Membentuk Generasi Kritis: Langkah Strategis Bunda Literasi Kampar dalam Menggugah Minat Baca Pelajar

Rabu, 22 April 2026 | 14:48:32 WIB

GAGASANRIAU.COM, KAMPAR - Dunia pendidikan di era digital saat ini menghadapi tantangan yang luar biasa besar, di mana arus informasi mengalir begitu deras tanpa filter yang memadai.

Kondisi ini menuntut generasi muda untuk tidak hanya sekadar mampu membaca teks, tetapi juga memiliki ketajaman dalam berpikir kritis dan menganalisis setiap informasi.

Kabupaten Kampar, sebagai daerah yang terus bersiap menuju "Generasi Emas", sangat memahami bahwa literasi adalah kunci utama dalam membuka pintu kecerdasan bangsa.

Sadar akan urgensi tersebut, Bunda Literasi Kabupaten Kampar, Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, mengambil langkah nyata untuk turun langsung membina bibit-bibit unggul daerah.

Kehadiran beliau bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah bentuk dukungan moril bagi para pelajar yang kini tengah meniti jalan menjadi intelektual muda.

Pada Rabu (22/04/2026), Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kampar menjadi saksi bangkitnya semangat literasi para siswa SMP hingga SMA sederajat.

Ny. Tengku Nurheryani menghadiri kegiatan Pembekalan Lomba Resensi Buku yang diikuti oleh perwakilan sekolah-sekolah terbaik di seluruh penjuru Kabupaten Kampar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dirancang khusus untuk mengasah kemampuan siswa dalam mengulas karya fiksi maupun nonfiksi.

Penyelenggaraan acara ini menjadi sangat istimewa karena didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Perpustakaan Nasional RI Tahun Anggaran 2026.

Dukungan anggaran dari pusat ini membuktikan bahwa program literasi di Kabupaten Kampar memiliki relevansi yang kuat dengan visi pembangunan nasional.

Bimtek yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 22 hingga 23 April 2026, ini bertujuan memberikan bekal teknis yang mendalam bagi para peserta.

Resensi buku dipilih sebagai instrumen perlombaan karena menuntut kemampuan yang lebih kompleks dibandingkan sekadar membaca secara pasif.

Melalui resensi, seorang pelajar diajak untuk menyelami isi buku, membedah alur pemikiran penulis, hingga memberikan penilaian yang objektif.

Bunda Literasi Kabupaten Kampar dalam sambutannya menekankan bahwa budaya literasi harus menjadi gaya hidup, bukan sekadar kewajiban di sekolah.

Dia memandang bahwa kemampuan membaca yang baik adalah fondasi bagi seseorang untuk bisa menarik makna dan nilai-nilai positif dari sebuah karya.

“Membaca adalah proses menyerap ilmu, namun meresensi adalah proses mengolah ilmu tersebut menjadi sebuah pemikiran baru,” ujar Ny. Tengku Nurheryani penuh semangat.

Harapan besar digantungkan pada pundak para peserta agar mereka menjadi pelopor gerakan literasi di lingkungan sekolah dan keluarga masing-masing.

Dengan kemampuan berpikir kritis, pelajar Kampar diharapkan tidak mudah terjebak dalam arus hoaks atau informasi yang menyesatkan di media sosial.

Ny. Tengku Nurheryani juga menegaskan bahwa mencintai dunia membaca dan menulis akan membantu para siswa dalam membentuk karakter yang tangguh dan berdaya saing.

“Melalui kegiatan ini, kita sedang menanam benih kecerdasan yang akan kita panen saat mereka menjadi pemimpin di masa depan,” tambahnya dengan nada optimis.

Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme peserta, Bunda Literasi secara simbolis menyerahkan sertifikat pembekalan kepada perwakilan siswa.

Penyerahan sertifikat ini bukan sekadar bukti kehadiran, melainkan simbol kepercayaan pemerintah daerah atas potensi besar yang dimiliki para pelajar.

Dalam kegiatan ini, Ny. Tengku Nurheryani tidak sendirian; dia didampingi oleh tokoh-tokoh penting yang memiliki dedikasi tinggi di bidang literasi.

Tampak hadir Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kampar, Ir. Kholida, MM, yang selama ini konsisten mengembangkan fasilitas perpustakaan di daerah.

Hadir pula dewan juri dan penggiat literasi ternama seperti Rezky Firmansyah, Dr. Molly Wahyuni, dan Marhalim Zaini yang memberikan bimbingan teknis secara profesional.

Sinergi antara tokoh perempuan, pejabat pemerintah, dan penggiat literasi ini menjadi bukti bahwa Kampar serius dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.

Melalui Lomba Resensi Buku ini, Kabupaten Kampar sedang mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa daerah ini siap melahirkan generasi yang cerdas dan berbudaya.

Kini, bola ada di tangan para pelajar untuk terus mengasah pena dan mempertajam pikiran melalui lembaran-lembaran buku yang mereka baca.

Dengan bimbingan langsung dari Bunda Literasi, masa depan literasi di Kabupaten Kampar tampak semakin cerah, memberikan harapan bagi lahirnya cendekiawan-cendekiawan baru dari Bumi Sarimah.

Terkini