Ancaman Karhutla Ekstrem Inhu, El Nino Kuat dan IOD Positif Picu Hari Tanpa Hujan Hingga 60 Hari!

Ancaman Karhutla Ekstrem Inhu, El Nino Kuat dan IOD Positif Picu Hari Tanpa Hujan Hingga 60 Hari!

GAGASANRIAU.COM, RENGAT, — Musim kekeringan parah dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hebat kini mengintai wilayah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan sekitarnya.

Hal itu diungkapkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indragiri Hulu yang menerbitkan peringatan bahaya terkait fenomena Hari Tanpa Hujan (HTH) berkepanjangan yang melanda sebagian besar wilayah Provinsi Riau.

Menurut pihak BMKG, kondisi gawat tersebut dipicu oleh puncaknya musim kemarau bulan Agustus 2026 yang diperparah oleh amukan dua fenomena dinamika atmosfer sekaligus.

Sebagaimana diungkapkan oleh Kepala BMKG Inhu, Nancy Luciana Damanik, S.T., M.Si., dia mengonfirmasi bahwa sebagian wilayah Inhu bahkan sudah tidak disiram hujan hingga dua bulan berturut-turut.

"Sebaiknya semua pemangku kepentingan waspada meluasnya risiko kebakaran wilayah berpotensi Karhutla dan tetap jaga stamina untuk seluruh masyarakat," tegas Nancy, Rabu (12/8/2026) dikutip dari Riauterkinicom.

Duet Maut El Nino Kuat dan IOD Positif: Dampak Susulan Bisa Sampai 2027

Nancy juga membeberkan bahwa kondisi gersang ini dipicu oleh keberadaan El Nino kuat dengan nilai anomali SST di region Nino3.4 periode Mei-Juni-Juli (MJJ) 2026 yang menembus angka +1.59.

Kondisi El Nino yang terus menguat ini diprediksi bakal bertabrakan langsung dengan fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif yang aktif pada periode September hingga Desember 2026.

Kombinasi dua fenomena iklim global ini dipastikan menguras habis kelembapan udara dan memicu kemarau ekstrem yang jauh lebih kering di tanah Riau.

"Kombinasi dua fenomena resmi ini — El Nino kuat dan IOD positif dapat mengakibatkan kondisi kemarau yang lebih panjang dan kering di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Riau," terang Nancy.

Dia menegaskan periode paling kritis akan membakar Riau pada bulan Agustus hingga September.

Namun, potensi bencana kekeringan beruntun ini diprediksi membentang hingga akhir tahun, bahkan dampak susulannya berpotensi terasa sampai awal 2027.

Dua Kecamatan di Inhu Masuk Kategori Sangat Panjang (31–60 Hari Tanpa Hujan).

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG update 10 Agustus 2026, kondisi HTH di Kabupaten Inhu telah memasuki kategori Sangat Panjang (31 hingga 60 hari tanpa hujan).

Dua wilayah yang berada dalam status bahaya merah kekeringan meteorologis dan klimatologis tersebut adalah Kecamatan Batang Gansal dan Kecamatan Kuala Cenaku.

BMKG memetakan ada empat kabupaten di Riau yang memiliki tingkat kekeringan paling parah dibanding wilayah lainnya pada kurun Agustus–September.

Keempat daerah berisiko tinggi tersebut meliputi Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), dan Indragiri Hilir (Inhil) dengan perkiraan curah hujan sangat minim di kategori Rendah (50–100 mm) hingga Menengah (100–200 mm).

Sektor Pertanian Terancam Krisis Air, Pengawasan Gambut Wajib Diperketat

Mengantisipasi krisis air bersih dan kegagalan panen, BMKG mendesak para petani dan instansi terkait untuk segera melakukan penyesuaian pola tanam serta efisiensi penggunaan air.

Nancy juga mengingatkan agar pengawasan dan pencegahan Karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut rawan terbakar, tidak berhenti di bulan September saja.

"Kami mendorong agar upaya pencegahan Karhutla di lahan gambut tidak hanya fokus di Agustus-September saja, tapi terus dijaga kewaspadaannya sampai musim hujan benar-benar stabil," imbaunya.

Masyarakat mengimbau agar tidak sekali-kali melakukan pembakaran lahan atau aktivitas pemicu api sekecil apa pun di tengah vegetasi yang sudah mengering.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index