GAGASANRIAU.com, PEKANBARU -- Usai dilantik, para pengurus Provinsi Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (PERBASASI) Riau bergerak cepat membenahi sistem pembinaan olahraga baseball dan softball dengan mengandalkan sinergi lintas sektor.
Dimana, dalam rapat koordinasi pascapelantikan kepengurusan baru, PERBASASI Riau sengaja membuka ruang diskusi yang melibatkan mantan atlet, klub, hingga kalangan tenaga pendidik.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung jajaran pengurus inti, sementara para mantan atlet bergabung secara virtual guna memberikan masukan strategis terkait pola pembinaan.
Sektor pendidikan dasar dan menengah turut dirangkul, ditandai dengan hadirnya perwakilan guru olahraga dari SMP Negeri 4 Pekanbaru dan SD Negeri 106 Pekanbaru.
Bagus Ponco, Ketua Umum PERBASASI Riau, menegaskan bahwa perubahan mendasar harus dilakukan agar organisasi tidak berjalan secara eksklusif.
"Kami ingin PERBASASI ini menjadi rumah bersama. Semua pihak harus terlibat, baik pengurus baru, pengurus lama, klub, pelatih maupun sekolah," tegas Bagus.
Bagus menilai ambisi mengukir prestasi secara berkelanjutan bakal mustahil terwujud tanpa mengintegrasikan peran sekolah dan klub sebagai garda terdepan penjaringan bibit atlet.
Selain memperkuat fondasi internal, rapat koordinasi tersebut juga langsung mengunci agenda kompetisi jangka pendek dan menengah.
PERBASASI Riau mematok target besar untuk menggelar kejuaraan berskala internasional yang diproyeksikan bergulir pada Desember 2026.
"Kami tidak ingin hanya berbicara soal program. Kami ingin ada kegiatan nyata, kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan," tambah Bagus.
Lewat ajang internasional tersebut, Riau membidik peningkatan jam terbang para atlet lokal sekaligus menegaskan keseriusan daerah dalam menggarap potensi olahraga baseball dan softball.