Wujudkan Green Governance, Bupati Ahmad Yuzar Pimpin Gerakan Hemat Energi Mulai dari Hal Kecil

Jumat, 10 April 2026 | 16:30:00 WIB

GAGASANRIAU.COM, KAMPAR – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dalam mendorong efisiensi anggaran dan kelestarian lingkungan hidup tidak sekadar mandek di atas kertas regulasi.

Di bawah kepemimpinan Bupati Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., Pemkab Kampar kini tengah gencar menggalakkan transformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang lebih peduli terhadap penggunaan energi.

Menariknya, gerakan hemat energi ini tidak dimulai dengan instruksi yang kaku, melainkan melalui ketetapan keteladanan yang ditunjukkan langsung oleh sang kepala daerah.

Keteladanan Nyata: Mengayuh Sepeda ke Tempat Kerja

Pada Jumat (10/4/2026), pemandangan berbeda terlihat di kompleks Rumah Dinas Bupati Kampar. Ahmad Yuzar memulai hari dinasnya dengan mengayuh sepeda sebagai sarana transportasi menuju tempat kerja.

Langkah simbolis namun berdampak besar ini sengaja dilakukan untuk memberikan contoh nyata bagi seluruh jajaran aparatur di Bumi Sarimadu. Bupati mengajak para ASN untuk mulai membiasakan diri menggunakan kendaraan ramah lingkungan, baik sepeda maupun sepeda motor secara bijak, guna menekan konsumsi bahan bakar fosil dan mengurangi emisi karbon di lingkungan kerja.

Tak sendirian, dalam aksi edukatif ini Bupati didampingi langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kampar, Dr. Ardi Mardiansyah, S.Stp., M.Si.

Sidak Simpatik: Menakar Efektivitas WFO dan Penggunaan Listrik

Sembari mengampanyekan gerakan bersepeda, Bupati Ahmad Yuzar memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan peninjauan langsung (sidak) terkait pelaksanaan sistem kerja di lingkungan Pemkab Kampar. Fokus utamanya adalah memastikan penerapan skema Work From Office (WFO) tetap berjalan optimal dan disiplin, terutama bagi sektor-sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) disisir langsung oleh Bupati dan tim, di antaranya: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Inspektorat Kabupaten Kampar Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar.

Saat memasuki ruang demi ruang di setiap instansi, Ahmad Yuzar dengan jeli menyoroti hal-hal mikro yang kerap terabaikan, seperti fasilitas lampu dan pendingin ruangan (AC) yang tetap menyala di area yang sedang kosong atau tidak digunakan.

Tanpa ragu dan canggung, Bupati langsung mematikan sendiri perangkat elektronik tersebut. Tindakan spontan ini menjadi tamparan halus sekaligus edukasi visual yang sangat membekas bagi para pegawai yang hadir.

“Penghematan energi harus dimulai dari hal kecil dan dari diri sendiri. Jika tidak digunakan, matikan lampu dan AC. Ini bukan hanya soal efisiensi anggaran daerah, tetapi juga bentuk kepedulian nyata kita terhadap masa depan lingkungan hidup,” tegas Ahmad Yuzar.

Membangun Budaya Birokrasi yang Bertanggung Jawab

Aksi turun ke lapangan ini mengirimkan pesan kuat bahwa penghematan energi di instansi pemerintah adalah tanggung jawab moral bersama.

Melalui keteladanan langsung dari pucuk pimpinan, Pemkab Kampar optimistis mampu mengikis kebiasaan pemborosan dan menumbuhkan etos kerja baru.

Target jangka panjang dari gerakan ini adalah lahirnya kultur birokrasi di Kabupaten Kampar yang tidak hanya disiplin dan produktif, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap isu-isu lingkungan (eco-friendly office).

Dengan lingkungan kerja yang efisien, setiap rupiah dari anggaran daerah yang berhasil diselamatkan dari pos pengeluaran rutin (seperti listrik dan operasional harian) dapat dialokasikan kembali untuk program-program pembangunan yang jauh lebih menyentuh kebutuhan dasar masyarakat Kampar. (Adv)

Terkini