Jikalahari: Bencana Kabut Asap Masih Menghantui Riau

Rabu, 24 Agustus 2016 - 13:26:17 wib | Dibaca: 2215 kali 
Jikalahari: Bencana Kabut Asap Masih Menghantui Riau
Suasan diskusi publik, partisipasi publik dalam mencegah dan memberantas karhutla di Riau yang digelar Jikalahari, Rabu, 24 Agustus 2016

GagasanRiau.Com Pekanbaru - Bayang-bayang bencana kabut asap masih mengancam Provinsi Riau yang mempunyai hektaran lahan gambut, pasalnya sampai Agustus 2016 terpantau sebanyak 632 titik panas di Riau.

Karena itu Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) hari ini, Rabu (24/8), mengundang beberapa satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membahas pencegahan dan memberantas karhutla yang ada di Riau.

Dalam acara tersebut hadir nara sumber, diantaranya Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Lingkungan Hidup Provinsi Riau Yuliharti Nursa, Satgas karhutla dari Danramil Korem Kasi Op Kolonel Infanteri Saad Miyantak, Tim GNPSDA KPK, DPH LAM Riau AL Azhar.

"Pola pengelolaan lahan dan hutan di Riau belum secara signifikan membaik. Kebiasaan membakar lahan masih ada di masyarakat. Sepanjang tahun ini saja sudah muncul 632 titik panas," ungkap Koordinator Jikalahari, Woro Supartinah, saat membuka diskusi publik ini.

Menurut Woro, jika ditelisik kembali, Jikalahari mencatat bencana asap muncul kembali sejak Agustus 2015. Dimana satelit Tera dan Aqua Modus menunjukkan ada sebanyak 687 titik panas (hotspot) dengan level confidence 70 persen.

"Hingga September 2015 malah titik panas makin menjadi-jadi sampai 1.862 titik panas," imbuh Woro.

Berkaca pada tahun lalu itu, Jikalahari tidak ingin lantaran ketidaksiapan pemerintah dalam antisipasi karlahut lantas masyarakat menjadi pihak yang dirugikan.

"Cukuplah tahun lalu Riau dilanda asap. Tahun ini jangan sampai terulang kembali," katanya.

Selain itu, kata Woro, acara ini juga untuk menghimpun masukan dan pemikiran dari berbagai elemen masyarakat terkait upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di Provinsi Riau.**

Editor: Arif Wahyudi
 


Loading...
BERITA LAINNYA