Lingkungan

Cegah Banjir, Dewan Minta Masyarakat Taat Bayar Pajak

GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU - Masterplan banjir yang telah selesai sejak awal 2021, yang mana di dalam masterplan pengendalian banjir ini sudah terdata sebanyak 375 titik rawan banjir yang diakibatkan drainase disekitar lokasi yang tidak berfungsi dengan baik.

Tengku Azwendi Fajri Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru menyebut, tiap tahun dimusim hujan, memang menyebabkan banjir di beberapa titik. Untuk mengantisipasi hal ini, masterplan banjir sudah bisa dipergunakan dengan catatan adanya anggaran.

“Masterplan sudah selesai, tentu kita berkaitan dengan anggaran lagi. Ini kita sudah ada masterplan nya, kalau tidak didukung dengan anggaran, masterplan juga tidak bisa berjalan dengan baik,” kata Wendi kepada wartawan.

Politisi Partai Demokrat ini juga mengatakan, selain anggaran dari pemerintah, pihaknya juga meminta agar masyarakat bisa berpartisipasi dengan cara taat membayar. Hal ini dilakukan agar masterplan bisa berjalan, salah satunya berdasarkan pembayaran pajak.

“Masyarakat bisa membayar pajak dengan tepat waktu, anggaran ada, PAD ada, sehingga itu nanti bisa kita alokasikan untuk melaksanakan masterplan,” sebutnya.

Azwendi menjelaskan, masterplan ini sebagai acuan dasar dalam menangani banjir. Masterplan juga bukan proyek multiyears, tapi berkesinambungan.

“Nanti Pak Wali selesai, DPRD kan masih sampai tahun 2024. Kita akan selalu laksanakan program masterplan itu dari tahun ketahun yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan yang ada. Insyaa Allah akan dipakai, cuma permutakhiran penyempurnaan, itu akan dilakukan,” pungkasnya.

Reporter: Nurwalidaini


[Ikuti GagasanRiau.com Melalui Sosial Media]




Tulis Komentar