Warga : PT SBAL Gunakan Brimob Halau Masyarakat Tuntut Haknya

Senin, 15 Juli 2019 - 17:45:23 wib | Dibaca: 14738 kali 
Warga : PT SBAL Gunakan Brimob Halau Masyarakat Tuntut Haknya

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Anton, perwakilan masyarakat di Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar Provinsi Riau menyatakan bahwa saat ini PT Bumi Sekar Alam Lestari (SBAL) menggunakan aparat Brimob untuk menghalau aksi protes terhadap perusahaan perkebunan sawit tersebut.
 
"Siapa sebenarnya PT SBAL ? sehingga mendapatkan pengawalan dan pengamanan begitu ketat dari pihak kepolisian? karena mereka sampai mengerahkan Brimob untuk menakut-nakuti masyarakat yang menuntut haknya" kata Anton Minggu malam (14/2/2019).
 
Dikatakan Anton sudah 3 bulan masyarakat Desa Koto Aman bertahan untuk meminta haknya agar di kembalikan lahan seluas sekitar 1500 Hektar yang diduga diserobot PT SBAL.
 
Namun kata Anton lagi, PT SBAL alih-alih mencari solusi yang ada, justru mengerahkan puluhan anggota Brimob diturunkan untuk mengawal keluarnya buah dari lahan yang disangketakan tersebut..
 
"Pada Kamis (11/7/2019) sekitar pukul 3.30 Wib buah yang di panen siang sebelumnya dikeluarkan dengan pengawalan dari pihak Brimob Polda Riau" terang Anton.
 
Menurut Anton, aksi masyarakat menduduki areal konsesi lantaran Pemerintah Daerah (Pemda) baik Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar tak kunjung memiliki niat baik untuk menyelesaikan persoalan mereka dengan PT SBAL.
 
"Aksi masyarakat ini sudah berlangsung sejak 12 tahun, bahkan perintah Presiden pun tidak berlaku di Riau karena sebelumnya pak Jokowi pernah memerintahkan untuk menyelesaikan persoalaan ini, tapi diabaikan saja" terang Anton.
 
Dengan kondisi itu, kata Anton lagi, PT SBAL justru semakin merajalela dengan menggunakan aparat keamanan Brimob untuk menghalau masyarakat.
 
"Pada sore ini (Minggu 14 Juli 2019) masyarakat Desa Koto Aman yang menuntut haknya dikejar oleh Brimob bersenjata yang mengamankan PT SBAL" tegas dia.
 
Namun kata Anton, hal tersebut tak membuat masyarakat Desa Koto Aman untuk berhenti menuntut haknya.
 
Reporter Nurul Hadi
Loading...
BERITA LAINNYA