GAGASANRIAU.COM, PEKANBARU, - Sungguh ironis. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dinilai abai terhadap kesejahteraan para atletnya. Meski gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 telah berakhir dua tahun silam, hingga kini bonus bagi para peraih medali yang telah mengharumkan nama Riau tak kunjung direalisasikan.
Dan kekecewaan mendalam salah satunya diungkapkan oleh Topaz Siregar, atlet tinju yang berhasil menyabet medali perunggu pada ajang tersebut.
Topaz, yang juga merupakan prajurit TNI aktif dari satuan Mabes TNI AU, mengaku sangat mengharapkan haknya segera dibayarkan untuk keperluan yang mendesak.
"Saya ada kebutuhan mendadak, perlu biaya bonus PON untuk persalinan anak," ujar Topaz saat dihubungi Gagasan, Selasa malam (14/4/2026).
Dua Tahun Tanpa Kejelasan
Di bawah asuhan pelatih Darman Hutauruk, Topaz telah berjuang di atas ring demi memberikan prestasi terbaik bagi Bumi Lancang Kuning.
Namun, dedikasi tersebut seolah berbalas kekecewaan karena ketidakjelasan birokrasi.
Dia menegaskan, hingga memasuki tahun kedua pasca-pertandingan, Pemerintah Provinsi Riau belum memberikan kepastian terkait pembayaran hak para atlet.
"Pemerintah Riau tidak membayar hak atlet PON 2024 Sumut-Aceh. Sudah dua tahun setelah pertandingan sampai detik ini tidak ada kejelasan," tegasnya.
Janji Dispora Riau di Bulan Juni
Doan Nababan, Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Riau, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran bonus tersebut.
Doan menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan langkah proaktif dengan menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau pada Selasa siang.
Dalam pertemuan tersebut, muncul titik terang mengenai jadwal pencairan.
"Pihak Dispora berjanji akan membayarkan bonus tersebut pada bulan Juni mendatang," ungkap Doan.
Kawal Hak Atlet dan Tunjangan Bulanan
Doan berkomitmen untuk terus mengawal janji pemerintah agar bonus tersebut benar-benar sampai ke tangan para atlet tanpa penundaan lagi.
Menurutnya, kesejahteraan atlet merupakan prioritas yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi mereka yang telah berjuang di level nasional.
Selain bonus medali, Pertina Riau juga tengah mengupayakan skema kesejahteraan tambahan agar para atlet memiliki jaminan finansial yang lebih stabil.
"Kami juga akan memperjuangkan agar para atlet tinju ini bisa mendapatkan uang saku atau tunjangan bulanan," tambahnya.
Kini, para atlet hanya bisa berharap janji manis di bulan Juni tersebut bukan sekadar upaya untuk meredam polemik, melainkan bentuk nyata tanggung jawab pemerintah terhadap pahlawan olahraga mereka.