GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU – Hingga kini upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, belum sepenuhnya mereda.
Pasalnya, hingga memasuki hari ke-16 penanganan pada Selasa (18/8/2026), luas area terbakar di kawasan tersebut telah melonjak tajam menembus ratusan hektar.
Sebagaimana diungkapkan oleh Muhammad Ilham Sidik, Kepala Daerah Operasi Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, dia mengonfirmasi bahwa total area yang terdampak kebakaran di Desa Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, kini telah mencapai 434,35 hektar.
Hitungan luas area terdampak ini diperoleh berdasarkan hasil analisis data citra satelit Sentinel 2.
Dia juga menyebut bahwa mayoritas areal yang dilalap si jago merah merupakan ekosistem tanah gambut yang ditumbuhi vegetasi semak belukar serta perkebunan kelapa sawit.
Progres Pemadaman Masih Minim
Di tengah luasnya paparan api, tim gabungan yang dikerahkan ke lokasi baru mampu menjinakkan sebagian kecil dari total area yang terbakar.
Pada operasi hari ke-16, petugas berhasil memadamkan lahan seluas kurang lebih 2 hektar.
Dengan hasil tersebut, total akumulasi area yang berhasil dipadamkan sejauh ini baru mencapai sekitar 45 hektar, atau tak sampai 10 persen dari total luas area terbakar.
Meskipun demikian, Ilham memastikan bahwa kondisi pergerakan perambatan api utama di lapangan secara umum telah dapat dikendalikan.
"Kepala api terkendali, meski belum padam total. Masih ada asap tipis dan bara api yang tersebar di lantai hutan," ujar Ilham melalui keterangan resminya, Selasa (18/8) yang diterima GagasanRiau.Com.

Dari pemetaan posisi geografis di lokasi, sektor sisi barat dan utara saat ini sudah dalam status terkendali.
Namun, ancaman penyebaran api masih membayang di sektor sisi timur dan selatan yang tercatat belum terkondisi.
Kendala Medan dan Sumber Air
Operasi pemadaman masif ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari unsur Manggala Agni, TNI, Polri, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Untuk menunjang penetrasi air ke perut gambut, tim mengerahkan alokasi peralatan berupa 4 unit pompa pemadam Mark-3, 8 unit pompa Mini Striker, armada kendaraan angkut roda empat dan roda dua, serta kelengkapan pendukung seperti selang hisap, selang penyalur, Y connector, hingga nozzle.
Operasi pemadaman intensif dilangsungkan sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga sore hari pukul 16.30 WIB.
Strategi penanganan difokuskan pada gempuran terhadap pergerakan kepala api dan titik bara di sektor utara serta barat.
Petugas juga menyisir lantai hutan untuk membersihkan sisa bara yang mengendap di bawah perakaran tanaman demi meminimalisasi risiko penyalaan ulang (re-ignition).
Meski demikian kata Ilham, petugas di lapangan dihadapkan pada hambatan geografis yang cukup krusial.
Rapatnya vegetasi hutan serta posisi titik api yang berada jauh di bawah batang pohon menjadi tantangan tersendiri.
Situasi makin rumit karena jangkauan posisi serang berjarak cukup jauh dari titik sumber air terdekat, yakni berkisar antara 300 hingga 500 meter.
"Guna memastikan api tak kembali berkobar dari dalam tanah, tim gabungan dijadwalkan akan kembali melanjutkan tahapan mopping up, berupa pendinginan dan penyisiran sisa bara api, pada esok hari " tukas Ilham.