Ketua DPRD Inhil Diminta Untuk Tindaklanjut Diskusi Grup Medsos 100.000 DTPKPI

Ahad, 01 Mei 2016 - 09:06:02 wib | Dibaca: 3111 kali 
Ketua DPRD Inhil Diminta Untuk Tindaklanjut Diskusi Grup Medsos 100.000 DTPKPI
Pertemuan Diskusi Grup Medsos 100.000 DTPKPI bersama Ketua DPRD Inhil Dani Nursalam

GagasanRiau.Com Tembilahan -  Dani Nur Salam Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Indragiri Hilir(Inhil) diminta oleh peserta yang tergabung dalam Grup Facebook 100.000 Dukungan Tuntutan Perbaikan Kinerja Pemda Inhil (DTPKPI) berumur 10 tahun ini untuk menindaklanjuti hasil diskusi.

Dimana dalam agenda diskusi tersebut, berkenaan juga dengan undangan reses Ketua DPRD)Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bertempat di salah satu rumah makan di Kota Tembilahan, Sabtu (30/4/2016).

Dan pada pertemuan reses tersebut Ketua DPRD Dani M Nursalam menyerap aspirasi dari anggota Grup yang dikenal vokal dalam menyampaikan keritikan dan memberikan solusi bagi pembangunan Negeri Seribu.

Tengku Suhendri akrab dipanggil Comel Anggota Grup 100.000 DTPKPI, akan menuntut Ketua DPRD Dani M Nursalam jika tidak mengindahkan aspirasi atau keluhan yang disampaikan pada pertemuan tersebut.

"Aspirasi yang kita sampaikan merupakan keritakan yang menjadi momok-momok dimasyarakat. Semoga apa yang kita sampaikan bisa dicarikan solusinya demi Indragiri Hilir yang lebih baik lagi," ucap Comel, Sabtu (30/4/2016).

"Jika tidak ditepati apa yang kita sampaikan, kita akan menuntut Ketua DPRD dengan mengingatkan kembali apa yang kita sampaikan, jika tidak ada tindakan juga, kita akan (Jewer Telinganya-rad)," lanjutnya.

Senada dengan Yonzaki Hasan Al-Indragiri yang kerap dipanggil Yon. Akan mengecam Ketua DPRD jika tidak mengindahkan aspirasi yang disampaikan sesuai dengan lagu yang didengar pada kegiatan tersebut 'Tarkicuh Dinan Tarang' yang dinyanyikan oleh anggota Grub 100.000 DTPKPI selesai kegiatan reses pada hari itu. Dan kita akan terus ingatkan Ketua DPRD mencarikan solusinya sampai permasalahan ini ada perbaikan," ujarnya.

Berikut poin-poin aspirasi yang disampaikan dari beberapa pertanyaan. Yang pertama disampaikan oleh Oyong Maldini mengenai ketidak pedulian Wakil Rakyat terhadap aduan Masyarakat Peduli Inhil (MPI) tentang penyalah gunakan wewenang kepala sekolah dan pungli diranah pendidikan.

Yang kedua, disampaikan oleh Yonzaki Hasan Al-Indragiri mengenai pengawasan kualitas badan jalan yang dibangun. Sebab diduga ada permainan oknum, sehingga badan jalan cepat rusak.

Pertanyaan yang ketiga dilontarkan oleh Antho The Riau, mengenai retribusi daerah berupa pengelolaan parkir yang sembrawud dan tidak sesuai dengan prosedur. Pertanyaan yang terakhir dilontarkan oleh Julak Japun mengenai status Gedung Unisi berdasarkan sejarah.

Reporter Daud M Nur


Loading...
BERITA LAINNYA