Hari ke-18, Total 434 Ha Gambut Inhu Terbakar, Petugas Jalan Kaki 1,5 Km Pikul Pompa

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:26:18 WIB
Personil Manggal Agni saat melakukan pemadaman di Kabupaten Indragiri Hulu

GAGASANRIAU.COM, INDRAGIRI HULU - Hingga memasuki hari ke delapan belas, amukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membakar kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) belum sepenuhnya jinak.

Muhammad Ilham Sidik, Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera VII Rengat, merilis pembaruan data penanganan titik api per Kamis (20/8).

Dia mengungkapkan bahwa total area terbakar telah menembus angka fantastis 434,35 hektare.

Data tersebut kata Ilham berdasarkan analisis penafsiran Citra Satelit Sentinel, dengan rincian terbakar luas hamparan gambut, semak belukar, hingga perkebunan sawit warga yang hangus dilalap api,

"Baru berhasil dipadamkan seluas kurang lebih 47 hektare " ungkap Ilham kepada wartawan, Kamis sore (20/8/2026) melalui pesan daring.

Dikatakan Ilham meski posisi kepala api saat ini dilaporkan telah terkondisi, operasi di lapangan masih berkutat dalam fase krusial mopping up atau pendinginan skala besar.

Ancaman terbesar justru bersembunyi di balik tanah gambut, di mana bara api masih aktif menggerogoti bagian bawah akar tanaman serta lantai hutan yang berpotensi memicu ledakan api susulan.

Perjuangan tim gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD-PKP Kabupaten Inhu di area HPK ini terbilang sangat berat akibat kendala geografis yang ekstrem.

Petugas terpaksa melakukan pemadaman langsung menggunakan Pompa Mark-3 dan Pompa Mini Striker dengan membentang selang jauh dari sumber air berupa embung dan parit yang berjarak 300 hingga 500 meter dari titik api.

Tak hanya itu, personel di lapangan diuji fisik secara ekstrem karena harus memikul peralatan pemadam berat sembari berjalan kaki menembus medan sulit sejauh 1,5 kilometer untuk mencapai titik penanganan.

"Operasi berlangsung pukul 08.00–16.30 WIB dengan pembagian sektor pengerjaan untuk masing-masing tim, fokus menyasar bara api yang berada di bawah akar tanaman dan lantai hutan," terang Ilham.

Mengingat potensi kebakaran bawah tanah (underground fire) pada gambut masih tinggi, Manggala Agni memastikan kegiatan penyisiran bara api dan pendinginan akan kembali dilanjutkan pada esok hari.

Berbanding terbalik dengan dinamika di Sungai Guntung Hilir, penanganan karhutla di Desa Penyaguan, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Inhu justru memetik hasil cepat.

Di lokasi yang berstatus Hutan Produksi Terbatas (HPT) tersebut, amukan api yang membakar 3,1 hektare tanah gambut muda dan perkebunan sawit warga berhasil ditumpas total hanya dalam tempo satu hari operasi.

Tim gabungan yang diperkuat RPK Perusahaan dan masyarakat setempat berhasil melakukan pemadaman tuntas sejak pukul 08.00 hingga 17.30 WIB.

Keberhasilan penanganan di Batang Gangsal didukung oleh akses kanal air yang melimpah serta pengerjaan respons cepat menggunakan 2 Unit Pompa Mark-3 dan 2 Unit Pompa Mini Striker tanpa ditemukannya kendala berarti di lapangan.

Terkini