Cabor Balap Dihentikan Polisi, Porkot Pekanbaru Amburadul

Senin, 02 September 2019 - 20:58:20 wib | Dibaca: 2277 kali 
Cabor Balap Dihentikan Polisi, Porkot Pekanbaru Amburadul

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Aryanti, Ketua Korwil Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pekanbaru kecewa dan dirugikan ratusan juta lantaran Cabang Olahraga (Cabor) balap pada Pekan Olahrga Kota (Porkot) Pekanbaru dihentikan polisi. Panitia dinilai tidak profesional dan bertanggungjawab untuk menyiapkan gelaran resmi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pekanbaru itu.
 
"Akibat penghetian iven oleh polisi tersebut, IMI Korwil Pekanbaru dirugikan karena para peserta yang akan bertanding pada Cabor Balap sepeda motor kecewa. Selain itu juga dana yang sudah terpakai sia-sia saja" ungkap Aryanti kepada Gagasan Senin (2/9/2019).
 
Diterangkan dia, bahwa saat pembubaran gelaran Cabor balap sepeda motor itu, polisi tidak menyalahkan IMI sebagai pelaksana iven, namun KONI Pekanbaru.
 
Pihak kepolisian, katanya tidak ada menerima surat dari KONI atau panitia soal izin Cabor Balap yang akan dipertandingkan di komplek Stadion Rumbai Pekanbaru.
 
"Kami sebagai cabor sudah jauh hari koordinasi dengan KONI untuk jadwal pertandingan kami. Sewaktu saya tanya masalah perizinan semuanya, baik dari kepolisian atau izin pemakaian tempat, itu diurus oleh KONI. Saya urus yg lain" papar dia.
 
Dia juga menerangkan bahwa pada Jum'at (30/8/2019) IMI sudah melakukan kegiatan, persiapan dan rapat pertemuan Atlit. Kemudian lanjut dia lagi pada Sabtu (31.8) mereka juga sudah adakan babak penyisihan. "Semua lancar aja" ujarnya.
 
"Sampai pada Minggu pagi (1/9/019), tiba-tiba datang dari kepolisian Polsek Rumbai Pesisir, menghentikan kegiatan kami. Dengan alasan kegiatan kami tidak ada izinnya" ujar dia.
 
Karena hal tersebut, dirinya segera berkordinasi dengan pihak panitia maupun KONI Pekanbaru soal izin kegiatan Porkot tersebut.
 
"Tapi semua bilang udah diurus lah, sampai saya yang datang ke Polsek Rumbai Pesisir, coba komunikasi dengan Kapolsek, tapi jawab beliau tetap bahwa tidak ada pemberitahuan izin kegiatan kami" papar dia. 
 
Lantaran kejadian tersebut, beber dia hingga sore sekitar pukul 15.20 Wib, penonton ribut karena mereka merasa dirugikan. Sempat pula ricuh antara petugas panitia dan penonton.
 
"Sampai ada korban dari panitia 2 orang yang kena pukul pada keributan itu. Kami tidak tahu siapa yang mulai, tapi pada saat itu semuanya pada emosi" bebernya sedih.
 
Tidak hanya itu, bebernya sedih, panitia juga terlibat bentrok dengan atlet pembalap.. "Setelah kacau seperti ini, nggak ada satu pun orang KONI yang mau datang, atau membantu kami" ungkapnya.
 
Padahal kata dia gelaran yang mereka adakan ini menyedot biaya yang besar. Sedangkan KONI Pekanbaru hanya mengucurkan bantuan dana pada Porkot Pekanbaru ini hanya senilai Rp.7 juta.
 
KONI Pekanbaru kata dia sampai saat ini lepas tangan dengan kerugian dan kekacauan yang terjadi dalam iven Porkot itu.
\
"Bertanya kami ke pengurus KONI, alasannya kepolisian bilang ini event Kejurda. Makanya harus berbayar, dari awal saya sudah bilang ke pihak KONI, kalau mau kami bayar, pasti kami bayar, tapi mereka bilang tidak
 
"Lagi pula kami ini cuma Cabor, kenapa dikorbankan? IMI dan atlit kami kecewa kepada KONI" tegas dia.
 
IMI Korwil Pekanbaru kata dia untuk menyelaraskan agenda yang digelar KONI ini, membuat asuransi terhadap atlit yang bertanding bertajuk Porkot Pekanbaru.
 
"Kami merasa dianiaya sama orang KONI ini. Karena kalau izin kepolisian itu keluar pasti tidak akan ada keributan di sini" tukas Aryanti.
 
Di lain pihak, Anis Murzil Ketua KONI Pekanbaru saat dikonfirmasi terkait kejadian itu mengaku bahwa izin yang diurus panitia soal Porkot.
 
"Namun ternyata ada Kejurda didalam itu, dan pesertanya berbayar, kami tidak tahu berapa bayar dan berapa orang yang ikut. Itu diluar dari agenda Porkot. Begitu juga dengan sponsor yang ada" papar dia.
 
Dan kata dia lagi, izin yang diurus itu perizinan dengan satu surat secara keseluruhan.
 
Sementara saat ditanyakan bahwa IMI Korwil Pekanbaru tidak menggelar Kejurda menurut Anis pihaknya menemukan ada iven tersebut.
 
"Ya faktanya di lapangan bagaimana?. Karena pertandingan Porkot tidak ada uang pendaftaran dan tiket masuk berbayar. Kecuali acara pertandingan trofeo pembukaan" terangnya.
 
Dia juga menyebutkan bahwa KONI berkomunikasi dengan Polres agar iven Cabor balap itu dilanjutkan
 
"Kita hari itu berjuang untuk komunikasi dengan Polres agar tetap bisa dilanjutkan. Ketua panitia, bang andi yusten, sudah bolak-balik ke polres. Tapi memang kondisi sedang libur" terangnya.
 
Anis kembali menyebutkan bahwa gelaran yang dibuat IMI Korwil Pekabaru itu ada Kejurda, meskipun Aryanti menyatakan tidak ada seperti yang disampaikan Ketua KONI tersebut.
 
"Awalnya disampaikan secara lisan kepada panitia KONI bahwa ada Kejurda juga. Tapi kami menyampaikan agar Porkot diselesaikan dulu, jadi terpisah hari" terang dia.
 
Karena kata dia, kewenangan panitia hanya di Porkot. "Yang lain kami Gak tau apa-apa" ujarnya.
 
Ditanya soal solusi atas kerugian IMI Korwil Pekanbaru itu, Anis mengatakan akan bertanggung jawab sebatas ada kerugian yang berhubungan dengan Porkot. "Tentu panitia akan bertanggung jawab" ujarnya.
 
Panitia Porkot kata dia, secara keseluruhan akan bertanggungjawab. "Kita kan dalam kepanitiaan. Bukan pribadinya Ketua Panitia. Tentu akan dibahas di kepanitiaan" tukasnya.
 
Pertanggungjawaban soal kerugian Cabor balap motor ini kata dia akan dilakukan ketika sudah ada laporan dari IMI Kota selaku panitia teknis.
 
Sementara itu, Kapolsek Rumbai Pesisir Kompol Ardinal saat di konfirmasi soal terhentinya iven tersebut mengatakan tidak ada penghentian iven tersebut.
 
"Tidak ada kita hentikan, tetapi kita arahkan sebelum memulai kegiatan urus dulu izin keramaiannya di Polresta Pekanbaru" ujar dia kepada Gagasan Senin malam (2.9).
 
Menurut Kompol Ardinal mereka mendapatkan informasi dari panitia belum mengurus izin keramaian dari Polresta Pekanbaru. "Makanya mereka menghentikan kegiatan tersebut, info yang kita dapat tadi pagi panitia sudah mengajukan izin keramaian di Polresta" tukas dia.

Loading...
BERITA LAINNYA