Wabup Kampar Buka Pelatihan Wirausaha : Meneladani Semangat Kartini Melalui Kemandirian Ekonomi

Kamis, 23 April 2026 | 16:38:40 WIB

GAGASANRIAU.COM, KAMPAR - Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tidak pernah benar-benar usai; ia hanya bertransformasi mengikuti tuntutan zaman.

Jika dahulu perjuangan difokuskan pada hak pendidikan, maka di tahun 2026 ini, perjuangan perempuan Kampar telah merambah pada sektor kemandirian ekonomi.

Menjadi perempuan yang berdaya bukan berarti meninggalkan kodrat, melainkan menambah kapasitas diri agar mampu menjadi pilar penyokong ekonomi keluarga dan daerah. Inilah esensi sejati dari emansipasi yang kini tengah digelorakan di seluruh pelosok Kabupaten Kampar.

Salah satu wujud nyata dari semangat "Kartini Modern" ini terlihat pada sebuah perhelatan inspiratif yang digelar di Aula Politeknik Kampar, Kamis (23/4/2026). Di gedung pusat ilmu pengetahuan tersebut, puluhan perempuan berkumpul untuk menjemput perubahan.

Organisasi Pusat Data dan Informasi Perempuan Riau (Pusdatin Puanri) Kabupaten Kampar menginisiasi sebuah terobosan melalui Pelatihan Membuat Sabun Cuci Piring dan Pelatihan Membuat Minyak Kelapa Sawit. Dua komoditas ini dipilih bukan tanpa alasan yang kuat.

Sabun cuci piring dan minyak goreng adalah kebutuhan pokok yang tidak pernah absen dari dapur setiap rumah tangga. Dengan menguasai produksinya, para perempuan Kampar tidak hanya bisa berhemat, tetapi juga berpotensi menciptakan ladang uang baru.

Kegiatan yang diikuti oleh 60 peserta dari berbagai kecamatan ini menjadi magnet bagi para penggiat pemberdayaan perempuan. Mereka datang membawa satu visi: pulang dengan keterampilan yang mampu mengubah nasib ekonomi di desa masing-masing.

Acara ini dibuka langsung oleh sosok pemimpin perempuan yang sangat vokal dalam urusan pemberdayaan, yakni Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag, M.Si. Dia hadir membawa energi optimisme yang menular kepada seluruh peserta yang hadir.

Tak sendirian, kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua Pusdatin Puanri Provinsi Riau Dra. Hj. Septina Rusli Zainal dan Ketua TP-PKK Kampar Ny. Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, semakin mempertegas bobot strategis dari kegiatan ini.

Sinergi antara tokoh-tokoh hebat ini menunjukkan bahwa dukungan bagi perempuan di Kampar dilakukan secara berlapis, mulai dari tingkat provinsi hingga menyentuh struktur terkecil di desa dan kelurahan.

Dalam arahannya, Dr. Hj. Misharti yang juga menjabat sebagai Ketua Pusdatin Puanri Kampar menekankan bahwa pelatihan ini adalah langkah konkret untuk melahirkan "Kartini-Kartini Wirausaha" yang mandiri dan tangguh.

Dia memandang bahwa potensi ekonomi lokal akan jauh lebih kuat jika digerakkan oleh tangan-tangan kreatif perempuan di tingkat kecamatan dan desa. Kemandirian ini adalah kunci utama ketahanan ekonomi daerah.

“Pelatihan yang terarah seperti ini adalah pemicu pertumbuhan ekonomi lokal yang nyata. Kita ingin ibu-ibu di desa mampu melihat peluang di tengah tantangan,” ungkap Misharti dengan penuh keyakinan.

Harapan besarnya adalah lahirnya unit-unit usaha mikro baru yang mampu menyerap tenaga kerja lokal di sekitarnya. Dengan begitu, kesejahteraan tidak lagi terpusat di kota, melainkan merata hingga ke sudut-sudut perdesaan.

Menariknya, pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara mencampur bahan kimia menjadi sabun atau mengolah sawit menjadi minyak. Para peserta dibekali dengan ilmu manajemen bisnis yang komprehensif dan profesional.

Materi tentang standar kualitas dan keamanan produk menjadi poin krusial yang ditekankan. Hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan nanti tidak hanya laku dijual, tetapi juga aman dan memenuhi kriteria pasar formal.

Peserta juga diajarkan teknik pengemasan (packaging) dan strategi pemasaran yang menarik. Di era visual seperti sekarang, kemasan yang estetik adalah pintu masuk pertama untuk memenangkan hati konsumen di pasar yang kompetitif.

Manajemen usaha mikro dan pencatatan keuangan sederhana juga turut diajarkan agar bisnis yang baru dirintis tidak berhenti di tengah jalan akibat pengelolaan modal yang carut-marut. Kedisiplinan finansial adalah fondasi bagi pertumbuhan usaha.

Selain itu, pentingnya membangun merek (branding) ditekankan agar produk buatan perempuan Kampar memiliki identitas yang kuat. Merek yang kuat akan membuat produk lokal mampu bersaing, bahkan dengan produk pabrikan nasional sekalipun.

“Pelatihan ini adalah bagian dari upaya besar Pemerintah Kabupaten Kampar memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kita,” tegas Misharti menutup arahannya.

Pusdatin Puanri Provinsi Riau, melalui Dra. Hj. Septina Rusli Zainal, juga menyatakan kekagumannya atas antusiasme peserta. Baginya, pemanfaatan sumber daya lokal adalah cara paling cerdas untuk berdaulat secara ekonomi.

Riau, khususnya Kampar, adalah gudang kelapa sawit; maka mengajarkan perempuan untuk mengolah sawit menjadi produk bernilai tambah adalah sebuah langkah yang sangat strategis dan tepat sasaran.

“Kami berharap peserta pulang membawa pengetahuan praktis untuk mengolah bahan lokal berkualitas tinggi menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi di pasar,” ujar Septina memberikan motivasi tambahan.

Dukungan teknis dari akademisi juga terlihat melalui kehadiran Dirut Politeknik Kampar, Dr. Ir. Nina Veronika, ST., M.Sc. Sinergi antara organisasi perempuan, pemerintah, dan akademisi ini menciptakan ekosistem pelatihan yang sangat berkualitas.

Kepala dinas terkait, seperti Kadis DPPKBP3A dan Kadis Ketenagakerjaan, turut memberikan dukungan administratif agar para lulusan pelatihan ini nantinya bisa mendapatkan pembinaan lebih lanjut di bawah naungan pemerintah daerah.

Melalui satu hari penuh pelatihan di Bangkinang ini, Kabupaten Kampar sedang menyemai benih-benih kemandirian yang akan segera tumbuh menjadi pohon ekonomi yang rimbun.

Semangat Kartini kini telah menjelma menjadi sabun, minyak, dan peluang usaha yang mencerahkan masa depan keluarga.

Terkini