Jokowi Akan Hadiri Deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia


Dibaca: 683 kali 
Selasa,19 Maret 2019 - 21:25:37 WIB
Jokowi Akan Hadiri Deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia
GAGASANRIAU.COM, JOGJAKARTA - Bak bola salju yang terus menggelinding, kini giliran Alumni Jogja SATUkan Indonesia, akan menyelenggarakan Deklarasi bertema "Mendukung Pemimpin yang Mempersatukan", pada hari Sabtu, 23 Maret 2019, di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Acara berlangsung pagi hingga siang hari antara pukul 08.00-13.00 WIB.
 
Acara yang diperkirakan akan dihadiri sekitar 30-an ribu orang ini, akan dihadiri langsung Presiden Jokowi. Mengapa alumni Jogja terinspirasi untuk  mengadakan acara akbar ini? Karena, pertama, Jogja adalah kota atau locus yang merefkeksikan ke-Indonesia-an dengan relatif cukup lengkap. Pemuda dan pemudi dari Sabang sampai Merauke berbaur menempuh pendidikan di kota ini, untuk mengasah intelektualitas dan integritas.
 
Kedua, Jogja adalah oase bagi kehidupan yang beragam, bhineka, tetapi tetap satu dalam ikatan kebangsaan. 
 
Ketiga, Alumni Jogja adalah warga masyarakat yang sedang dan pernah merasakan dan mengalami perjuangan saat membangun karakter diri dan komitmen sosial, dalam dinamika keberagaman dan keharmonisan. Para alumni ini akan merekonstruksi memori, sekaligus mengkonversinya menjadi gerakan kebudayaan yang beradab.
 
Keempat, konkretisasi dari peneguhan gerakan kebudayaan yang beradab itu ada dalam diri sosok Jokowi, pemimpin yang sudah, sedang, dan akan terus merealisasikan cita2 negara yang berkebudayaan itu dalam program pembangunan yang bermanfaat bagi rakyat.
 
Dan poin kelima, deklarasi Alumni Jogja SATUkan Indonesia ini, adalah moment yang bertujuan menggaungkan spirit akan pentingnya kehadiran figur yang dapat mempersatukan dan menyejahterakan rakyat dalam perspektif kebudayaan: memanusiakan manusia dalam visi pembangunannya.
 
Ajar Budi Kuncoro selaku Ketua Panitia Alumni Jogja SATUkan Indonesia menjelaskan bahwa konsep tentang "Alumni Jogja" ini tidak secara ketat merujuk pada teks "alumni" dalam konteks akademis. Maka, mereka yang bisa ikut perhelatan ini semua lapisan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya, atau kawasan lain, yang pernah/sedang memiliki persentuhan dengan Jogja atau Yogyakarta karena faktor pendidikan, domisili, perkawinan, urusan pekerjaan dan berbagai alasan lain. Maka, kepesertaan dalam acara ini memiliki kelenturan selaras dengan spirit Yogyakarta sebagai "Indonesia Mini" yang mampu mengakomodasi semua kalangan.
 
Prosesi  kedatangan Presiden Jokowi akan unik dan berbeda dibanding ketika menghadiri deklarasi di kawasan atau kota lain. Begitu sampai di bandara Adisucipto, presiden Jokowi menuju Stasiun Lempuyangan naik KA Prameks.
 
Dari stasiun tertua di Yogyakarta itu, Presiden kemudian akan menaiki sepeda onthel bersama dengan ratusan anggota komunitas sepeda onthel menuju ke stadion Kridosono yang jaraknya kurang dari 500 meter. Di stadion akan disambut oleh 50 rangkaian kesatuan bregodo (brigade) seni keprajuritan rakyat, reog, dan kuda lumping. Uniknya, 100 seniman kuda lumping itu memakai topeng wajah Jokowi.
 
Budi Kuncoro menambahkan bahwa deklarasi ini juga akan disemarakkan dengan flashmob Juki Kill the DJ, orkestra gamelan Djaduk Ferianto, musisi Sri Krishna, Band Legendaris God Bless--yang dimotori oleh Ahmad Albar, Ian Antono dan lainnya. Juga ada grup NDX yang memiliki pangsa penggemar tersendiri di Yogyakarta dan sekitarnya.
 
Menjelang pidato puncak oleh Presiden Jokowi, akan disampaikan deklarasi dukungan yang diwakili oleh aktor kawakan Slamet Raharjo, dan Butet Kertarajasa didampingi oleh santriwati pemilih pemula. Figur-figur ini menjadi potongan representasi kekayaan dan keberagaman wajah Yogyakarta sebagai miniature Indonesia, rumah bagi semua.
 
Pendekatan seni dan budaya akan sangat kental dalam perhelatan ini. Para pengisi acara akan memadukan seni-budaya tradisonal dan seni-budaya modern sebagai potret keberagaman budaya yang ada di Yogyakarta. Di dalam dan sekitar stadion juga akan dikondisikan sebagai sebuah "pasar tiban" yang melibatkan para pelaku usaha ekonomi kecil dan mikro. Pendeknya, panitia Alumni Jogja Satukan Indonesia ini tidak menyeret publik pada satu pusaran pemahaman tentang berpolitik yang mengarah pada potensi konflik dan tegangan, namun lebih mengedepankan pada upaya memanusiakan manusia Indonesia lewat atmosfir seni budaya yang menghangatkan relasi antarwarga. 
 
Budi Kuncoro mengharapkan bahwa acara Deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia terlaksana dalam suasana ceria, aman, damai, penuh dengan persaudaraan, kekeluargaan, dan persatuan. Demi keamanan, ketertiban dan lancarnya acara peserta diharapkan mematuhi tata tertib yang sudah dibuat oleh panitia. 
 
Editor: Munazlen Nazir

Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis,18 April 2019 - 20:56:35 WIB

    Tantangan bagi Skadron 12 Menjadi Skadron Tempur Terbaik di Indonesia

    Tantangan bagi Skadron 12 Menjadi Skadron Tempur Terbaik di Indonesia GAGASANRIAU.COM, JAKARTA - Ada sesuatu yang spesial bagi keluarga besar Lanud Roesmin Nurjadin pada malam resepsi HUT TNI AU ke-73 di Puri Ardhiya Gharini Halim Perdana Kusuma, Selasa (09/04/2019) lalu.   K
  • Minggu,31 Maret 2019 - 20:58:41 WIB

    Manuver dan Akrobatik Jet Tempur Pukau Warga Pekanbaru

    Manuver dan Akrobatik Jet Tempur Pukau Warga Pekanbaru GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU  - Manuver dan aktraksi akrobatik berbagai jenis pesawat dan jet tempur TNI AU memakau ribuan warga Pekanbaru.    Pertunjukan pesawat pesawat handal mili
  • Rabu,20 Maret 2019 - 09:25:28 WIB

    Aktifis 98 Kenang Tragedi Trisaksi dan Semanggi

    Aktifis 98 Kenang Tragedi Trisaksi dan Semanggi GAGASANRIAU.COM, JAKARTA - Sepuluh orang tokoh aktifis 1998 yang menjadi saksi sejarah pergantian kepemimpinan Orde Baru ke Reformasi, Selasa (19/3/2019) berkumpul sbg pembicara  di Gedung Usmar Ismail Jalan HR Rasuna Sa
  • Selasa,19 Maret 2019 - 20:15:21 WIB

    Tiga Kesimpulan Penting RDP Komisi II DPR RI

    Tiga Kesimpulan Penting RDP Komisi II DPR RI GAGASANRIAU.COM, JAKARTA -  Rapat dengar pendapat Komisi II dengan KPU, Bawaslu, dan Kemendagri ini menghasilkan 3 kesimpulan lain. Tiga poin kesimpulan tersebut, yaitu:   1. Komisi II
  • Selasa,19 Maret 2019 - 20:12:29 WIB

    KTP Elektronik WNA Harus Beda Warna

    KTP Elektronik WNA Harus Beda Warna GAGASANRIAU.COM, JAKARTA -  Komisi II meminta pemerintah membedakan warna e-KTP WNA dan WNI serta sementara menghentikan pencetakan e-KTP WNA.   Hal ini terungkap didalam rapat dengar p
KABAR POPULER
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker