Menenun Akurasi Data: Langkah Strategis Lukmansyah Badoe Wujudkan Kampar Berbasis Data

Senin, 13 April 2026 | 18:15:37 WIB

GAGASANRIAU.COM, KAMPAR - Dalam dunia pemerintahan modern, data bukan lagi sekadar pelengkap administrasi, melainkan sebuah "kompas" yang menentukan arah ke mana sebuah daerah akan dibawa.

Tanpa data yang akurat, kebijakan pembangunan berisiko menjadi langkah yang buta dan tidak menyentuh kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Kabupaten Kampar, di bawah visi besar untuk menjadi daerah yang maju dan transparan, menyadari betul bahwa tata kelola data adalah kunci utama.

Setiap keputusan, mulai dari penyaluran bantuan sosial hingga pembangunan infrastruktur, haruslah berpijak pada angka-angka yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Kampar mengambil peran sentral sebagai panglima dalam urusan data sektoral ini.

Komitmen tersebut dibuktikan dengan gerak cepat dalam mempersiapkan instrumen penilaian kualitas data daerah. Senin (6/4/2026), suasana serius namun optimis menyelimuti ruang rapat Kepala Dinas Kominfo Kampar.

Sebuah pertemuan krusial digelar untuk mematangkan kesiapan daerah menghadapi Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) tahun 2026.

Kepala Dinas Kominfo Kampar, Lukmansyah Badoe, S.Sos., M.Si., memimpin langsung rapat Tim Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKP3) tersebut. Kehadirannya menunjukkan bahwa urusan data adalah prioritas tertinggi dalam agenda kerjanya.

Bagi Lukmansyah, EPSS bukan sekadar ajang penilaian rutin dari pemerintah pusat, melainkan sebuah barometer untuk mengukur sejauh mana kematangan sistem informasi di Kabupaten Kampar. Penilaian yang baik adalah cerminan dari sistem pemerintahan yang tertib dan modern.

Rapat koordinasi ini menjadi sangat strategis karena mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu visi yang sama. Sinergi ini diperlukan agar tidak ada ego sektoral yang menghambat aliran data dari satu instansi ke instansi lainnya.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah langkah-langkah taktis dalam waktu dekat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan evaluasi tersebut. Persiapan ini mencakup aspek legalitas hingga teknis operasional di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Pembentukan Surat Keputusan (SK) Tim Penyelenggara Indeks (TPI) menjadi langkah awal yang disepakati dalam rapat tersebut. SK ini akan menjadi payung hukum bagi tim kerja agar memiliki mandat yang kuat dalam melakukan pengumpulan dan verifikasi data.

Selain aspek legalitas, pemenuhan bukti-bukti dukung penilaian EPSS juga menjadi fokus perhatian yang mendalam. Setiap klaim keberhasilan dalam penyelenggaraan statistik haruslah didukung oleh dokumen dan data yang valid serta autentik.

Lukmansyah menekankan bahwa pengisian bukti dukung ini menuntut ketelitian tinggi dari setiap anggota tim. Kualitas dokumen pendukung akan sangat menentukan nilai akhir yang akan diperoleh Kabupaten Kampar di tingkat nasional nanti.

Tak hanya berhenti pada evaluasi, rapat tersebut juga merancang agenda pembinaan statistik sektoral untuk sepanjang tahun 2026. Pembinaan ini bertujuan untuk menyamakan standar kualitas data di seluruh OPD di lingkungan Pemkab Kampar.

Identifikasi kegiatan statistik pada masing-masing OPD dilakukan agar proses pembinaan tepat sasaran. Setiap dinas memiliki karakteristik data yang berbeda, sehingga pendekatan yang dilakukan pun harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Penyusunan rencana kerja pembinaan statistik sektoral menjadi output penting lainnya dari pertemuan Senin pagi tersebut. Rencana kerja yang sistematis akan menjamin bahwa transformasi data di Kampar berjalan secara berkelanjutan, bukan sekadar proyek sesaat.

Dalam arahannya, Lukmansyah Badoe menyampaikan pesan yang sangat kuat mengenai pentingnya komitmen kolektif. Beliau percaya bahwa Diskominfo tidak bisa bekerja sendirian tanpa dukungan aktif dari dinas-dinas lainnya.

“Sinergi seluruh OPD adalah kunci untuk memenuhi indikator penilaian EPSS yang sangat kompleks,” ujar Lukmansyah dengan nada penuh semangat.

Tujuan akhir dari semua upaya ini adalah terciptanya penyelenggaraan statistik sektoral yang akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan. Data yang berkualitas akan menjadi "warisan" terbaik bagi proses perencanaan pembangunan Kampar di masa depan.

Melalui persiapan yang matang ini, diharapkan Kabupaten Kampar tidak hanya meraih nilai optimal dalam EPSS, tetapi juga benar-benar memiliki basis data yang kuat. Data yang kuat akan melahirkan kebijakan yang pro-rakyat dan efisien secara anggaran.

Kehadiran Kepala BPS Kampar, Ir. Pozalnda, ME, dalam rapat tersebut memberikan dimensi kepakaran yang sangat berharga. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga statistik nasional ini memastikan standar yang digunakan sudah sesuai dengan kaidah internasional.

Dukungan teknis juga terlihat dari kehadiran Kabid PIKP Bambang, M.Si., dan Kabid Statistik Salmi Hadi, S.Sos., M.Si. Mereka adalah motor penggerak di balik layar yang memastikan setiap instruksi pimpinan dapat diterjemahkan dalam aksi nyata.

Tim PEKP3 yang hadir juga memberikan masukan-masukan kritis terkait standar pelayanan publik yang harus dipenuhi. Data yang baik adalah bagian dari pelayanan publik yang transparan dan akuntabel di mata masyarakat.

Lukmansyah Badoe optimis bahwa dengan kolaborasi lintas sektoral, Kabupaten Kampar akan mampu menunjukkan tajinya di level nasional. Kesiapan daerah menghadapi EPSS adalah bukti bahwa Kampar siap menyongsong era transformasi digital seutuhnya.

Rapat ini barulah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang untuk menjadikan Kampar sebagai "Kabupaten Pintar" berbasis data. Langkah demi langkah terus diambil demi memastikan setiap sen anggaran negara digunakan berdasarkan fakta dan angka yang benar.

Kini, masyarakat Kampar dapat menaruh harapan besar pada keseriusan pemerintah dalam mengelola data. Karena pada akhirnya, data yang jujur akan membawa kemajuan yang jujur pula bagi seluruh rakyat di Bumi Sarimah.

Semangat "Satu Data Kampar" terus digelorakan sebagai identitas baru pemerintahan yang modern dan berwibawa. Dengan komitmen Lukmansyah Badoe, masa depan pembangunan Kampar kini memiliki kompas yang lebih terang dan arah yang lebih jelas.

Terkini