Posyandu di Rohil Tidak Berjalan Maksimal

Jumat, 22 September 2023 - 14:50:04 wib | Dibaca: 348 kali 
Posyandu di Rohil Tidak Berjalan Maksimal
Ketua TPPS Provinsi Riau Heriyanto bersama penggerak PKK kecamatan pada giat rembuk stunting.

GAGASANRIAU.COM, BAGANSIAPIAPI - Keberadaan Posyandu di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau sejauh ini tidak berjalan maksimal. Pasalnya setakat ini hanya sekitar 27 persen yang aktif.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Riau, Heriyanto mengatakan, berdasarkan data yang ada di Bapedalitbang Riau saat ini posyandu yang aktif di Rohil masih sangat rendah yaitu 27 persen.

Merujuk data itu, balita yang ditimbang di posyandu di Rohil ini juga baru 57 persen, pihaknya berharap semuanya bisa mencapai 100 persen. "Itu artinya mohon maaf semua kondisi permasalahannya apabila PKK nya bergerak maka tidak akan seperti ini," katanya.

Padahal kata Hariyanto, sudah ada anggaran yang mensupport untuk kegiatan posyandu tersebut, yaitu Rp 8 juta untuk operasional posyandu dari bankeu. Kemudian untuk penanganan Stunting sebesar Rp 20 juta perdesa.

"Anggaran itu sudah berjalan. Baru sekitar seratusan Desa yang sudah menjalankan. Ini saya kira perlu diperhatikan lagi sehingga permasalahan itu bisa kita intervensi," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya melakukan rembuk stunting mulai dari aksi I sampai aksi VIII itu bagaimana semua permasalahan yang ada dapat mengurai.

Heriyanto mengatakan, untuk percepatan penurunan Stunting ini, perlu diintegrasikan sehingga dapat dikerjakan bersama-sama. Tentunya kalau selama ini dilakukan intervensi ataupun pembangunan itu tidak tepat sasaran, oleh karena itu harapannya dengan menggunakan data yang ada semuanya itu bisa tepat sasaran.

Sementara itu Sekretaris TPPS Kabupaten Rohil Nurhasanah menambahkan, pihaknya menekankan kepada kepala Puskesmas, penggerak PKK kecamatan hingga desa agar lebih proaktif.

"Puskesmas tadi kita anjurkan mereka untuk lebih menekankan dalam hal penginputan dan juga untuk meningkatkan kunjungannya ke posyandu. Intinya semua harus sinergi, jangan karena disuruh baru bergerak," pungkasnya. 


Loading...
BERITA LAINNYA