Warga Riau Dipanggang 225 Titik Panas, Inhu Membara, BMKG Peringatkan Asap dan Udara Kabur Sepanjang Hari

Warga Riau Dipanggang 225 Titik Panas, Inhu Membara, BMKG Peringatkan Asap dan Udara Kabur Sepanjang Hari
Grafik BMKG Pekanbaru

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat lonjakan drastis jumlah titik panas (hotspot) hanya dalam hitungan jam.

Sebagiamana diungkapkan oleh Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Bella R. Adelia pada Rabu sore kemarin jumlah titik panas di Riau masih berada di angka 125.

Namun, memasuki Kamis (17/9), angkanya melejit hingga 225 titik.

"Terjadi peningkatan drastis titik panas di Provinsi Riau," ujar Bella dalam laporan resminya yang diterima GagasanRiau.com,  Kamis (17/9).

Kondisi diperparah oleh suhu udara ekstrem yang diprakirakan bakal memanggang kulit warga Riau sepanjang hari, dengan rentang 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius dan tingkat kelembapan 50 sampai 95 persen.

Ancaman kualitas udara memburuk membayang sejak pagi hingga dini hari.

BMKG memperingatkan potensi fenomena udara kabur akibat selimut asap (smoke) yang berisiko menekan jarak pandang secara signifikan.

Meski suhu terik merata, potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang diprakirakan masih membasahi sejumlah wilayah pada siang hingga malam hari, termasuk di Kabupaten Kepulauan Meranti, Pelalawan, Bengkalis, Siak, Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kota Dumai.

Peringatan dini pun dikeluarkan khusus untuk Kabupaten Bengkalis. BMKG meminta warga mewaspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berkecepatan 10 hingga 40 km/jam dari arah Tenggara ke Barat Daya pada malam hingga dini hari.

Untuk wilayah perairan Riau, gelombang laut diprakirakan masih dalam kategori rendah, yakni berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

Ancaman ini menjadi bagian dari ledakan hotspot di daratan Sumatra yang totalnya menembus angka 4.737 titik berdasarkan pembaruan data Rabu malam pukul 23.00 WIB.

Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 3.200 titik, disusul Jambi (511), Bangka Belitung (503), Lampung (241), dan Riau (225).

Di lingkup Riau, Kabupaten Indragiri Hulu mencatatkan konsentrasi titik panas tertinggi dengan 135 titik.

Wilayah lain yang turut menyumbang lonjakan yakni Kampar (44 titik) dan Indragiri Hilir (34 titik).

Sementara itu, sebaran titik panas sisanya terdeteksi di Kota Dumai (3), Pelalawan (3), Rokan Hulu (2), Siak (2), Bengkalis (1), dan Kuantan Singingi (1).

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index