GAGASANRIAU.com, SIAK — Ihsan Abdillah, Kepala Daerah Operasi (Daops) Sumatera VI/Siak mengungkapkan operasi pemadaman sudah memasuki hari keenam kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (8/9)
Dan tim gabungan kata Ihsan akhirnya berhasil mengendalikan laju kobaran api di Desa Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Selasa (8/9).
Ihsan menerangkan bahwa lahan gambut masyarakat seluas 15 hektare yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Zamrud tersebut kini disisir ketat guna mencegah reaktivasi titik api.
Ihsan Abdillah, juga mengonfirmasi bahwa per Selasa (8/9), kondisi di lapangan sudah terkendali dan tidak lagi ditemukan kobaran api aktif di permukaan.
Secara kumulatif, upaya pemadaman maraton selama enam hari berturut-turut telah berhasil melumpuhkan titik api di area seluas 12,5 hektare.
"Kondisi kebakaran saat ini terkendali dan tidak ditemukan api aktif. Secara kumulatif hingga hari keenam, sekitar 12,5 hektare area telah berhasil dipadamkan," ujar Ihsan dalam laporan resminya, Selasa (8/9) yang diterima GagasanRiau.com.
Kendati api permukaan telah dijinakkan, karakter tanah gambut yang menyimpan bara di bawah lapisan kering membuat ancaman belum sepenuhnya sirna.
Sejumlah titik di atas lahan vegetasi sawit, pakis, dan semak belukar tersebut terpantau masih terus mengeluarkan kepulan asap pekat.
Guna memastikan area benar-benar steril, Manggala Agni bersama unsur gabungan menggelar operasi mopping up atau pendinginan intensif.
Petugas menyisir dan menyiram titik-titik berasap memanfaatkan mesin pompa mini striker dengan mengandalkan pasokan air dari embung serta parit sekitar.
"Beberapa titik masih terpantau berasap, sehingga mopping up akan terus dilakukan untuk memastikan lokasi benar-benar aman," tegas Ihsan.
Operasi penyelamatan kawasan yang berdekatan dengan TN Zamrud ini melibatkan konsolidasi penuh lintas sektor.
Tim bergerak menyatukan personel Manggala Agni Kemenhut, BKSDA, BPBD/Damkar Siak, TNI, Polri, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA) Dayun, hingga warga lokal.
Penyisiran bara api di kedalaman tanah gambut ini menjadi benteng krusial untuk menahan eskalasi kabut asap agar tidak makin mempekat dan meluas ke ekosistem sensitif TN Zamrud maupun pemukiman warga Siak.