Ruhana Kudus Pada Google Doodle Hari Ini, Siapakah Dia?

Senin, 08 November 2021 - 14:34:00 wib | Dibaca: 633 kali 
Ruhana Kudus Pada Google Doodle Hari Ini, Siapakah Dia?
Tangkapan layar Google Doodle Hari Ini, Senin (8/11/2021)

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Halaman pencarian Google hari ini, Senin 8 November 2021 menampilkan  wajah seorang perempuan mengenakan kerudung khas Sumatera Barat atau yang disebut Tengkolok Bertanduk.

Perempuan pada Google Doodle itu adalah Roehana Koeddoes atau yang dikenal sebagai pejuang wanita Indonesia. Ruhana juga menjadi pelopor wartawati pertama di Indonesia, ia menulis di surat kabar Poetri Hindia.

Pada tanggal 8 November 2019, Presiden RI Jokowi menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada Ruhana Kuddus, berdasarkan keputusan Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Dikutip dari Wikipedia, Ruhana Kudus lahir pada 20 Desember 1884 di Kabupaten Agam, ibunya bernama Kiam dan ayahnya bernama Mohamad Rasjad Maharadja. Ruhana Kudus adalah kakak tiri dari Soetan Sjahrir, Perdana Menteri Indonesia yang pertama dan juga mak tuo (bibi) dari penyair terkenal Chairil Anwar dan juga sepupu H Agus Salim.

Ketika dibredel pemerintah Belanda, Ruhana Kuddus berinisiatif mendirikan surat kabar, bernama Sunting Melayu, yang tercatat sebagai salah satu surat kabar perempuan pertama di Indonesia.

Pendirian surat kabar tersebut tidak terlepas dari maraknya kabar kesewenang-wenangan terhadap kaum perempuan yang marak terjadi pada masa itu. Bahkan, hampir setiap surat kabar yang dibaca Ruhana Kuddus, tidak pernah absen memberitakan kabar tersebut.

Sejumlah pemimpin surat kabar pun ia ajak berkoresponden, salah satunya Soetan Maharadja, yang merupakan pemimpin redaksi Utusan Melayu.

Dalam suratnya, Ruhana Kuddus mengungkapkan keinginannya memperjuangkan nasib perempuan, sehingga membuat Soetan bersimpati. Keduanya lalu bertemu dan sepakat mendirikan surat kabar khusus perempuan pertama di Sumatera Barat, yaitu Soenting Melajoe yang bermakna "Perempuan Melayu", pada 1912.

Di samping terlibat dalam penerbitan Soenting Melajoe, Ruhana Kuddus juga terlibat dalam penerbitan beberapa surat kabar yang lain, antara lain surat kabar Perempoean Bergerak di Medan bersama Siti Satiaman dan Parada Harahap serta surat kabar Radio di Padang.

Tidak itu saja, beberapa tulisan Ruhana Kuddus juga diterbitkan dalam beberapa surat kabar yang lain, baik di Sumatera atau di Pulau Jawa, di antaranya dalam Poeteri Hindia.

Pada 1908, Roehana Koeddoes atau Ruhana Kuddus menikah dengan seorang aktivis pergerakan yang juga notaris dan penulis, Abdoel Koeddoes. Pernikahan tidak membuatnya berhenti bergerak, malah sebaliknya, dia semakin aktif berjuang.

Bersama sang suami, Ruhana Kuddus semakin bersemangat untuk mendidik, terutama para perempuan di Kota Gadang. Selain di dunia jurnalistik, Roehana Koeddoes atau Ruhana Kuddus juga dikenal cukup aktif di sektor pendidikan.

Ruhana Kuddus diketahui meninggal dunia pada usia 87 tahun pada 17 Agustus 1972. Sebelum mendapat gelar pahlawan, Ruhana Kuddus juga menerima penghargaan sebagai Wartawati Pertama Indonesia (1974). 

Lalu pada Hari Pers Nasional ke-3, 9 Februari 1987, Menteri Penerangan Harmoko menganugerahinya sebagai Perintis Pers Indonesia.


Loading...
BERITA LAINNYA