Ini Kisah Pelarian Provokator Kaburnya Napi Rutan Sialang Bungkuk

Sabtu, 24 Juni 2017 - 22:12:32 wib | Dibaca: 3346 kali 
Ini Kisah Pelarian Provokator Kaburnya Napi Rutan Sialang Bungkuk

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Irwanto alias Iwan Nina 47 tahun provokator larinya ratusan Narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Sialang Bungkuk Pekanbaru ternyata divonis dalam kasus narkoba.

Ia divonis selama 12 tahun penjara. Usai menjalani putusan dari pengadilan pada Kamis (4/5/2017) dengan vonis 12 tahun, keesokan harinya pada Jumat (5/5/2017) ia melarikan diri bersama ratusan Napi lainnya.

"Iwan Nina memprovokasi perisitiwa pemukulan oleh petugas Lapas, dan kemudian dia bisa menarik perhatian tahanan lain ini membantu dia (terjadinya perlawanan Napi) dimana ini juga akumulasi dari kemarahan Napi yang sudah berlangsung lama." Ungkap Kapolda Riau Irjen Pol Zulkarnain Adinegara Sabtu malam (24/6/2017) di Mapolda saat melakukan konferensi pers.

Iwan Nina ini dijelaskan Kapolda, dalam pelariannya ia kabur ke Kabupaten Pelalawan. Seminggu kemudian ia ke Pekanbaru dan kabur lagi Sumatera Barat (Sumbar) kampung halamannya di Kaki Gunung Merapi.

"Ia ditembak kakinya sebelah kanan tepatnya betisnya karena berusaha kabur, sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas" ujar Kapolda.

Baca Juga Ditembak Kaki, Diduga Provokator Kaburnya Napi Rutan Sialang Bungkuk Diringkus Polda Riau

Diterangkan Kapolda lagi, berdasarkan pengakuan Iwan, alasan ia memprovokasi terjadinya kabur massal tersebut dikarenakan hukuman yang ia terima.

"Ia tidak terima hukumannya 12 tahun, dan ia mengerti akan lama didalam penjara. Dia sempat mondar-mandir dari Pelalawan, Pekanbaru, Sumbar karena tidak tenteram hatinya" kata Kapolda.

Untuk Napi yang belum menyerahkan diri, ditegaskan Kapolda pihaknya meminta untuk segera menyerahkan diri. "Karena data-data sudah kami miliki, lambat atau cepat pasti tertangkap kita terus melakukan pengejaran" tegas Kapolda.

Sebelumnya diberitakan pada Jumat  (5/5/17) siang, sebanyak 448 orang dari 1.870 warga binaan Rutan Sialang Bungkuk kabur. Pemicu kaburnya ratusan tahanan Rutan ini adalah pelayanan yang dianggap tidak manusiawi.

Mulai dari ruang tahanan yang melebih kapasitas, maraknya pungutan liar (pugli) serta "pematik" kerusuhan adalah perlakuan kasar oknum Rutan. Oknum tersebut  sering melakukan pemukulan dan tindakan secara tidak manusiawi terhadap salah satu tahanan.

Namun berdasarkan pemeriksaan pihak Polda Riau, para tahanan itu nekad kabur akibat diprovokasi terduga Iwan Nina tersebut.

Dalam kasus punglinya, penyidik Ditreskrimsus Polda Riau telah menetapkan 3 tersangka, masing masing berinisial T, Kepala Keamanan Rutan Klas IIB Silang Bungkuk Pekanbaru dan 2 anggotanya berinisial RR dan MK.

Reporter Ady Kuswanto


Loading...
BERITA LAINNYA