Sindir Penimbun Solar dan Korporasi Karhutla, Ayat Cahyadi Tuntut Santri Jadi Solusi Masalah Riau

Jumat, 23 Oktober 2026 | 10:19:29 WIB
Ayat Cahyadi, Ketua Fraksi PKS di DPRD Riau

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU — Pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 semestinya, menjadi momentum untuk menyentil pelbagai persoalan krusial di Provinsi Riau.

Merespon Hari Santri 2026 ini, Ayat Cahyadi, anggota DPRD Riau, menegaskan bahwa nilai-nilai keislaman dan keilmuan santri harus hadir sebagai solusi nyata atas krisis sosial dan lingkungan.

Selain itu juga, mantan Wakil Wali Kota Pekanbaru dua periode ini menyampaikan ucapan tahniah HSN 2026 yang diperingati setiap 22 Oktober melalui sebait pantun bernada ajakan moral.

"Al-Qur'an suci kalam Ilahi, tadabburi Qur'an sepenuh jiwa. Kami ucapkan selamat hari santri, wujudkan generasi terampil bertakwa," ujar Ayat.

Ayat menilai para santri yang tengah menimba ilmu di tingkat MTs maupun Madrasah Aliyah merupakan calon pilar utama pembangun bangsa menuju Generasi Emas 2045.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menegaskan semangat menjadi santri tak boleh luntur meski telah lepas dari lingkungan pesantren.

Proses menuntut ilmu, mengasah keterampilan, dan memperdalam pemahaman agama harus berlangsung seumur hidup.

"Sejatinya kita semua adalah santri, dalam arti adalah belajar. Saya masih merasa menjadi santri karena selalu terus belajar tentang bagaimana meningkatkan ilmu, keterampilan, dan agama," jelasnya.

Menurutnya, pengamalan ilmu agama yang kukuh akan meredam pelbagai aksi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik oleh suami, istri, maupun orang tua terhadap anak.

Kritik tajam disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Riau ini terkait maraknya praktik spekulasi yang merugikan masyarakat luas, salah satunya penimbun BBM bersubsidi jenis solar.

Ia menilai tindakan menimbun solar di tengah kesulitan warga yang harus mengantre hingga bermalam merupakan bentuk ketiadaan empati dan cermin dari dangkalnya pemahaman nilai agama.

"Bayangkan banyak saudara kita yang harus bermalam untuk cari solar, nah dia enak-enak menimbun solar. Makanya kita apresiasi Pak Kapolda dengan dibongkarnya penimbunan solar," tegas Ayat.

Tak hanya menyasar mafia solar, Ayat juga menumpahkan kekecewaannya terhadap krisis kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang di Bumi Lancang Kuning.

Ia menyindir pihak-pihak yang seenaknya membakar lahan, terutama korporasi besar, yang dinilai sama sekali tidak mengamalkan ilmu pengetahuan terkait kelestarian lingkungan dan kesehatan publik.

"Kalau ilmu itu diamalkan dengan baik, tak akan ada orang seenaknya membakar lahan, apalagi yang membakar korporasi. Nah, di mana ilmu tentang melestarikan lingkungan dan kesehatannya?" cercecanya.

Ia berharap momentum Hari Santri 2026 menjadi pemantik bagi seluruh elemen masyarakat untuk benar-benar mengamalkan ilmu yang bermanfaat demi kemaslahatan bersama.

Terkini