:51 WIB

    Lions Club Lakukan Penghijauan di Perkantoran Walikota

    Lions Club Lakukan Penghijauan di Perkantoran Walikota GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Organsasi global yang hanya bergerak di bidang sosial, Perkumpulan Lions atau Lions Club melakukan gerakan penghijauan dengan menanam bibit pohon di komplek perkantoran baru Walikota Pekanbaru, Kami
  • Selasa,30 April 2019 - 18:00:05 WIB

    KPK Menetapkan Korporasi Perkebunan Sawit Sebagai Tersangka di Riau, Gakkum KLHK Kapan?

    KPK Menetapkan Korporasi Perkebunan Sawit  Sebagai Tersangka di Riau, Gakkum KLHK Kapan? GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) layak diapresiasi atas keberaniannya melawan kejahatan korporasi. Keberanian ini juga wujud gerakan yang diinisiasi KPK bernama Gerakan Nasional Penye
  • Kamis,25 April 2019 - 19:56:46 WIB
    KPK Terkesan Pembiaran:

    Perda RTRWP Riau Bertentangan dengan GNPSDA

    Perda RTRWP Riau Bertentangan dengan GNPSDA GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Peraturan Daerah (Perda) Rancangan Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRW) Riau diduga bertentangan dengan Gerakan Nasional Penyelamatan Sumber Daya Alam (GNPSDA).  
  • Selasa,02 April 2019 - 17:56:59 WIB

    Aktivitas Galian C Kian Marak di Dayun

    Aktivitas Galian C Kian Marak di Dayun GAGASANRIAU,COM.SIAK - Aktivitas galian tanah timbun atau dikenal dengan istilah Galian C di Jalan Baru, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak kian marak. Mirisnya, kegiatan yang jika tak terkontrol menyebabkan kerusakan lingkungan
  • Jumat,29 Maret 2019 - 12:34:12 WIB

    Kondisi Harimau Sumatera Terjerat di Pelalawan Mengenaskan

    Kondisi Harimau Sumatera Terjerat di Pelalawan Mengenaskan GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU  - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono menyatakan bahwa kondisi Harimau Sumatera yang terjerat di Kabu
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker