Penyerangan Ustadz, PB HMI Minta Pemerintah Pusat Evaluasi Kota Batam

Rabu, 22 September 2021 - 12:58:38 wib | Dibaca: 816 kali 
Penyerangan Ustadz, PB HMI Minta Pemerintah Pusat Evaluasi Kota Batam
Vidiel Tania Pratama, Ketua Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI

GAGASANRIAU.COM, BATAM - Penyerangan ustadz Abu Syahid Chaniago oleh orang yang tidak dikenal saat berceramah di Masjid Raya Baitusysyakur, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau pada Senin 20 September lalu merusak keberagaman kota batam yang menjunjung tinggi nasionalisme.

Penyerangan tersebut secara jelas menciderai dan mengganggu keamanan saat beribadah. Bahayanya adalah pelaku saat di interogasi pihak kepolisian mengaku seorang komunis, mengindikasikan keliru dalam implementasi pemahaman pancasila sebagai ideologi tunggal di Indonesia. 

"Perlu kita ingat bersama bahwa kota batam bukan kota konflik antar ideologi. Kota Batam adalah kota industri nasional yang masyarakatnya berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan sudah sangat majemuk," kata Vidiel Tania Pratama, selaku Ketua Bidang Digitalisasi dan Inovasi PB HMI, Rabu (22/9).

Sebagai kota industri nasional sudah semestinya Batam bukan menjadi ruang konflik melainkan wilayah terbuka untuk menjadi contoh kemajuan peradaban bangsa. Secara proporsional menjadi kewajiban pemerintah pusat mengetahui lebih dalam tentang fenomena sosial tersebut. 

Kejadian penyerangan tersebut menjadi kritikan keras terhadap BP Batam yang telah gagal membangun tatanan sosial yang jauh dari konflik ideologi, Pemerintah Pusat harus mengevaluasi BP Batam dalam menerapkan ideologi Pancasila.

Dibawah kewenangan pemerintah pusat dalam hal ini kemendagri, kota batam seharusnya menjadi barometer perwujudan nilai-nilai toleransi sebagai fundamental pembangunan tatanan keharmonisan sosiokultural antar golongan, ideologi bahkan kepentingan dalam aspek apapun.

Videal menegaskan bahwa Melayu menjadi akar kebudayaan masyarakat Kota Batam yang terbukti menjunjung tinggi keluhuran pancasila sebagai nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara. 

Kota Batam adalah kota heterogen yang menjunjung tinggi keberagaman bermasyarakat yang terjalin lama, sikap penerimaan masyarakat melayu terhadap pendatang dari berbagai daerah di kota batam sebagai penanda bahwa kota batam adalah kota yang nasionalis.

"Pendatang juga menjaga etika dengan menjunjung tinggi slogan dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung," tegasnya.

Videal yang pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Batam periode 2017-2018, bersaksi bahwa kota batam bukan kota komunisme melainkan kota yang menjunjung tinggi nasionalisme dengan berdasarkan pancasila dan UUD 1945.

"Saya bersaksi masyarakat kota Batam menjunjung tinggi nasionalisme berdasarkan Pancasila," ujarnya.

Sebagai wilayah industri nasional, paparnya lagi, Kota Batam harus terus terjaga keamanan dan kondusifitas nya. BP Batam selaku pengelola industri kota batam harus menggandeng semua stakeholder yang ada di batam seperti Pemerintah Kota Batam, DPR-D Kota Batam, Kapolresta Barelang.

Berita sebelumnya sempat menghebohkan masyarakat kota Batam, pelaku penyerangan Ustaz Abu Syahid di Masjid Raya Baitusysyakur, Jodoh, Batam, Kepulauan Riau tampak tidak menyesal dan sempat mengatakan sepatah kata.

"Saya komunis," tegasnya saat menuju ruang pemeriksaan, Senin (20/9/2021) sore.

Saat ini petugas juga melakukan pemeriksaan ke kediaman pelaku, yang diketahui berada di seputaran Jodoh.

Ustaz Abu Syahid Chaniago saat ini juga datang didampingi oleh para pengurus Masjid, guna dimintai keterangan, beserta saksi mata yang merupakan petugas keamanan Masjid.

Sebelumnya, petugas keamanan Masjid, Jafar menuturkan bahwa peristiwa penyerangan tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB.

"Pada saat itu memang ada pengajian ibu-ibu. Penyerangan terjadi saat Ustad tengah memberikan ceramah," paparnya ditemui di kawasan Masjid, Senin (20/9/2021).

Dari keterangan Jafar, pihak keamanan Masjid mengaku awalnya tidak menduga bahwa pelaku yang merupakan laki-laki tersebut, berniat melakukan penyerangan terhadap Ustad yang diketahui bernama Ustaz Abu Syahid Chaniago.

Di mana saat datang ke area masjid, diketahui bahwa penyerang menggunakan pakaian rapi.

"Pelaku itu rapi saat datang, pakai jaket dan celana panjang. Kemudian dia bahkan sempat saya lihat ke arah area wudhu. Setelah itu saya gak tahu kalau langsung masuk ke dalam," terangnya


Loading...
BERITA LAINNYA