GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU, — Afiat Ananda terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Indonesia Cycling Federation (ICF) Kota Pekanbaru dalam Musyawarah Kota (Muskot) I yang digelar di Gedung KONI Pekanbaru, Jalan Arifin Ahmad, Minggu (14/6).
Meskipun mengantongi dukungan bulat, tantangan besar kini menanti Afiat untuk merombak ekosistem dan mendongkrak prestasi olahraga sepeda di Kota Bertuah.
Nanda panggilan akrabnya, menembus kursi ketua setelah mendapat sokongan penuh dari sekitar 30 komunitas sepeda yang memadati forum legislasi tertinggi ICF tingkat kota tersebut.
Walapupun Muskot berjalan mulus melalui sidang pleno, mulai dari laporan persiapan hingga ketuk palu tata tertib, posisi ini dinilai bukan sekadar jabatan struktural, melainkan ujian berat dalam menyatukan ego sektoral berbagai kelompok pehobi sepeda.
Muslim Hadi, Sekretaris Umum ICF Riau dan Sekretaris KONI Pekanbaru Sanuar Haris yang hadir dalam forum tersebut turut menyaksikan momentum yang diklaim sebagai babak baru dunia roda dua di Pekanbaru.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Nanda tidak menampik adanya tanggung jawab besar yang kini beralih ke pundaknya.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh komunitas sepeda di Kota Pekanbaru yang telah memberikan dukungan penuh kepada saya. Amanah ini tentu menjadi tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya," ujar Nanda.
Menjinakkan Ego Komunitas, Memburu Prestasi Atlet
Kritik publik terhadap organisasi olahraga kerap kali berpusat pada kegagalan merangkul akar rumput. Menyadari hal itu, Nanda menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan ICF Pekanbaru menjadi menara gading.
Dia berjanji menjadikan induk organisasi ini sebagai "rumah bersama" yang inklusif.
"Ke depan, kami ingin menjadikan ICF Pekanbaru sebagai wadah bagi para atlet untuk berprestasi, sekaligus menjadi rumah bagi komunitas dan seluruh pecinta sepeda di Kota Pekanbaru," tegasnya.
Namun, mengawinkan target prestasi atlet dengan kepentingan komunitas rekreasi jelas bukan perkara mudah.
Nanda dituntut merancang program taktis agar pembinaan atlet usia dini berjalan linear dengan kampanye gaya hidup sehat dan ramah lingkungan di masyarakat.
Untuk itu, ia membuka ruang kolaborasi lintas sektor yang selama ini sering kali tersumbat birokrasi.
"Kami siap berkolaborasi dengan seluruh komunitas sepeda, Pemerintah Kota Pekanbaru, KONI, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem olahraga sepeda yang semakin baik," tambahnya.
Di balik kesuksesan Muskot I, Nanda memberikan apresiasi khusus kepada Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) yang berhasil meredam potensi konflik forum hingga acara berjalan tertib.
Namun, euforia aklamasi ini dipastikan berumur pendek. Kepengurusan baru bentukan Nanda kini diburu waktu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) administratif pasca-musyawarah sebelum melangkah ke arena pembinaan yang sesungguhnya.
"Terima kasih kepada kawan-kawan yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan Muskot hingga berlangsung sukses. Tanpa teman-teman, mungkin acara tidak bisa terselenggara dengan baik. Ke depan, mari kita kumpulkan kembali semangat untuk menyelesaikan pelantikan," pungkas Nanda.
Dengan sokongan puluhan komunitas, publik kini menunggu apakah kepengurusan baru di bawah komando Afiat Ananda mampu melahirkan program konkret untuk memajukan prestasi atlet, atau justru terjebak dalam seremoni organisasi belaka.