Kapolda Riau Berjanji Tindak Anggota Polisi yang Bersalah Dalam Kerusuhan Meranti

Jumat, 26 Agustus 2016 - 11:58:47 wib | Dibaca: 2979 kali 
Kapolda Riau Berjanji Tindak Anggota Polisi yang Bersalah Dalam Kerusuhan Meranti
Kerusuhan Meranti

GagasanRiau.Com Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah Riau Brigadir Jenderal Supriyanto Kamis (25/8) malam langsung bertolak ke Kabupaten Kepulauan Meranti pascabentrok warga dan polisi yang mengakibatkan seorang warga tewas.

"Saya berharap masyarakat dan petugas tetap menjaga ketenteraman dan saling menahan diri. Saya pastikan akan menindak tegas anggota yang terbukti bersalah," kata Kapolda Supriyanto di Pekanbaru, Jumat (25/6).

Kapolda Supriyanto bersama sejumlah unsur pimpinan jajaran Polda Riau bergerak ke Meranti pada Kamis (25/8) malam guna memastikan kondisi di Kota Selatpanjang, Meranti pascakerusuhan.

Tiba di Selatpanjang, ia bersama jajaran langsung menyambangi kediaman keluarga Apri Andi Pratama (24), tersangka pembunuh polisi yang tewas saat penangkapan.

Kepada keluarga Andi, Supriyanto berjanji akan memimpin langsung proses penyelidikan dugaan pelanggaran prosedur hingga menyebabkan pegawai honorer Dispenda Meranti itu tewas di tangan polisi.

Selain itu, ia menyampaikan belasungkawa terkait dengan peristiwa tersebut. Setelah mengunjung kediaman keluarga Andi, Kapolda Supriyanto yang kala itu didampingi tokoh masyarakat juga mengunjungi kediaman keluarga Isrusli, seorang warga setempat yang tewas saat bentrok dengan anggota Polres Kampar pada Kamis (25/8) siang.

Apri Andi Pratama merupakan tersangka penikaman seorang anggota Polres Meranti, Brigadir Adil Tambunan. Adil pada Kamis (25/8) pukul 01.45 WIB tewas dengan sejumlah luka senjata tajam pada sekujur tubuh. Pascakejadian itu Kapolres Meranti AKBP Asep Iskandar memerintahkan anggotanya untuk mengejar pelaku.

Pelaku, Andi, berhasil dibekuk sekitar pukul 03.30 WIB atau dua jam pasca pembunuhan itu. Pelaku pembunuhan dibekuk anggota di Desa Mekarsari, Kecamatan Merbau.

Tidak lama berselang, pelaku meninggal. Sejumlah desas-desus menyebutkan pelaku tewas akibat dianiaya polisi setelah tertangkap. Namun, hal itu dibantah Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo.

"Pelaku tewas akibat kehabisan darah saat akan dibawa ke RSUD," kata Guntur.**

Editor: Arif Wahyudi


Loading...
BERITA LAINNYA