GAGASANRIAU.COM, PANIPAHAN -- Insiden aksi sporadis melawan bandar narkoba yang dilakukan masyarakat dan berujung anakis di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, menjadi tamparan keras bagi Korps Bhayangkara.
Irjen Pol Herry Heryawan, Kapolda Riau bahkan secara terbuka mengakui adanya ketidakpuasan masyarakat serta kegagalan komunikasi antara aparat dan warga yang berujung pada aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.
Usai mengukuhkan Duta Anti Narkoba Polda Riau di Pekanbaru, lulusan Akpol 1996 ini langsung bertolak ke wilayah pesisir Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kamis (16/4). Dia mengemban misi cooling system sekaligus upaya radikal untuk memulihkan kepercayaan publik yang sudah runtuh.
Permohonan Maaf dan Evaluasi Berdarah
Mengutip Riaupos.co, dalam dialog terbuka yang dihadiri tokoh masyarakat, adat, dan agama, Irjen Herry melayangkan permohonan maaf yang tidak biasa bagi pejabat kepolisian tingkat tinggi.
“Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu,” kata Irjen Herry di depan warga.
Dia menegaskan peristiwa Panipahan adalah sebuah wake-up call (pengingat keras) bagi institusinya.
Herry mengakui bahwa peristiwa tersebut tidak terlepas dari ekspektasi masyarakat yang tidak terjawab terkait penanganan narkoba serta masih adanya kekurangan pelaksanaan tugas di lapangan.
Bersih-Bersih' Personel dan Tes Urine Dadakan
Tak hanya sekadar kata-kata, Polda Riau langsung melakukan langkah korektif ekstrem.
Herry mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap personel di Panipahan.
Hal ini mencakup pergantian pejabat dan penempatan personel baru yang diklaim telah melalui pemeriksaan ketat.
Sebagai bentuk akuntabilitas, Kapolda yang didampingi Danrem 031/Wira Bima Brigjen Agustatius Sitepu, Sekda Riau Syahrial Abdi, Bupati Rohil Bistamam, dan Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, langsung melakukan pengecekan personel.
Para polisi baru tersebut diwajibkan menjalani tes urine di tempat untuk memastikan mereka bersih dari narkoba.
“Personel yang bertugas harus benar-benar bersih dan profesional. Ini komitmen yang tidak bisa ditawar,” tegas Herry.
Diplomasi Nelayan dan ‘Sekolah Bersinar’
Menyadari akar persoalan bukan hanya soal keamanan tapi juga ekonomi, Kapolda memberikan bantuan mesin ketinting secara simbolis kepada masyarakat nelayan di kawasan Pekong Imigrasi.
Dia berargumen bahwa ruang bagi narkoba akan menyempit jika ekonomi rakyat bergerak.
Rangkaian kegiatan juga menyasar sektor pendidikan dan pasar. Bersama para Duta Anti Narkoba, Kapolda menyambangi:
- Pasar Induk Panipahan: Memberikan imbauan langsung dan membagikan kaos kampanye antinarkoba.
- Yayasan Perguruan Kartini: Mengedukasi pelajar melalui program Sekolah Bersinar (Bersih dari Narkoba). Para siswa diajak menyelesaikan masalah secara musyawarah tanpa kekerasan.
Peringatan Terhadap Tindakan Anarkis
Meski mengakui kesalahan anak buahnya, Irjen Herry menutup kegiatannya dengan pesan tegas kepada masyarakat agar tidak lagi melakukan tindakan anarkis dalam menyampaikan ketidakpuasan.
Dia meminta setiap persoalan diserahkan kepada penegak hukum dan dikomunikasikan melalui forum-forum terbuka.
"Jangan diselesaikan dengan merusak atau melakukan tindakan anarkis. Kita harus mengedepankan musyawarah dan dialog. Kami ingin tidak ada lagi jarak antara Polri dan masyarakat," tutupnya.