Mantap! KPK Mulai Bidik PT. RAPP Dan Arara Abadi Kasus Korupsi Kehutanan


Dibaca: 794 kali 
Rabu,18 Desember 2013 - 14:21:01 WIB
Mantap! KPK Mulai Bidik PT. RAPP Dan Arara Abadi Kasus Korupsi Kehutanan
gagasanriau.com ,Pekanbaru-Kasus korupsi kehutanan Riau di Kabupaten Pelalawan dan Siak mulai menjalar mencari tersangka baru. gagasanriau.com ,Pekanbaru-Komisi Pemberantasan Korupsi mulai mengarahkan arah tembakan ke koorporasi kehutanan dalam hal ini perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) "Kita lihat saja nanti hasil persidangan untuk terdakwa RZ (Rusli Zainal) seperti apa," kata juru bicara KPK Johan Budi kepada wartawan Pekanbaru melalui telepon genggamnya, Rabu siang (18/12/2013). Menurut Johan Budi penyidikan akan menelusuri keterlibatan perusahaan penerima kayu hasil hutan yang ditebang oleh penerima izin ilegal Bupati Siak, Pelalawan dan sejumlah Kepala Dinas Kehutanan Riau serta Rusli Zainal. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) serta PT Indah Kiat Pulp and Pepar (IKPP) perusahaan yang paling berperan dalam proses awal terjadinya kekacauan perizinan yang sebabkan beberapa kepala daerah di Riau menjadi pesakitan. Hal berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi yang dihadirkan untuk terdakwa sebelumnya dan terdakwa Rusli Zainal, dua perusahaan ini dinyatakan terlibat karena menerima kayu hasil hutan dan melakukan alih fungsi lahan menjadi hutan tanam industri secara ilegal. Fakta persidang untuk terdakwa Rusli Zainal dengan saksi mantan Kepala Dinas Kehutanan Pelalawan (2004), Edi, sebelumnya juga mengungkap adanya aliran dana suap terkait pengurusan izin pengelolaan kawasan hutan di daerah itu oleh PT Merbau Pelalawan Lestari. Saksi dalam keterangannya mengatakan, pihaknya sempat menerima uang sebesar lebih Rp300 juta dari PT Mebau Pelalawan Lestari yang merupakan perusahaan penerima izin pengelolaan hutan di Pelalawan. PT Merbau Pelalawan Lestari adalah perusahaan penyetor kayu hasil hutan ke PT RAPP. Sementara Indonesia Corruption Watch (ICW) menduga PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah merugikan negara sebsar Rp939,29 miliar dari kasus penyalahgunaan izin kehutahan di Provinsi Riau. Kemudian saksi Amrus Fainus, mantan PNS Pemerintah Kabupaten Pelalawan, dalam sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru juga untuk terdakwa mantan Gubernur Riau Rusli Zainal beberapa waktu lalu mengakui bahwa kayu tebangan hutan dijual ke PT IKPP. "Hasil hutan alam dengan ketinggian kurang dari 10 meter itu dijual ke PT Indah Kiat," kata Amrus Fainus menjawab pertanyaan majelis hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang diketuai Bachtiar Sitompul. Menurut dia, kayu yang dijual itu merupakan bekas hak penguasaan hutan (HPH) oleh perusahaan yang beroperasi di Pelalawan. "Mengenai fakta persidangan itu, nantinya juga akan menjadi kesimpulan untuk pengembangan perkara tersebut," kata Johan Budi. Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau menyebutkan kasus korupsi kehutanan di Kabupaten Pelalawan dan Siak telah menjerat enam pejabat setingkat kepala dinas dan bupati serta gubernur"jelasnya, ada dua bupati atau mantan bupati yang terbukti terlibat dan telah dihukum. Kemudian juga ada tiga kepala dinas kehutanan yang juga menjadi terpidana. Sementara untuk mantan Gubernur Riau (HM Rusli Zainal) saat ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Pekanbaru," kata Koordinator Jikalahari Muslim Rasyid kepada wartawan lewat pers liris tertulis. Penelusuran menunjukkan untuk dua mantan bupati yang telah terbukti terlibat adalah Arwin AS selaku mantan Bupati Siak, kemudian Tengku Azmun Jaafar selaku mantan Bupati Pelalawan. Sementara itu, tiga mantan Kepala Dinas Kehutanan Riau yang juga dihukum atas perkara yang sama masing-masing adalah Burhanuddin Husin, Syuhada Tasman, dan Asral Rahman. Untuk mantan Gubernur Riau, HM Rusli Zainal, sampai saat ini masih terus menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Pekanbaru terkait perkara yang sama. Kasus kehutanan Pelalawan bermula pada dispensasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) kepada 12 perusahaan di Riau yang diduga merugikan negara hingga Rp500 miliar. Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Propinsi Riau 2004, Gubernur Riau pada tahun 2004 telah menerbitkan 10 Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Bagan Kerja (BK) IUPHHK-HT atau Hutan Tanaman Industri (HTI). Ady Kuswanto Sebagian sumber goriau.com
Akses gagasanriau.com Via Mobile m.gagasanriau.com
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat,16 November 2018 - 18:13:43 WIB

    Parah, Remaja di Inhil Paksa Anak Bawah Umur Pegang Kemaluannya

    Parah, Remaja di Inhil Paksa Anak Bawah Umur Pegang Kemaluannya GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Seorang remaja di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berinisial RL (26 Tahun) cabuli anak 15 tahun. Korban sebut saja Bunga (nama samaran), dipaksa buka baju dan disuruh memegang kemal
  • Kamis,15 November 2018 - 21:06:21 WIB

    Senggol Lutut Istri Orang, Pria di Inhil Ditebas Dengan Parang

    Senggol Lutut Istri Orang, Pria di Inhil Ditebas Dengan Parang GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Seorang pria bernama Iwan warga RT 006 RW 002 Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Inhil, bersimbah darah setelah ditebas MY (22) dengan sebilah parang.
  • Rabu,14 November 2018 - 21:57:04 WIB

    Wardan Hadiri Rakornas Evaluasi P3MD 2018

    Wardan Hadiri Rakornas Evaluasi P3MD 2018 GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Inhil, HM Wardan menghadiri rapat koordinasi nasional Evaluasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun anggaran 2018, Rabu (14/11/2018) pagi
  • Rabu,14 November 2018 - 21:52:44 WIB

    Pemuda di Inhil Diringkus Polisi Diduga Maling di Rumah Kos

    Pemuda di Inhil Diringkus Polisi Diduga Maling di Rumah Kos GAGASANRIAU.COM, TEMBILAHAN - Seorang pemuda berinisial DS (30) warga Batang Tuaka Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil ditangkap aparat diduga maling di rumah kos-kosan.
  • Rabu,14 November 2018 - 21:11:40 WIB

    Terkam Ternak Warga, Kini Harimau ini Masuk Kampung

    Terkam Ternak Warga, Kini Harimau ini Masuk Kampung GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Kembali harimau sumatra meneror warga Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Inhil, Riau. Kini hewan liar ini muncul di pumukiman bahkan berkeliran di belakang rumah warga.
KANTOR PUSAT:
Jl. Kertama Marpoyan Damai Perum Nusa Indah A48 Pekanbaru, Riau. 28125
Email: [email protected]
DOWNLOAD APP GAGASANRIAU.COM

  
tembilahan situspoker situspoker agenpoker daftarpoker reviewpoker pokerterbaru poker