Anggota DPRD Pekanbaru Prihatin Petugas Pendata Warga Tak Dilengakpi APD

Ahad, 19 April 2020 - 19:34:34 wib | Dibaca: 1106 kali 
Anggota DPRD Pekanbaru Prihatin Petugas Pendata Warga Tak Dilengakpi APD

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Roni Pasla mengaku prihatin terhadap RT/RW yang saat ini tengah melakukan tugasnya untuk mendata masyarakat yang berhak menerima bantuan atas bencana non alam yang tengah melanda. 
 
Data yang mereka kumpulkan itu, nantinya akan digunakan untuk penyaluran bantuan sosial dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru selama diterapkan nya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
 
"Mereka bergerak kerumah-rumah, tanpa dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai antisipasi agar tak terpapar oleh Corona atau Covid-19," tuturnya saat berbincang bersama wartawan, Sabtu (18/4/2020).
 
"Ini perlu diwaspadai, sebab kita tidak tahu mana warga yang aman dan tidak aman. Takutnya dia yang jadinya terjangkit," kata Roni lagi.
 
Roni juga menyentil Pemerintah Kota Pekanbaru yang menurut informasi yang dia terima tidak memberi biaya operasional kepada RT/RW.
 
"Mereka tidak diberi biaya operasional karena sosialisasi mendadak, dan ini saya mendegar langsung pernyataan RT/RW," tuturnya.
 
Saat ini, sebut Roni, semua kalangan dalam keadaan sulit. Sudah sewajarnya peran RT/RW ini diperhatikan dalam melakukan pendataan masyarakat, dan ini bertujuan agar mereka bisa bekerja dengan lebih baik. 
 
"Kalau seperti ini, pendataan akan menjadi bermasalah. Kan kalau mereka diberi operasional, bisa lah beli peralatan, bisa beli masker, bisa untuk memperbanyak formulir nya. Kalau tidak ada bantuan, mereka juga punya anak istri untuk dinafkahi," tukasnya.
 
Jika hal ini tak diperhatikan, kata Politisi PAN ini, Ia takut data yang dikumpulkan tidak akan akurat dan tak tepat sasaran. 
 
"Kalau kayak gini terus repot mereka, gak yakin saya datanya akurat," pungkasnya. 

Loading...
BERITA LAINNYA