Gajah Usia 2 Tahun di TWA Buluh Cina Kampar Mati

Kamis, 19 Januari 2023 - 14:30:01 wib | Dibaca: 441 kali 
Gajah Usia 2 Tahun di TWA Buluh Cina Kampar Mati
Gajah berusia 2 tahun bernama Damar ditemukan mati.

GAGASANRIAU.COM, KAMPAR - Seekor gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) di Unit Konservasi Gajah Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina dengan identitas 'Damar' ditemukan mati.

"Damar lahir di TWA Buluh Cina pada 03 Juli 2020 dari pasangan gajah latih 'Robin' dan 'Ngatini' ditemukan mati pada Rabu, 11 Januari 2023," kata Kepala Bidang KSDA Wil I, Andri Hansen Siregar seperti dilansir riauterkini.

 Kelucuannya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung di TWA tersebut" demikian di ungkapkan 

Kronologis kematian Damar, Senin, 11 Januari 2023 pukul 07.45 WIB, Alex Gunawan (mahout/pelatih gajah) di TWA melakukan pengecekan dan hendak memindahkan gajah ke hutan.

Sampai di tempat ikatan, Alex Gunawan melihat gajah Damar dalam posisi rebah (tidak bergerak). Alex berfikir Damar masih tidur. Namun setelah dipastikan ternyata gajah Damar telah mati.

"Padahal sebelumnya Hari Selasa, 10 Januari 2023, petugas piket malam Sdr. Ludinsion Nainggolan masih melihat gajah "Damar" sekira pukul 18:00 WIB dalam kondisi baik dan tidak ada gejala yang mencurigakan terkena sakit" ujarnya Hansen.

Selanjutnya dikatakannya lagi, setelah menerima laporan tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan memerintahkan Tim medis Balai Besar KSDA Riau dipimpin drh. Rini Deswita melakukan nekropsi untuk mendiagnosa penyebab kematian gajah "Damar".

"Sample berupa lidah, hati, limpa, lambung, ginjal, jantung, paru paru, dan cairan perikardium gajah hasil nekropsi dikirim ke Laboratorium di Kota Bogor untuk mengetahui secara pasti penyebab Kematian gajah "Damar" tambahnya.

Pada tanggal 17 Januari 2023, uji laboratorium telah keluar dengan hasil gajah "Damar", jenis kelamin jantan berumur 2 tahun 4 bulan mati disebabkan Positif Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV).

"Jenis virus tersebut sangat susah diprediksi, gejalanya tidak terlihat jelas bila hanya melihat dari fisik gajah, namun dapat menyerang dengan cepat pada anakan gajah" tambahnya.

Selama ini Balai Besar KSDA Riau bekerjasama dengan lembaga pemerhati gajah (LSM) telah berupaya keras melakukan pencegahan dan antisipasi kematian gajah melalui pengecekan medis secara rutin, pemberian obat, vitamin dan suplai makanan yang bernutrisi.


Loading...
BERITA LAINNYA