Darurat Asap Karhutla Riau, 10 Ribu Warga Terserang ISPA, Ribuan Anak dan Balita Jadi Korban

Darurat Asap Karhutla Riau, 10 Ribu Warga Terserang ISPA, Ribuan Anak dan Balita Jadi Korban
Foto ilustrasi (Unplash.com)

GAGASANRIAU.com, PEKANBARU — Akibat kabut asap yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau  telah memakan korban jiwa secara masif pada sektor kesehatan masyarakat.

Hal itu terungkap sering dengan data yang disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau yang mencatat penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) melonjak tajam hingga menembus angka 10.783 kasus sejak awal Agustus hingga Senin (7/9).

Zulkifli, Kepala Dinkes Provinsi Riau, mengungkapkan grafik pasien ISPA terus merangkak naik seiring makin tebalnya paparan asap yang menyelimuti sejumlah kabupaten dan kota.

Dia membeberkan sepanjang Agustus 2026 lalu, penderita ISPA di Riau tercatat sebanyak 6.455 orang.

Memasuki September yang baru berjalan tujuh hari, jumlah penderita baru meroket drastis hingga menyentuh 4.530 kasus.

Dari total keseluruhan penderita, korban teridentifikasi terdiri dari 5.321 pasien laki-laki dan 5.462 pasien perempuan.

Kondisi ini makin mengkhawatirkan lantaran ribuan anak-anak dan balita menjadi kelompok paling terdampak oleh kepungan asap racun tersebut.

Data Dinkes Riau menunjukkan sebanyak 1.937 balita usia 0–5 tahun terdeteksi terserang ISPA, dengan rincian 1.162 anak laki-laki dan 775 anak perempuan.

Tak hanya balita, kelompok anak usia sekolah 5–9 tahun yang terjangkit ISPA juga mencapai 1.844 jiwa, terdiri dari 989 anak laki-laki dan 855 anak perempuan.

Meski terjadi lonjakan signifikan, Zulkifli mengklaim fasilitas kesehatan di daerah terdampak masih sanggup menampung dan melayani para pasien secara maksimal.

Guna menekan dampak buruk ledakan ISPA, Dinkes Riau mengklaim terus menggalakkan pembagian masker gratis dan kampanye edukasi kesehatan ke masyarakat.

Pemerintah daerah juga menyalurkan makanan tambahan bagi ibu hamil serta balita terdampak, sembari menyiagakan oksigen konsentrator di Puskesmas.

Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) di setiap Puskesmas telah diaktifkan penuh untuk mengantisipasi gejolak lonjakan pasien secara mendadak.

Khusus di tingkat provinsi, Dinkes Riau mendirikan tenda posko darurat yang dilengkapi rumah oksigen dan tempat tidur medis untuk penanganan kritis.

Langkah darurat ini juga melibatkan akademisi perguruan tinggi serta organisasi profesi kesehatan untuk mendistribusikan masker kepada para pengguna jalan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index