Pemadaman Karhutla Lahan Sawit Anak Talang, Terkendala Akses dan Sinyal, Baru 2 Hektar Berhasil Dipadamkan

Pemadaman Karhutla Lahan Sawit Anak Talang, Terkendala Akses dan Sinyal, Baru 2 Hektar Berhasil Dipadamkan
Kapolres Inhu bersama jajaran dan Dandim 0302 Inhu, Letkol Arh. Bangun Bara K. Purba, turun langsung memimpin guna memastikan pemadaman 20 hektar lahan sawit terbakar berjalan maksimal.

GAGASANRIAU.com, INDRAGIRI HULU — Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, memasuki fase krusial.

Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra bersama Komandan Kodim 0302 Inhu, Letkol Arh. Bangun Bara K. Purba, turun langsung memimpin guna memastikan pemadaman 20 hektar lahan sawit terbakar berjalan maksimal.

AKBP Eka Ariandy Putra dan Letkol Arh. Bangun Bara. Purba bahkan bermalam dan beribadah di tengah lokasi kebakaran.

Aksi menginap di medan bencana ini dilakukan di Desa Anak Talang, Kecamatan Batang Cenaku, usai titik panas (hotspot) terdeteksi membara melalui Dashboard Aplikasi Lancang Kuning sejak Minggu (6/9).

Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra melalui Kasi Humas Polres Inhu Aiptu Misran mengungkapkan, langkah bermalam di lokasi Karhutla ini bukan yang pertama kali dilakukan demi memberi komando langsung di lapangan.

"Sebelumnya, Kapolres juga sudah bermalam di lokasi karhutla Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida," terang Aiptu Misran dalam keterangannya, Selasa (8/9).

Operasi darat berskala besar ini menerjunkan tim gabungan lintas instansi yang terdiri dari puluhan personel Polres Inhu, Sat Brimob Yon C, Polsek Batang Cenaku, Polsek Batang Gansal, TNI, Manggala Agni, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).

Sejumlah perwira utama seperti Kasat Reskrim IPTU Adlin, Kapolsek Batang Cenaku IPTU Hendra Sebayang, dan Danki Brimob Yon C Iptu N. Panjaitan turut mendampingi pimpinan di lapangan.

Meskipun armada darat (1 unit R6, 6 unit R4, 20 unit R2) serta alat pemadam seperti mesin Robin dikerahkan—ditambah sokongan helikopter water bombing dari udara—eksekusi pemadaman menghadapi benteng kendala geografis yang berat.

Lokasi perkebunan kelapa sawit milik warga bernama Lidik tersebut berjarak 2 jam perjalanan dari Polsek terdekat, berada di zona blank spot tanpa sinyal seluler, serta terisolasi dari sumber air.

Hingga Selasa (8/9), dari total ±20 hektar lahan tanah mineral yang hangus, tim gabungan baru berhasil melumpuhkan api permukaan seluas ±2 hektar.

"Meskipun dihadapkan berbagai kendala, tim terus berupaya maksimal memadamkan api. Di lokasi masih terlihat asap, sehingga proses pendinginan dan pengawasan terus dilakukan agar api tidak berkobar kembali," tegas Misran.

Langkah taktis bermalam dan beribadah bersama jajaran di tengah kepulan asap ini diharapkan mampu membakar semangat personel darat untuk mempercepat lokalisasi api, sekaligus menekan risiko meluasnya dampak bencana asap di wilayah Indragiri Hulu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index