Rapdem Angkat Bicara Terkait Penggrebekan Praktik Antigen Palsu

Kamis, 29 April 2021 - 16:56:34 wib | Dibaca: 732 kali 
Rapdem Angkat Bicara Terkait Penggrebekan Praktik Antigen Palsu
Simson Simanjuntak, Ketua Bidang Politik Repdem

GAGASANRIAU.COM, MEDAN - Khabar menggemparkan datang dari Medan, Provinsi Sumatera Utara. Layanan rapid test antigen COVID-19 di Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, digerebek polisi pada Selasa 27 April 2021. 

Penggrebekan ini diduga karena adaya praktek pemalsuan proses rapid test antigen. Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi telah menangkap lima orang petugas rapid test yang merupakan karyawan salah satu perusahaan farmasi ternama. 

Menanggapi khabar penggrebekan tersebut Simson Simanjuntak, Ketua Bidang Politik Repdem angkat bicara. "Terbongkarnya praktik pemalsuan rapid test di bandara Kuala Namu Medan yang menggemparkan itu saya menganggab ini jelas-jelas perbuatan biadab dan gak bisa ditolerir. Bayangkan di tengah kondisi semua bangsa sedang kalut akibat wabah pandemi covid yang sampai saat ini masih mengganas, masih saja ada oknum-oknum yang tega memanfaatkan kesempatan untuk mengeruk keuntungan dengan cara mempermainkan keselmatan nyawa manusia" papar simson. 

"Yang membikin kita heran, kok bisà ya praktek pemalsuan ravid test begitu terjadi di lokasi instalasi penting semacam bandara, yang dilakukan oleh pegawai perusahaan Farmasi milik BUMB pula. Sebenarnya bagai mana sih mekanisme pengawasan praktik antigen ini sehingga terkesan longgar sekali? Tanya Simson 

"Melihat kejadian ini Saya mencurigai praktik pemalsuan rapid anti gen seperti ini jangan-jangan bukan cuma terjadi di bandara Kuala Namu saja. Jangan-jangan praktek-praktek pemalsuan rapid anti gen seperti ini juga terjadi di bandara-bandara lain dan di banyak tempat", imbuh Simson menambahkan 

Berkaca dari kejadian ini, Repdem meminta Kepolisian mengusut semua kemungkinan adanya praktek-praktek pemalsuan rapid antigen, dan menghukum seberat-beratnya para sindikat pemalsuan rapid antigen. "Kami juga meminta pada Kementrian Kesehatan, BPOM dan pihak yang terkait lainnya untuk lebih ketat lagi melakukan pengawasan terhadap  perusahaan Farmasi dan pihak-pihak yang mendapatkan order pelaksana rapid antigen di tempat-tempat umum seperti bandar udara dan lainnya! 

"Kejadian Ini gak boleh dianggap sepele, dan gak boleh dianggap main-main, karena ini menyangkut keselamatan warga bangsa. Kita semua gak mengingingkan musibah separah India menimpa Indonesia" Tutup Simson


Loading...
BERITA LAINNYA