Riau Dikepung Udara Kabur dan 317 Hotspot, Ancaman Asap Karhutla Memburuk

Riau Dikepung Udara Kabur dan 317 Hotspot, Ancaman Asap Karhutla Memburuk
Salah satu lahan terbakar di Provinsi Riau

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU -- Sepertinya, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau belum mereda setelah fenomena 'udara kabur' mengepung Kota Pekanbaru sepanjang hari pada Kamis (10/9).

Kondisi udara yang mengabur ini menjadi indikasi kuat bahwa kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti wilayah permukiman warga.

Yasir P. Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, dalam data yang diterima GagasanRiau.com, Kamis (10/9) juga mengungkapkan lonjakan signifikan pada jumlah titik panas (hotspot) di Riau.

Data BMKG mencatat titik panas melonjak tajam dari 245 titik pada Rabu sore menjadi 317 titik pada Kamis pagi.

Sebaran hotspot paling parah terdeteksi di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 154 titik, disusul Kabupaten Kepulauan Meranti sebanyak 37 titik dan Bengkalis 34 titik.

Secara kumulatif, Riau menyumbang 317 dari total 2.762 titik panas yang mengepung Pulau Sumatera, di mana angka tertinggi berada di Sumatera Selatan sebanyak 1.668 titik.

Di tengah ancaman asap karhutla, BMKG memprakirakan potensi hujan intensitas ringan hingga sedang akan membasahi sejumlah wilayah Riau secara bergantian dari pagi hingga dini hari.

Meski demikian, publik diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang membayangi mayoritas kabupaten/kota.

BMKG merilis peringatan dini cuaca buruk berupa hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi, sore, hingga malam atau dini hari.

Wilayah yang berpotensi diterjang cuaca ekstrem ini meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Pekanbaru, hingga Dumai.

"Untuk parameter cuaca, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23,0 hingga 34,0 °C dengan tingkat kelembapan udara mencapai 50 hingga 100 persen " kata Yasir dalam laporannya.

Sementara itu, arah angin bergerak dari Tenggara ke Barat dengan kecepatan 10 hingga 40 km/jam, sementara tinggi gelombang laut di perairan Riau tergolong rendah di kisaran 0,5 hingga 1,25 meter.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index