Lahan Galian Sawit dan Karet 4,5 Hektare di Kampar Terbakar, Petugas Kepung Medan Bukit

Ahad, 24 Mei 2026 | 14:23:51 WIB
Petugas dari BPBD Kampar berupaya memadamkan kebakaran lahan perkebunan karet dan sawit di Desa Ranah Singkuang, Kecamatan Kampar, Sabtu (23/5/2026). (BPBD Kampar untuk Riaupos.co)

GAGASANRIAU.COM, KAMPAR -- Lagi dan lagi, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam wilayah Provinsi Riau. 
Kali ini setidaknya, sekitar 4,5 hektare lahan di Desa Ranah Singkuang, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, luluh lantak dilalap si jago merah pada Sabtu (23/5).

Adi Candra Lukita, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar melalui Kepala Pusdalops PB, mengungkapkan bahwa laporan pertama mengenai insiden kebakaran tersebut masuk ke meja petugas sekitar pukul 14.25 WIB.

Api dengan cepat menjalar di area perkebunan karet dan kelapa sawit milik masyarakat setempat.

"Lokasi kebakaran berada di area perkebunan karet dan sawit milik masyarakat dengan jenis lahan mineral. Vegetasi yang terbakar merupakan kebakaran permukaan atau surface fire," kata Adi Candra dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari Riauposco.

Hingga saat ini, tim pemadaman kata Adi  masih terus mendalami pemicu utama di balik munculnya titik api.

"Hingga saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait," imbuhnya.

Helikopter BNPB dan Tim Gabungan Diterjunkan

Merespons ancaman yang bisa meluas, tim gabungan langsung bergerak cepat melakukan pengepungan ke titik api.

Operasi pemadaman dan pendinginan ini melibatkan Satgas TRC BPBD Kabupaten Kampar, Damkar Kabupaten Kampar, Satgas Udara BNPB, personel TNI-Polri, hingga masyarakat setempat.

Sejumlah sarana dan prasarana tempur dikerahkan secara masif untuk menjinakkan api di darat maupun udara.

Petugas di lapangan mengoperasikan satu unit mobil angkut BPBD, satu unit mobil MPK Damkar, mesin pemadam, selang, hingga nozzle pemadam.

Tak hanya itu, Satgas Udara BNPB juga menerjunkan satu unit helikopter untuk melakukan pengeboman air (water bombing).

Adi Candra menjelaskan, berkat pergerakan taktis tim di lapangan, kondisi terkini api utama telah berhasil dipadamkan. 
Kendati demikian, personel belum ditarik mundur karena proses pendinginan (cooling down) masih terus berjalan.

"Namun, petugas masih melakukan pendinginan karena masih terdapat asap tipis di lokasi kebakaran," jelasnya.

Kendala Perbukitan dan Kualitas Udara yang Mulai Terimbas

Upaya pemadaman ini bukan tanpa hambatan. Petugas di lapangan harus berjibaku melawan letak geografis yang menyulitkan mobilitas alat pemadam ke titik api.

Kondisi medan yang didominasi daerah perbukitan menjadi tantangan paling berat.

"Untuk saat ini, tim masih berupaya melakukan pemadaman dikarenakan lokasi yang terbakar merupakan daerah perbukitan," ujar salah satu petugas yang memimpin pergerakan di lapangan.

Namun, ia memastikan tim tetap berupaya maksimal agar kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.

Dampak dari kebakaran ini mulai mengonfirmasi penurunan kualitas udara di Kabupaten Kampar.

Berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Kampar pada pukul 16.00 WIB, nilai ISPU telah menyentuh angka 92.

Angka tersebut masuk dalam kategori sedang, dengan parameter dominan yang memengaruhi kualitas udara didominasi oleh partikel debu halus PM2,5.

Melihat situasi yang fluktuatif, Adi Candra mengimbau masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah gempuran cuaca panas ekstrem yang saat ini melanda.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan warga untuk bersiap menghadapi potensi anomali cuaca berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi memicu kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Kampar.

Terkini